Featured Post

BERAPA HONOR ILUSTRATOR DAN BAGAIMANA SKEMA KERJANYA?

1. Bukan Ilustrator Pro Sebagai ilustrator yang "tercebur" secara tiba-tiba, saya sering -eh, sombong!- maksudnya  beberapa...

JANGAN NGOMONG DOANG



"Ngomong itu nggak doang," suara Panji Pragiwaksono mengiang di telinga - saat sedang nonton Youtube menggunakan earphone.

Hah! Si Panji ngomong apa pula kali ini. Aku suka sih dengerin dia kalo lagi standup terus bisaan banget nge-bully aka roasting orang.

Sampe pak Sandiaga Uno aja diroasting ama Panji. Ya walaupun ga serenyah kalo Kiki Saputri sama Ridwan Remin yang ngeroasting, yak...

Ya emang ngga semua bakal setuju sama Panji, buktinya komunitas pecinta kucing benci banget ama dia. Ini gara gara waktu dia standup, tau tau ngomongin si kucing sebagai si anying. Eh gimana?

Yah pokoke Panji tergelincir sedikit mentertawakan si kucing, dan buat sebagian besar pecinta kucing, that is not funny at all!

Balik ke yang tadi, ngomong tu gak "doang". 
Maksudnya, ngomong itu bukan perkara yang mudah. Bukan sekedar kayak lo ngobrol sama kang sayur langganan. Bahkan sama kang sayur langganan, kalo lo ngomongnya  ga jelas dia juga ga bakal mau ngeladenin! 

Boro boro mau beli ayam ama sayur asem, kang sayur nih, kalo ngeliat orang yang dia ngga suka, dia bakalan melengos pergi. Pura-pura ngga dengar, pura-pura ngga liat.

Mamam tuh nasi doang!

See?
Alasannya "ngomong itu ngga doang" jelas kan? Coba deh, pikirkan.

"Bicara itu bisa menggerakkan orang!"

"Bicara itu menjadi jembatan konsolidasi atau bahkan konfrontasi,"

Bicara, bahkan juga bisa mengubah mindset orang.
Mo bukti?

Bicaralah yang baik, yang bermutu pada anak balita.
Kemungkinan 10 banding 9 akan berakibat si balita tumbuh dewasa menjadi anak yang penyayang, bijaksana, penyabar, sekaligus cerdas dan santun.

Jangan jangan nanti 35 tahun yang akan datang, kalian akan jumpai si anak menjadi Ketua DPR RI, bisa jadi dia menjadi ustadz yang sholeh, guru besar di universitas terkemuka, menjadi pebisnis yang mendirikan pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia. Minimal jadi ketua RT lah di lingkungan tempat tinggalnya.... 

Bicaralah dengan intonasi yang keras, bicara tentang hal-hal negatif dan setengah memaki pada anak balita. Suruh si anak tersebut dengan nada bicara memerintah, direct order tanpa kata tolong dan terimakasih. 

"Tong, ambilin tuh nasi gua! Buruaaan!"

Kemungkinan besar, one day dia akan tumbuh dan menggantikan posisi orang nomor satu..... 

yang dicari polisi. 

Atau Batman. Alias kata kriminal, kayak Joker.

So? 
Jelas bukan, bahwa kita semua harus belajar ngomong? Itu sebabnya, menjadi public speaker itu penting sekali, apa pun pekerjaannya!

Karena apa pun bidang pekerjaan yang kita geluti, selalu ada kepentingan untuk bicara di depan publik.

Nah masalahnya,
orang itu biasanya takut public speaking karena the fear of rejection, takut ditolak, takut tidak didengar, takut salah bicara.

Takutnya kenapa?
Ya .. itu kadang ga jelas, susah diungkapkan dengan kata kata juga. Ada yang emang takut jadi banci tampil, ada yang takut berdiri di depan orang banyak, karena bisa jadi tidak terlatih menghadapi orang lain. 

Nah itu sebabnya, belajar public speaking berguna untuk mencari tahu, apa sih yang ada di benak pendengar? 
Saat public speaking class atau belajar menjadi public speaker, kita dilatih. 

Latihannya apa aja Neng?
Step pertama, tentu saja yang pertama kali dilatih adalah cara nyaman berbicara dengan orang lain, dengan intonasi yang tepat. Dengan artikulasi yang jelas. Dengan nada bicara tidak terburu-buru tapi juga tidak selo, lamban seperti siput kurang cairan.

Step kedua
Kita akan dilatih bagaimana caranya kita berjalan, atau tampil ke atas panggung. Panggung di sini maksudnya bukan naik podium saja, tapi juga membawakan diri di tengah orang banyak.

Masih menyangsikan bahwa komunikasi itu (tidak) penting?

Bayangkan saat di kantor ada acara family gathering misalnya. Eeh ternyata MC nya tidak hadir, padahal sudah dibayar mahal DPnya. Si MC ini sakit demam batuk pilek dan suaranya serak.

Sebagai manajer yang baik, lah ya mosok ga bisa menerangkan situasi yang terjadi? Minimal pemberitahuan sementara bahwa acara akan berjalan seperti biasa, dan tamu yang hadir dipersilahkan makan makanan yang telah disediakan, sambil mencari pengganti MC tersebut.

Gimana? Crucial kan, belajar ngomong yang ngga doang itu? Dan kayaknya, public speaker tidak pernah dengan matang diajarkan di sekolahan, terbukti dengan... tidak semua guru kita sukai. Hehhehhe..

Bahkan para banci tampil pun, ngga semua bisa ngomong dengan baik dan benar di situasi tertentu. 

Saya memang bukan seorang MC, bukan juga public speaker, hanya pernah mengikuti beberapa kelas public speaker.

Tapi, sekarang saya bersyukur, saya pernah mengikuti kelas tersebut. Beberapa kali, saya ternyata dihadapkan pada situasi di mana saya harus tampil dan berbicara di depan orang banyak. 

Saat ini, saya bahkan mengajar kelas gambar, kelas doodle - sekaligus terpaksa  menjadi pembicara di beberapa tempat. Di dalam dan di luar negeri pula! 

Coba kalau saya saat itu tidak pernah mau belajar, waaa.. pasti beberapa kesempatan indah itu menghilang, bukan?

Saya sih cuman menyampaikan opini saya aja. Mempersiapkan diri itu ga pernah salah loh. Kita tidak akan tahu, ke mana takdir membawa langkah kaki kita.  Menurut kalian gimana?

Tulisan ini saya tutup dengan kutipan kalimat Panji berikut. Ini kalimat yang bagus di atas itu yaaa.. 

JANGAN PERNAH MEMBUNUH MIMPI KITA, KARENA MIMPI TIDAK BISA MATI. DIA HANYA BISA PINGSAN, KEMUDIAN
BANGKIT LAGI DI SAAT USIA KITA SUDAH TUA, DALAM BENTUK PENYESALAN

27 comments

  1. Gongnya bagus banget mbak tanti, that was so powerful bagi saya. Terima kasih mbak tanti sudah bikin tulisan bagus seperti ini. Salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaa makasiiih mbak. semoga semangat tetep kejar impian, jangan dibunuh impiannya yaa

      Delete
  2. Woww endingnya luar biasa sekali mba :) langsung kayak di cambuk semangatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi iyaaa sengaja ditaro lagi di bawah itu, biar pada bangkit dari......

      Delete
  3. Nampak sederhana tapi maknanya dalam ya?
    Jangankan bicara di depan umum, antar teman pun ngga boleh asal mangap
    Karena bisa nyakitin orang

    ReplyDelete
  4. Duh kutipan akhirnya bikin saya merinding, Mak Neng. Kalau sekarang tidak punya cita cita tunggulah nanti tinggal penyesalan nya

    Wah ga mau. Mana waktu ga bisa balik lagi pastinya.

    ReplyDelete
  5. duh endingnya pas banget nih
    berbicara itu nggak gampang ya mbak, harus hati hati
    biar g menyakiti orang lain

    ReplyDelete
  6. JANGAN PERNAH MEMBUNUH MIMPI KITA, KARENA MIMPI TIDAK BISA MATI. DIA HANYA BISA PINGSAN, KEMUDIAN
    BANGKIT LAGI DI SAAT USIA KITA SUDAH TUA, DALAM BENTUK PENYESALAN

    Aduduuhh, ini makjleeb banget! Setuju ama poin2 yg dilontarkan Pandji
    Ini artinya PR banget buat dirikuu untuk melatih anak ber-public speaking yg baik dan benar

    ReplyDelete
  7. ngomong depan orang memang ga semudah ngedipkan mata, orang yang lihai bersilat juga kadang belum tentu benar bicara di depan publik

    ReplyDelete
  8. Saya juga setuju dengan mempersiapkan diri itu, ya karena emang kita gak tahu gimana kita nanti. BTW, itu quote penutupnya uwow banget.

    ReplyDelete
  9. Jangan pernah membunuh mimpi kita itu benar lho mbak, saya vakum jadi blogger setelah menikah, lah 12 tahun berlalu dan kini baru memulai, nyesel? Nyesel banget aslinya membuang waktu coba kalau diseriusi sebulan 4 kali post aja setelah 10 tahun mayan bangak pasti wkwk

    ReplyDelete
  10. Duuh makjleb banget niih baca ini, secara habis baper krn ngobrolin soal mimpi sama misua. Aku tuh dah merasa merelakan beberapa mimpi besar untuk pilihan yg lain demi ini dan itu tapi kok di hati emang masih blom rela membunuh mimpi2 tersebut hiks

    ReplyDelete
  11. semangaaat ya mba... tidak ada yang lebih membahagiakan dari menikmati hidup dan mewujudkan impian kitaaa. You're great indeed!

    ReplyDelete
  12. Semangat mewujudkan mimpi biar mereka gak pingsan! Aku pun sadar banget bahwa ngomong gak cuma ngomong. Sekarang aku lebih berusaha nyaring biar yang keluar gak nyakitin orang lain

    ReplyDelete
  13. Tidak mudah memang berbicara ditempat umum, memang harus berani dan percaya diri pun jika intonasinya enak didengar biar yg mendengarkan pun nyaman

    ReplyDelete
  14. jadi ingat lagunya Nidji ; mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia...


    dan juga tidak ada kata terlambat untyk belajar

    ReplyDelete
  15. Quotenya nendang banget jangan sampai kejadian pada kita, merasa ngga mampu raih mimpi, lalu dihempaskan begitu saja eh nanti menyesal tapi its too late..sedih...

    ReplyDelete
  16. Kak Tantii...
    Kerasa...kerasa, ngomong itu gak "doang" kok.

    Ngomong ini butuh latihan, jam terbang dan kesabaran.
    Memang gak mudah...apalagi ada karakter kita yang terlibat di sana.
    Plus mood.
    Aah....soo complicated deeh...

    Jadi aku salut bagi yang bisa menyampaikan pesan tanpa bertele-tele, jelas dan ringkas.

    ReplyDelete
  17. iya bener banget mba, the feel of rejection itu biasanya yang paling bikin grogi dan itu yang harus perlu dibenahi ya

    ReplyDelete
  18. Emang kerasa mba kalau ngomongnya belepotan. Tapi kalau ga mulai ya nanti yang ada nyesal sendiri.

    Kadang aku suka mikir, coba kalau dulu2 mulai pasti ga setelat ini dalam banyak hal

    ReplyDelete
  19. Aku juga suka dengerin standupnya panji mak Neng.. ngga cuma lucu tapi kadang dalem dan bagus maknanya yaaaa..

    ReplyDelete
  20. Belajar untuk pede bicara di depan publik itu memang harus melewati fase adem panas mba. Been there hehehee... kalau pas kondisi demam panggung tuh, semua yang mau diomongin langsung luntur.

    ReplyDelete
  21. Aku ini pengen banget Mak neng buat ikutan kelas public speaking tp belum ada ajaa yang pas hehe. Kalo teoritis mah udah ikut tp kan butuh ya praktek wkwk

    ReplyDelete
  22. Quotenya ngena banget, jadi inget aku perlu banget nih belajar publik speaking. Komunikasi emang ga bisa dikesampingkan ya dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  23. Wow sentilan jleb ini. Bicara asal mamgap so simpel tapi efeknya ga simpel deh kalau diksinya membahayakan. Sebelum mangap harus paham, isi dari apa yang mau kita sampaikan..setuju maksay?

    ReplyDelete
  24. Ngomong itu memang ngga "doang". Salah mengungkapkan sesuatu bahkan bisa jadi boomerang.

    Terima kasih, Tanteee... Tulisannya ini makjleb sekali. Terutama yang bagian cara berkomunikasi dengan anak-anak itu. Bikin pengen nangis, huhu...

    ReplyDelete
  25. bener bener, aku setuju tentang "berbicara mampu mengubah mindset orang".
    itulah kenapa, apapun yang kita sampaikan atau ketik, lebih baik dengan bahasa yang santun dan enak didengar atau dibaca

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat (^_^)

Btw, jika ada link hidup dengan berat hati saya hapus \(*_*)/