PRESS PLAY TO OUR DREAMS


    Just press play to your dreams
 Pernah mendengar kalimat itu? 

    Belum? Sama, saya juga belum pernah. Baru juga kali ini. 

Tapi gini, untuk menyingkat waktumu, aku akan cerita sedikit tentang sebuah fenomena. Waktu mengobrol bareng teman, kamu mungkin pernah dengar bahwa tanpa sadar, satu - dua orang cerita -bahkan mengeluh- tentang living your dreams life. 

    Dari sekian banyak reuni demi reuni; SD - SMP - SMA - sampai kuliah, aku ketemu dengan teman-teman (yang dulu) dekat dan sekarang menjauh, dan ketemu teman-teman (yang tadinya gak terlalu kenal) menjadi akrab dan bahkan bikin satu grup WA pertemanan.

    Jika dilihat, banyak teman yang sukses, namun juga banyak yang hidupnya biasa-biasa saja. Dalam arti, ya udahlah yaa sekedar hidup, sekedar kerja lalu nikah - punya anak - dan.. that's it! 

    *Huiidiiih, bahasannya berat nih, neng! 

    Aku sih ngga bakalan bahas itu, karena menurutku hidupku ya juga B ajah (biasa-biasa saja), nothing special - tidak dalam kategori manusia yang sukses dengan huruf S kapital. But I do live my dreams life. Soalnya kalau kalian pembaca setia blog aku, sering scroll FB dan instagram aku, kalian pasti tahu aku blogger, aku suka nulis dan membuat ilustrasi cerita buku anak. 

    Oke, back to the main topic. Jadi kenapa di tulisan ini aku bahas itu? Karena kali ini FWD punya acara bertajuk  :

Press play to your dreams, life and good money management
Acara kali ini mengundang special guests yaitu :
  • Muara Makarim, a self-love and purpose life coach dan
  • Mada Aryanugraha, seorang financial advisor yang juga co-founder dan CEO dari Sipundi.

    Jika di event sebelumnya Muara Makarim mengangkat perjalanan hidupnya, bangkit dari keterpurukan, maka di event kali ini, ia mengangkat tema bagaimana cara meraih impian, dengan terarah dan terukur.


    Perlukah kita punya goals setting? Perlu dong, kan dengan memiliki goals hidup ini diibaratkan memiliki kompas, yang akan menuntun langkah kita untuk mencapai tujuan yang kita inginkan.

    Tapi gimana sih caranya merencanakan goal setting dengan lebih spesifik, terukur, realistis hingga ga bikin stres?
    Muara mengelompokkan goal, resolusi, impian dalam tahun yang baru dalam 3 (tiga) kelompok besar. Yaitu experience, growth dan contribution.

1. Experience

    Adalah pengalaman yang ingin kita rasakan, sesuatu yang ingin kita capai sesuatu yang ingin kita miliki. 

    Misalnya ingin beli mobil Mini Cooper, ingin datang ke tempat baru, ingin menjadi trainer nasional, ingin memiliki pemasukan selain dari gaji, dan hal lainnya. Experience bisa disebut juga sesuatu tentang keduniaan, bisa materi atau pengalaman.

2. Growth 

    Adalah pertumbuhan yang ingin kita capai, kualitas diri seperti apa yang ingin kita raih. Kelompok growth dapat diartikan juga adalah tahapan atau keadaan atau ilmu, materi, kemampuan yang perlu kita raih untuk dapat mencapai experience.

    Misalnya ketika aku ingin mempunyai pemasukan besar selain dari gaji maka aku perlu memiliki;
  • abundance mind (keberlimpahan pikiran), 
  • abundance heart (keberlimpahan hati), 
  • abundance spirit (keberlimpahan semangat), 
  • abundance action (keberlimpahan aksi) dan 
  • abundance soul (keberlimpahan jiwa).

    Aku juga perlu belajar tentang keberlimpahan. Ketika aku ingin memiliki hati yang luas, selalu bersyukur dan penuh cinta, aku perlu belajar tentang mindful listening, belajar tentang syukur dan cinta.

3. Contribution

    Adalah apa yang bisa kita berikan untuk sesama, untuk orang lain atau untuk dunia. Ketika kita sudah memiliki pertumbuhan dan peningkatan kualitas diri hingga kita bisa mencapai yang kita inginkan, maka selanjutnya apa yang bisa kita berikan, sumbangkan dan bagikan pada dunia. Hal besar apa yang bisa kita bagikan-berikan. Atau hal kecil apa yang bisa kita berikan pada dunia.

    Btw mengapa berbagi itu perlu dalam pencapaian impian? Ya kalau dari sisi agama, ada banyak sekali doa orang yang diberi untuk kita, sedangkan dari sisi moril, memberikan dukungan - support - berbagi ini membuat kita merasa kaya dan selalu bersyukur, sehingga selalu bahagia saat bekerja dan meraih impian.

Financial Planning bersama Mada Aryanugraha

    Sebagai seorang Independent Financial Planner, sejak 2011 lalu, Mada Arya Nugraha mengantongi  2 sertifikasi Perencana Keuangan berstandard Internasional dan Nasional, yaitu RFA dari IARFC dan CFP dari FPSB. Selain itu, Mada juga sudah mengisi berbagai seminar, workshop, hingga tampil di media nasional.

    Dengan cara bertutur yang asyik, belajar mengelola manajemen keuangan bersama Mada Aryanugraha menjadi menyenangkan.


    Pada dasarnya kehidupan sehari-hari kita tak lepas dari masalah keuangan. Apalagi kita mempunyai pendapatan yang nantinya akan menjadi pengeluaran karena gaya hidup, kebutuhan hidup termasuk hutang dan kewajiban membayar cicilan serta kebutuhan untuk tabungan dan investasi sebagai pengelolaan keuangan masa depan.

    Untuk memenuhi dilema pendapatan versus pengeluaran ini, mas Mada membuat segitiga piramida yang membagi keuangan menjadi dua hal, yaitu :

1. Piramida Kenyamanan

    Kenyamanan finansial didapat ketika kita sudah mencapai tingkat santai, artinya tidak ngoyo dalam mencari uang karena mendapatkan warisan dan distribusi keuangan, memiliki dana hari tua dan punya tujuan keuangan yang jelas.

2. Piramida Keamanan

    Keuangan juga harus diberikan perlindungan agar tujuan keuangan tercapai dengan lancar dan tanpa hambatan. Perlindungan ini didapat dari tingkat keamanan melalui proteksi asuansi dan management risiko, arus kas positif serta adanya dana darurat.

    Mada juga mengajak peserta webinar untuk praktek membuat anggaran keuangan bulanan. Ditulis dengan jujur dan lihat apa yang salah dan perlu diperbaiki agar keuangan menjadi sehat dan terjaga. Rinci sekali anggaran yang dibuat mas Mada. Saya semakin paham karena diberikan keterangan tiap bagian.







Seseorang memiliki keamanan keuangan seseorang sehat jika mampu mencukupi kebutuhan selama 12 bulan ke depan.

Berikut strategi yang harus ditempuh:
  • Buat anggaran keuangan, agar tidak terjadi pemborosan.
  • Buat catatan keuangan. Harus tertib mencatat pemasukan dan pengeluaran. Jika mempunyai bisnis, pisahkan catata keuangannya.
  • Anggarkan dana darurat (emergency fund) sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan.
  • Anggarkan dana untuk Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan.

Mengapa harus menganggarkan asuransi?


“Karena selain merupakan bentuk self care, dengan memiliki asuransi, kepercayaan diri seseorang akan bertambah,” kata Mada Aryanugraha.

Sebaliknya, jika mengabaikan asuransi , mereka terjebak budaya konsumtif. Gaji tidak dikelola dengan baik. Akhirnya terjadi pemborosan, dan stress deh.

Mada Aryanugraha memberi contoh beberapa kondisi:Saat baru mulai kerja, fondasi belum kuat, dia malah menyicil rumah/sepeda motor, akhirnya gak sanggup bayar dan asset harus dilelang.

Seseorang yang baru mulai kerja juga kerap bergaya hidup konsumtif dan melakukan pembenaran atas keputusannya.

Akhirnya, gara-gara hanya fokus pada kebutuhan konsumtif dan abai pada kebutuhan masa depan, mereka terjebak kartu kredit, pay later dan bentuk pinjaman lainnya.

Perlu diingat bahwa perencanaan keuangan tidak terkait si miskin dan si kaya. Percuma kaya jika tidak mampu mengelolanya, tujuan keuangan menjadi sulit tercapai.

Yang terpenting adalah tujuan keuangan. Walau uangnya sedikit tapi terencana dengan baik maka tujuan sejahtera bisa dicapai.

Why you should press play to your dream, life and money management?

    FWD Group dalam peluncuran kampanye merek “press play” yang baru, menyoroti filosofi FWD bahwa asuransi harus menjadi sumber pemberdayaan untuk menikmati dan merayakan hidup. Kamu bisa mengecek di Website FWD Insurance: www.fwd.co.id/PressPlay/

    Kampanye ini mencerminkan peluang dan tantangan yang dihadapi orang-orang saat mereka memikirkan masa depan mereka, dan FWD ingin menginspirasi semua orang untuk secara aktif mengejar hasrat dan impian profesional dan pribadi mereka.

    Visi FWD adalah mengubah industri dengan mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi. Pesan kampanye untuk memberdayakan individu untuk merayakan kehidupan adalah ekspresi yang tepat dari komitmen dan janji FWD.

"It's time to press play your dreams, life, and good money management" adalah tema yang diangkat oleh @fwd_id kali ini.

#FWDindonesia #FWDPressPlay #BebasBerbagi
#literasikeuangan

71 komentar

  1. Soal keuangan itu memang penting untuk diatur dengan baik mengingat pendapatan dan pengeluaran biasanya tidak imbang atau malah berat pengeluaran akan semakin memperburuk keadaan. Enggak raagu sih sama FWD, mantep ini materi yang disampaikan. Terima kasih informasinya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak literasi keuangan ini emang perlubanget diatur ya

      Hapus
  2. Luar biasa ini materi yang disampaikan apalagi langsung dari sosok yang memotivasi dan berpengalaman. Salut sih sama Muara Makarim, agaknya perjalanan hidupnya mengajarkan beliau untuk mencintai sendiri. Mulai dari mengejar impian sih memang wah banget, terima kasih sharingnya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. literasi keuangan perlubanget ya bunbeb. Makasiiih komennya

      Hapus
  3. #PressPlay ini makjleb banget ya?
    Kita sering punya resolusi ini dan itu tapi gak tercapai karena gak mau evaluasi
    sementara manusia pasti berubah, gak hanya faktor intern, juga disebabkan eksternal

    BalasHapus
  4. Hai mom Tanti, bicara dalam piramida, saat ini diusiaku 40+++ (banyak banget ya plusnya) aku sekarang memasuki piramida kenyamanan. Artinya ya tidak begitu ngoyo lagi untuk mencari uang sudah lewat masanya. Tenaga juga sudah mulai berkurang. Mungkin karena anak-anak sudah selesai pendidikannya jadi rada tenang ya. Terpenting yang jadi perhatianku tiap bulan aca dana yang wajib disisihkan untuk asuransi

    BalasHapus
    Balasan
    1. woow iya alhamdulillah punya anak anak cantik yang mandiri

      Hapus
  5. Bener sih ... visi FWD yaitu mengubah sudut pandang masyarakat terhadap asuransi, Karena saat ini asuransi memang sangat diperlukan oleh masyarakat. Dengan penyuluhannya FWD ini sangat menginspirasi banyak orang

    BalasHapus
    Balasan
    1. literasi keuangan perlubanget ya bunbeb. Makasiiih komennya

      Hapus
  6. Saya setuju kalau hidup ini kita punya goal setting. Secara tanpa itu, saya akui sendiri, apa yg dilakukan berasa nothing. Buat apa?
    Beda lagi kalau kita punya tujuan, mati-matian berusaha juga kayanya gak bikin heran, toh udah jelas tujuannya apa... Ya gak sih ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi buat goal setting aja melenceng gimana ga pake goal setting ya

      Hapus
  7. Visi FWD utk mengubah sudur pandang masyarakat terhadap asuransi sangat baik. Karena jujur aja sih, pandangan orang pada umumnya sama asuransi agak2 gimana gitu. Suka sama pesan kampanye dari FWD untuk memberdayakan individu untuk merayakan kehidupan ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. literasi keuangan perlubanget ya bunbeb. Makasiiih komennya

      Hapus
  8. Ngobrolin masalah hidup ini memang berat, tetapi kalau ada FWD Insurance yang bisa menjabarkan dengan pas dan mengena sesuai sasaran, maka perencanaan keuangan bisa dilakukan dengan more fun. Dan yang pasti, tetap balancing life.

    BalasHapus
  9. banyak banget sebenarnya pr-ku soal pengelolaan keuangan ini soalnya tiap bulan banyak banget bocornya. heu. memang sebaiknya literasi tentang keuangan ini diperkenalkan sejak dini ya agar setelah dewasa nggak kebingungan ngatur uang

    BalasHapus
    Balasan
    1. literasi keuangan perlubanget ya bunbeb. Makasiiih komennya

      Hapus
  10. Memanage keuangan berbanding lurus dengan mewujudkan goals yang di list ya... Harus banget konsisten, Dan terus dievaluasi punta daiplin juga


    BalasHapus
  11. selama ini masih banyak masyarakat yang "alergi" terhadap asuransi yaa, padahal bila kita mengenal lebih dekat asuransi sangat bermanfaat untuk hidup kita.

    Dan tujuan keuangan memang perlu banget agar kita lebih disiplin mengatur keuangan dan mencapai tujuan tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. literasi keuangan perlu banget ya bunbeb. Makasiiih komennya

      Hapus
  12. Baeklaaaaa mari kita taubatan nasuha dari jebakan financial plan yg acakaduttt

    Kudu makin bijak ya, supaya bisa survive menjalani hidup yg penuh gelombang ini

    BalasHapus
  13. setiap kita berhak untuk bahagia, kalo ada lingkungan yang mendukung sperti aplikasi financial ini pasti sangat ngebantu banget. yuk wujudin impian dalam hidup.

    BalasHapus
    Balasan
    1. literasi keuangan perlu banget ya bunbeb. Makasiiih komennya

      Hapus
  14. Benar juga ya mba. Dengan adanya goals setting, kita juga punya rencana ke depan, dan jadi makin bersemangat juga menjalani hari

    BalasHapus
    Balasan
    1. literasi keuangan perlu banget ya bunbeb. Makasiiih komennya

      Hapus
  15. Press play kesannya jadi having fun ya, Mbak. Tapi, kalau semua terencana memang jadinya lebih terarah, sih. Tentunya harus didukung dengan kemampuan mengolah keuangan yang baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. literasi keuangan perlu banget ya bunbeb. Makasiiih komennya

      Hapus
  16. Iya, seru banget acara FWD Berbagi ini
    Kadi banyak belajar bagaimana setting goals

    BalasHapus
    Balasan
    1. literasi keuangan perlu banget ya bunbeb. Makasiiih komennya

      Hapus
  17. Memang kudu cermat juga ya mbak dalam memilih asuransi. Pastikan yang jual ke kita legal dan kita juga paham apa hak dan kewajiban.
    Asuransi salah satu bentuk proteksi supaya perencanaan keuangan kita bisa lebih bagus lagi. Walaupun juga gak pernah berharap dipakai yaa hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya April apalagi jaman now kan kita udah diedukasi oleh banyak pihak ya

      Hapus
  18. Ikut talkshow kemarin bersama FWD berasa tertampar saya, mbak. Banyak banget ternyata pemborosan yang sudah saya lakukan dalam hidup ini. Lalu tujuan hidup juga belum greget banget. Saya masih belum punya tujuan hidup jelas. Dengar penjelasan mba Muara jadi tercerahkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah aku juga, mbak. Bahkan setelah kenal dunia Finansial ini aku agak menyesal nih kenapa nggak dari dulu baca buku Finansial padahal ngakunya suka baca. Heu

      Hapus
    2. literasi keuangan perlu banget ya bunbeb. Makasiiih komennya

      Hapus
  19. Waduh, setelah membaca tulisan ini saya sadar kalau keuangan saya tidak aman! Soalnya kalau ada apa-apa, saya belum punya tabungan yang bisa mencukupi untuk kebutuhan selama 12 bulan. Mesti belajar mengatur keuangan lagi nih..

    BalasHapus
  20. Alhamdulillah sekarang aku punya 2 asuransi kesehatan, BPJS dan swasta, insyaallah aman kalau darurat penggunaan kesehatan.

    BalasHapus
  21. Jadi semangat nih buat aku sebagai ibu rumah tangga yang samaan sama Mak Tanti, kehidupannya B aja alias datar, untuk punya mimpi dan mengejar semua itu. Tentunya harus diawali semuanya dengan berbenah dan mengatur keuangan buat tujuan yang ingin dicapai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dataf datar flat lay akibat kebanyakan slaaay

      Hapus
  22. Dengan adanya goals dalam hidup akan lebih semangat dalam menggapainya.
    Dan apapun yang dilakukan dengan tujuan keuangan yang baik, semoga bisa terwujud dengan perencanaan keuangan yang teratur.

    BalasHapus
  23. Tapi mak Tanti udah sukses pake S ituuu.. berkarya selalu, bermanfaat terus.^_^
    Ngatur keuangan masi belajar. Kudu ketat sama bocor2 halus euy..Ku jadi ingat my dream #heleuh ingin naik haji pas usia muda tapi beluman nih mbaa hihi. Do'ain yaa

    BalasHapus
  24. Manajemen keuangan seharusnya dipelajari dan diterapkan sejak kecil, saya sendiri merasakan kesulitan setelah dewasa karena belum kenal manajemen keuangan sejak kecil

    BalasHapus
    Balasan
    1. literasi keuangan perlu banget ya bunbeb. Makasiiih komennya

      Hapus
  25. Filosofi yg super menariiikk.
    Press PLAY dan mari kita jalani hidup dgn bijak, plus metode finansial plan yg ciamiiikk

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasiiih untung bukan filosfiku *eeehgimanaaaaa

      Hapus
  26. Mom Tanti, menarik sekali pembahasannya seperti ketika kita ingin mendapat pemasukan penghasilan lebih selain gaji ada 5 berkelimpahan yang harus kita miliki ya. Artikel yang menarik nih mom, sarat edukasi

    BalasHapus
  27. Makasih tulisannya ya mba. Insighfull banget. Semangat untuk teman-teman pejuang merdeka finansial.

    BalasHapus
  28. inspiring banget yaa mba ikutan acara asyik seperti ini. The feeling of abundance is really something we all need to bear in mind.. always

    BalasHapus
  29. Proses bangkit dari keterpurukan itu gak mudah. Butuh effort dari dalam diri yang kuat dan tekad untuk memperbaikinya.

    Memahami kondisi financial dan bisa mengaturnya, salah satu cara untuk bangkit yg lebih cepat. Serta nemiliki masa depan yang kebih baik tentunya.

    BalasHapus
  30. Ngelola keuangan, bikin catatan aja masih kadang-kadang. Gini kok pengen merdeka finansialnya. Ya habis ini semoga makin semangat ya

    BalasHapus
  31. Aku uda dua bulan ini ga mencatat keuanganku huhuhu. Slalu gini deh, dari tahun ke tahun sll ada bulan yang aku ga catat. Sebel... Btw, sharing mb muara jleb banget yaaa. Aku sendiri merasa hidupku B aja, dan harus banyak2 bersyukur utk bisa bahagia. Kalau terus mendongak, hidup slalu terasa kurang.

    BalasHapus
  32. Wah materinya daging semua nih makneng... terutama yg disampein muara soal goal dan dream itu, jadi leih konkrit gak sih step by stepnya kayaknya gimana dan bisa coba diaplikasikan buat impian kita

    BalasHapus
  33. mba tan, sehabis baca tulisannya jadi merenung banyak nih, apalagi mengenai perencanaan keuangan, masih banyak PR nih, padahal punya impian banyak yang belum terealisasi ^_^

    BalasHapus
  34. Punya asuransi kerasa banget saat merawat orang tua yang telah renta, mesti tiap sebentar kontrol ke dokter, memang kita mesti banget menyiapkan anggran buat asuransi kesehatan sejak awal punya gaji ya mba

    BalasHapus
  35. Perencanaan keuangan harus ada, sekaligus buat mengontrol kita dalam berbelanja. Asuransi juga penting untuk memproteksi diri kita dan keluarga pastinya.

    BalasHapus
  36. Wujudkan goals/ impian dengan konsisten Dan disiplinnya mba terus dievaluasi plus Lebih Penting lagi bisa management kuangan Kita dengan baik

    BalasHapus
  37. Kita bisa press play untuk setiap mimpi mimpi kita
    Asalkan juga diikuti dengan perencanaan keuangan yang tepat

    BalasHapus
  38. Kadang ngobrolin keuangan itu bikin mules tapi emang harus diobrolin dan diupayakan mengaturnya sebaik mungkin ya maak.
    Salah satu caranya emang kudu tertib melakukan pencatatan keuangan meskipun dikeluarkan 100 rupiah doank kudu dicatat dan diketahui hehe.

    BalasHapus
  39. Memang kalau soal hidup itu harus seimbang, punya goal tentu penting tapi harus tetap menyeimbangkan hidup. Punya asuransi bentuk self-care setuju sih, soalnya Kan Kita ngga pernah tahu apa yang akan terjadi nanti.

    BalasHapus
  40. Idealnya dalam menggapai sebuah impian membutuhkan pengaturan keuangan yang baik agar bisa tercapai. Dan bersama webinar Financial Planning dari FWD, kita semua kembali belajar mengenai strategi menggapai impian dengan tetap memiliki kondisi keuangan yang sehat.

    BalasHapus
  41. Hahahaa berasa ketabok mbak, ingat jaman awal-awal kerja dulu, bener banget tuuh... yang dibeli segala macam ga penting, mumpung udah punya duit sendiri kaaan.. Tapi seiring dengan bertambahnya umur dan berkeluarga, akhirnya udah beda prioritas lagi. Semoga aja anak muda jaman now masa2 borosnya enggak lama2. Buruan pikirkan masa depan dan siapkan perlindungan diri sesegera mungkin.

    BalasHapus
  42. Aku setuju si, uang berapapun kalau nggak terencana bisa jadi hilang entah kemana. Penting banget menetapkan tujuan dan bikin post post keuangan biar nggak boros.

    BalasHapus
  43. Anggaran keuangan penting banget nih dibuat kalao enggak jadi boros dan bisa banyak hutang

    BalasHapus
  44. Bener banget sih kita harus merencanakan tujuan keuangan supaya uang yang sedikit itu bisa cukup.

    BalasHapus
  45. Sharingnya about finansial ini daging banget Mbak. Jadi ikut tercerahkan dan baru tahu nih konsep piramida keamanan dan piramida kenyamanan.

    BalasHapus

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA BLOG NENG TANTI (^_^)