CARA CARI CUAN SAMBIL TIDURAN

Haregene, pusing nggak sih liat kondisi in this economy?

Pajak, korupsi, karhutla, demo dan .. dan... dll sementara gas - beras - minyak goreng dan es batu (*eeh,kok es batu?) itu harus ada setiap hari!


Belum lagi kebutuhan anak-anak, tagihan listrik, internet, uang sekolah, sampai pengeluaran kecil yang kalau dikumpulkan ternyata lumayan bikin dompet menjerit. 😅

Rasanya, penghasilan tambahan bukan lagi sekadar keinginan, tetapi sudah menjadi salah satu cara untuk menjaga keuangan keluarga tetap waras.

Nah kali ini aku mau berbagi pengalaman setelah mendalami (belum menguasai ya gaes) cara kerja remote dari rumah.

Awalnya, aku tertarik setelah mengikuti pelatihan dari EKRAF dengan mentor dari grup SBO (Sekolah Bisnis Online), bersama Coach Muri Handayani, yang difasilitasi oleh Lynk.id.

Dari situ, aku mulai melihat bahwa dunia digital punya banyak peluang yang bisa dijelajahi. Kita tidak selalu harus bekerja di kantor, berangkat pagi, pulang sore, dan terjebak macet demi mendapatkan penghasilan.

Bahkan, beberapa pekerjaan bisa dilakukan dari rumah dengan laptop, koneksi internet, keterampilan yang sesuai, dan kemauan untuk terus belajar.

Tentu saja, bukan berarti kerja remote itu gampang atau langsung menghasilkan uang. Tetap ada proses belajar, mencari klien, membangun portofolio, menghadapi penolakan, dan menjaga konsistensi.

Tapi menurutku, peluang ini layak dipelajari, terutama oleh ibu-ibu yang ingin tetap produktif tanpa harus sepenuhnya meninggalkan tanggung jawab di rumah.

Apa Itu Kerja Remote?

Secara sederhana, kerja remote adalah pekerjaan yang dapat dilakukan dari luar kantor fisik perusahaan, biasanya menggunakan internet dan perangkat digital.

Kita bisa bekerja dari rumah, coworking space, atau tempat lain selama sesuai dengan ketentuan pekerjaan.

Kerja remote juga punya beberapa bentuk, antara lain:

  • Remote employee: bekerja sebagai karyawan perusahaan dari jarak jauh, dengan jam kerja dan tanggung jawab tertentu.

  • Freelancer: mengerjakan proyek untuk klien, biasanya berdasarkan kesepakatan tugas, tenggat waktu, dan bayaran.

  • Part-time remote: bekerja jarak jauh dengan jam kerja paruh waktu.

  • Virtual assistant: membantu kebutuhan administrasi, pengelolaan jadwal, email, riset, atau pekerjaan operasional secara online.

  • Digital creator: menghasilkan karya atau produk digital yang bisa dijual secara online.

Masing-masing punya sistem kerja, persyaratan, dan cara pembayaran yang berbeda.

Jadi, sebelum memilih, kita perlu memahami jenis pekerjaan yang paling cocok dengan kemampuan, waktu luang, dan kondisi keluarga.

Menjual Produk Digital, Salah Satu Ide kerja Remote IRT

Nah, ini salah satu peluang yang menurutku menarik untuk dipelajari! 

Jujur aja, aku udah lama mantengin hal yang satu ini. Aku tau apa itu instagram, tiktok bahkan mempelajari cara beriklan di Meta Ads dengan cara membuat kanal khusus di Facebook, yang nantinya akan nyambung ke whatsapp business kita.

Jujur ke dua : Aku frustasi gaes wkwkwkkkk.... bayangan aku akan menjual produk secara digital ini menguap begitu saja. Aku juga udah mencoba jualan di shopee, nyambungin live tiktok dan lainnya. Pokoke semua cara sudah kucoba, deh!

Sampai akhirnya aku ketemu coach Muri.

Di sini, aku mulai latihan ngonten tiap hari dengan baik dan benar (emang setelah pelatihan dikasih PR untuk ngonten setiap hari gaes, dipantau coach-nya SBO) dan gak cuman itu : aku harus bikin banyak produk digitalku, untuk di- upload di lynk.id dan dibuat konten sehari minimal 5 kali!

Why 5 kali? Oh, why? 

Produk digital ini bisa berupa ebook, workbook, worksheet,  template Canva, printable, coloring book, jurnal digital, atau panduan praktis.

Sekali membuat produk, kita bisa memasarkannya secara online tanpa perlu menyimpan stok barang fisik.

Contohnya, neng?

Misal ibu yang suka memasak (di sini dikasih contoh si ibu es lumut) yang tiap hari jualan es lumut. Dia bisa membuat ebook resep, dan kemudian dia jual dengan cara dikontenin tiap hari. 

Ada Ibu yang suka menggambar, dia bisa menjual coloring book atau printable produk digital seperti stiker dll.  Sementara yang terbiasa membuat konten bisa mengembangkan template media sosial.

Tetapi, perlu diingat: produk digital tidak otomatis laku hanya karena sudah diunggah. Kita tetap perlu memahami kebutuhan calon pembeli, menentukan harga, membangun promosi, dan melakukan evaluasi.

Website untuk Mencari Kerja Remote dan Freelance

Setelah mengenali jenis pekerjaan yang menarik, langkah selanjutnya adalah mencari tempat untuk menemukan klien atau lowongan.

Berikut beberapa platform yang bisa dijadikan titik awal.

1. Upwork — https://www.upwork.com/

Platform freelance internasional dengan kategori pekerjaan seperti penulisan, desain, pemasaran, administrasi, penerjemahan, dan teknologi.

2. Fiverr — https://www.fiverr.com/

Cocok untuk menawarkan layanan dalam bentuk paket jasa, misalnya desain poster, ilustrasi, penulisan artikel, atau pengelolaan konten.

3. Freelancer — https://www.freelancer.com/

Marketplace proyek freelance dengan beragam kategori pekerjaan. Pelamar dapat mencari proyek yang sesuai dengan keterampilannya.

4. Projects.co.id — https://projects.co.id/

Platform lokal untuk menemukan proyek digital, termasuk penulisan, desain grafis, pengembangan website, dan pekerjaan lainnya.

5. Sribu — https://sribu.com/

Platform yang berfokus pada layanan kreatif dan digital, termasuk desain serta berbagai kebutuhan bisnis.

6. LinkedIn Jobs — https://www.linkedin.com/jobs/

Bisa digunakan untuk mencari posisi remote, paruh waktu, kontrak, maupun pekerjaan penuh waktu. Gunakan kata kunci seperti remote, work from home, atau virtual assistant.

7. JobStreet Indonesia — https://id.jobstreet.com/

Pilihan untuk mencari lowongan perusahaan yang menawarkan sistem kerja remote atau WFH. Periksa ketentuan lokasi dan jam kerja pada setiap lowongan.

8. We Work Remotely — https://weworkremotely.com/

Papan lowongan kerja remote dari berbagai perusahaan, terutama untuk posisi digital dan profesional. Pastikan lowongan menerima pelamar yang tinggal di Indonesia.

Perlu dicatat, platform-platform tersebut tidak menjamin kita langsung mendapatkan pekerjaan. Ketersediaan proyek berubah-ubah, persaingan berbeda di setiap kategori, dan tidak semua lowongan internasional menerima pelamar dari Indonesia.





Nah gaes. kalo ingin mendapat keterangan kompliiitttt cara mulai, cara riset niche sampai ke riset produk atau jualan produk digital apa yang bisa dicoba, sampai ke cara jual di sosmednya, kalian bisa masuk ke lynk.id aku dan kasih aku  tips ngopi yaaa, nanti aku kirim ke email atau whatsapp kalian how to use it!

Ini link aku  👉:     https://lynk.id/poppyandpippin

Komentar

Postingan Populer