Wednesday, September 9, 2015

TIPS MEMILIH GEDUNG PERNIKAHAN YANG TEPAT

credit
Verita meremas-remas tangannya. Gelisah. Di tengah acara meeting besar, Bella si wedding organizer bolak balik whatsapp, atau nge-tag di path. Ia sudah memberitahu Bella, agar menelpon usai meeting saja.

Fiuuh.. selesai juga, Pak Tom menutup meeting dengan mengerling Verita. "Verita, ke ruangan saya ya," katanya sedikit dingin. Doh, si botak ini pasti tahu gue gak konsentrasi!

Blip blip… Oh God! Bella, the wedding organizer! Headset bluetooth ia pasang.

“Yup, Bel.. bentar, gue dipanggil si botak, nih.. gue telpon sejam lagi, okay?”

“Oke, mbak Ve! Habis mbak Verita sama mas Okke kan, luar biasa sibuk, jadi suka lupa deeh, telpon balik eyke. Cuman mau ingetin, besok ten PM sharp kita harus sudah di ballroom Marcella Hotel, mbak buat icip-icip hidangan untuk resepsi, okeeh!”

“Okay, siip! Nanti gue hubungi Okke, Bel. See yaa..”

Fiuuh.. biasanya Bella akan mengoceh terus. Mulai dari pilihan menu, kertas undangan, wedding gown, etcetera. Si bawel ini pilihan maminya Okke. Tapi, so far, Bella yang terbaik, sih..


****************

Sepotong drama di atas, akrab di telinga sebagian kita. Kita? Yes, Anda yang sedang merencanakan pernikahan, maksudnya.

Kecuali orang-orang -sepertiku- yang memilih menikah di rumah karena gak ada waktu lagi buat memilih gedung untuk resepsi pernikahan. Itu pun, sebelum dan sesudah hari H gak kebayang lelah dan ribetnya membersihkan, menata ulang ruangan, sedikit merenovasi teras rumah, et cetera et cetera

Oya, dengan mengadakan acara pernikahan di rumah, aku juga membatasi jumlah undangan loh. Padahal teman-temanku ribuan *ditoyor pake sendal*

Nah, kalo di antara sahabat ada yang sedang merencanakan pernikahan, gak ada salahnya mulai sekarang memperhitungkan beberapa hal berikut ini, agar efisien dan efektif. Apa saja?
credit

1. THE FIRST AND THE MOST IMPORTANT THING IS.. COST!
Cost atau biaya adalah faktor utama. Kemudian buat list beberapa gedung yang ingin Anda datangi, buat petanya kalo bisa sehingga saat survey ga buang-buang waktu. 
Usahakan gedung pernikahan juga dekat dengan rumah, sehingga jika sewaktu-waktu macet total karena ada demonstrasi masak misalnya, maka iringan penganten tetep lancar jaya.

Pilih gedung yang dekat dengan jalan raya, jadi seandainya tamu undangan datang dengan kendaraan umum tidak terlalu sulit mencarinya. Tapi kalo terpaksa pilih yang dekat gunung, pastikan ada kendaraan yang bisa menjangkau lokasi. Misalnya, banyak ojek atau kuda gitu...
credit

2. TINJAU AREA DAN FASILITAS GEDUNG
Tempat parkir yang memadai, letak ruang make up, ruang ganti pakaian, lobby dan fasilitas pendingin udara! Indonesia gitu loh bo.. faktor hujan mendadak, atau panas terik luar biasa bisa bikin bubar tamu undangan.

Gak kalah penting (ini dari atas gak kalah penting semuaah!) adalah : keamanan! Bayangin, lagi enak-enaknya pesta trus ada tamu yang lari-lari kalap karena motor yang dia parkir hilang, misalnya. Hadeeh.. 

3.  GIMANA DENGAN REKANAN GEDUNG?
Nah, jaman sekarang itu banyak vendor yang memang bekerja sama dengan gedung. Ada vendor fotografer, dekorasi gedung pernikahan dan catering. 

Yang gak kalah penting, buatku loh.. ada dekorasi dengan bunga yang indah! Aku tuh dibesarkan dalam tradisi Jawa Sunda, jadi ortu senang sekali dengan bunga melati. Sementara aku suka sekali dengan bunga sedap malam dan kamboja yang putih, itu loh yang biasa di kuburan... *hiiy.. horor sekali seleraku ini*

Nah, dengan berkoordinasi dengan pihak wedding organizer, Anda bisa menentukan bunga-bunga indah itu mau ditempatkan di mana saja. Coba tengok salah satu website ngetop catalina flora deh.. dijamin mupeng berat, karena bunganya cantik cantik!
 
Pastikan Anda juga membuat survey kecil-kecilan dengan melihat website mereka. Kalo perlu, datangi fotografernya, cateringnya. Penting banget! Jangan sampe ada menu banquet yang gak sesuai dengan selera Anda. Okay!

4. ESTIMASI BIAYA CATERING = UNDANGAN X (MINIMAL) 3 ORANG
Aduh, banyaknyaa.. Loh, ini beneran. Waktu aku nikah tuh, satu undangan dari pihak keluarga Bang Dho -suamiku yang ganteng- bisa menghasilkan 5 - 7 orang peserta undangan #halah. Maklum, Betawi .. kalo perlu satu undangan = satu RT yang datang, la wong sodara semua sekampung.

Itu belum seberapa. Sodara-sodara Ibuku yang di Kudus datang hampir satu bis isi 30 orang, padahal gak diundang. Ehehehe.. ditelpon sih.. Trus inisiatif dateng semua, gelar tiker di rumah. Seru lah, pokoknya.. jadi pingin kawin lagi

5. JANGAN LUPA BAYAR DP DAN LAKUKAN GLADI RESIK, YAA..
Nah, kalo udah oke fixed, segera lakukan pendaftaran dan .. bayar DP-nya! Iya, biar gedung yang diincer gak dipake orang lain buat kondangan sunatan. 

Terus, ini pengalaman pribadi juga, sodara-sodara.. sebisa mungkin, lakukan gladi resik. Bang Dho yang mostly keluarganya semua Betawi tulen, agak aneh (baca : cekikikan) melihat aneka tradisi yang digelar keluargaku. Misalnya, Ibuku ingin ada acara siraman sebelum pengajian, trus ada tradisi suap-suapan bareng, pecahin kendi dan telur, dan lain-lain. 

Selain itu, gladi resik berguna agar kita tahu, pada saat acara penganten datang atau keluar dari mana. Butuh waktu berapa lama hingga ke pelaminan, atau yang sederhana, butuh waktu upacara berapa lama. 

So, itu beberapa tips dariku. 
Ada yang mau nambahin nggak? Misalnya, kalo ga ada bunga, sedia payung, gitu?


7 comments:

  1. Seru yah mba klo bahas ttg pernikahan heheuu..jadi kpingin nikah lagi, maksudnya flashback huhu

    ReplyDelete
  2. jadi kalau bikin undangan 500 maka pesen catering nya harus 1500 porsi ? kalau 1000 kurang dongya :(

    ReplyDelete
  3. ahh jadi pengen nikah lagii eehhh :v

    ReplyDelete
  4. bisa nih tipsnya buat nanti kalo mau nikah :D

    ReplyDelete
  5. Saya sudah pernah masuk ke gedung pernikahan di Balai Sudirman, Balai Kartini, Balai Prajurit Kopassus, TMII, gedung Depkeu, Balai Samudra, Pusdikkes, Gedung PIA Halim, Gedung Pernikahan Kodam di Cawang, Gedung Lemhannas, dll
    Cost memang layak diperhitungkan kecuali yang banyak duitnya.
    Terimakasih tipsnya
    Salam sayang dari Jombang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut Pakdhe yang paliiiing berkesan yang di mana?

      Delete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^