FENOMENA KAYA DENGAN CARA INSTAN, DAN SKEMA PONZI


Manusia pingin cepat kaya dengan cara instan!

Yes, hal paling mendasar dari semua itu, adalah satu pernyataan yang kukutip dari Roy Shakti; "orang yang susah itu, biasanya emang gak mau susah!"

Fenomena pengen cepat kaya inilah, yang kemudian ditangkap oleh para "pakar ekonomi" yang bermoral sama seperti Robert Ponzi, si penipu kelas kakap yang menelurkan money game yang dikenal dengan Ponzi Scheme !

BENARKAH BERINVESTASI DARI RUMAH ITU AMAN?

Akhir-akhir ini, berbondong-bondong orang melakukan trading saham dalam bentuk valas atau forex dari rumah. Tentu saja, hal ini karena adanya percepatan ekonomi yang didorong oleh roket bernama internet. 

Yang kumaksud "berbondong-bondong", beneran itu! 
Massa menyerbu paket investasi dalam bentuk apa saja, dan saat ini tuh, bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk orang-orang kayak aku, a.k.a IRT yang habis melakukan pekerjaan rumah, lantas gabut pengen belanja tapi gak punya duit. 
Maksudnya duit lebihan, kalo duit belanja mah mau tak mau kan harus ada. 😉

Sebagian IRT ada yang melakukan kerja keras dengan jualan online. Lah tapi kan tidak semua orang bakat dagang, atau bakat menciptakan sesuatu ya... so, larilah yang sebagian ini ke saham atau online trading.

Kenapa saham? 

Yah.....

1. Tidak semua orang bisa jadi seleb! Entah selebgram, seleb tiktok atau youtuber kenamaan.

2. Sekali lagi, semua orang ingin apa yang mereka lakukan berhasil, cepat dapat keuntungan, plus.... instan!

3. Kemudahan bermain, mengandalkan gadget - aplikasi - dan "terlihat mudah untuk dilakukan dari mana saja".

Nah, di sinilah pentingnya untuk kita, sebaiknya mempelajari dahulu soal investasi agar tidak terjerat dalam skema ponzi
sebelum memutuskan untuk menanamkan modal.

SKEMA PONZI, TOO GOOD TO BE TRUE



Jangan bilang aku ini pinter dalam hal ini , ya ... tidak! Justru aku sengaja nulis ini karena pernah terjebak - hingga dipaksa berhutang dalam jumlah besar, karena terus menerus "diedukasi" (kalimat halus dari brainwash) oleh teman dekat saat kuliah dulu!

Sekali, dua kali kutolak,
but, itu tadi, ketika akhirnya diajak jalan-jalan ke luar negeri dulu, ditraktir terus menerus makan-makan di hotel mewah, lama-lama iman yang tadinya tahan, eh.. jebol juga! 

*mengsedih... 👻😞

  • "Kok ni orang banyak amat, duitnya ya.. apa jangan-jangan bisnis ini beneran ada?"

  • "Eh ternyata, setelah dicek di negaranya, produk ini beneran ada! Berarti ini bisnis beneran!"
PS. 
Setelah berhasil keluar dari perusahaan itu, aku baru sadar, bahwa perusahaan itu hanya menyewa sebuah gerai yang bagus, dan... ga ada tuh pabriknya! Kena deh, ketipu abis...

Menjanjikan keuntungan besar, adalah konsep dasar dari semua money game.
Mengutip laman sikapiuangmu.ojk.go.id, skema ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, 
bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini.
Konsepnya kayak kita pegang casing handphone atau chasis mobil. 
Di permukaan, mereka bisa berganti rupa menjadi apa saja, padahal isi dalamnya ya itu itu aja!

Konsep casing handphone ini yang dipake berulang oleh money game concept. 

Bahaya atau dahsyatnya konsep ini adalah meng-create alam bawah sadar bahwa "Ada loh, tambang emas di situ, yang lain kan, berhasil ... masak kamu engga?"
Lebih dahsyat lagi jika bahan bakarnya adalah ego, ingin membuktikan, kalau diri ini satu saat akan lebih dari yang lain!

Kenapa namanya skema Ponzi?



Skema ini pertama kali dicetuskan oleh Charles Ponzi dari Italia. 

Ia adalah seorang mantan manajer bank di tahun 1900, di Montreal, Kanada. Di situ ia belajar cara gali lobang tutup lobang, dan kemudian ia kembangkan sistemnya di Amerika.

Di awal, Ponzi berjualan perangko mahal, dan meraup keuntungan hingga 400%. Sayang, ia kemudian menjadi serakah, dan mendirikan The Securities Exchange Company, yang menjadi perusahaan dengan skema piramida pertama.

Selanjutnya, bisa ditebak. Perusahaan ini bangkrut dan para investor harus gigit jari ketika kehilangan uang mereka.

Fenomena tersebut pun merambat ke Indonesia. Praktik investasi bodong ini sudah banyak terjadi di Indonesia sejak tahun 1990-an.

Berikut beberapa contoh penawaran investasi dengan skema Ponzi yang ada di Indonesia.

  • PT. Qurnia Subur Alam Raya (QSAR)
  • Golden Traders Indonesia (GTI)
  • Virgin Gold Mining Corporation (VGMC) - 2012 - sebuah perusahaan tambang emas yang ga ada tambangnya
  • First Travel - jelas, ini perusahaan yang viral kemaren, perusahaan tour and travel bodong
  • Anugerah Karya Wisata
  • Abu Tours
  • Manusia Membantu Manusia (MMM) - 2015 ini dari Rusia - sempat viral karena konsepnya saling membantu, kenyataannya...?
  • Pandawa Group
  • MeMiles

Bagaimana agar tidak terjebak dalam bisnis Skema Ponzi?

Contoh pose foto bisnis Skema Ponzi
menggambarkan kesuksesan, kekayaan dan loyalitas
(sengaja blur soalnya cuman buat contoh)


Agar tak terjebak dalam modus investasi tersebut, masyarakat harus memiliki kecermatan mencari informasi dan ketelitian dalam memilih jenis serta perusahaan investasi.

"Kalau kita tidak belajar cara yang benar maka dunia akan ngajarin kita cara yang salah".

Kebanyakan masyarakat tergiur dengan investasi yang menjanjikan tingkat pengembalian atau bagi hasil yang tinggi, tanpa menyelidiki lebih dulu kredibilitas dan legalitas dari perusahaan investasi terkait.

Alhasil, alih-alih mendapatkan keuntungan besar, masyarakat justru menderita kerugian finansial karena menjadi korban penipuan.

Tanpa disadari, masyarakat terjebak dalam iming-iming yang menerapkan skema ponzi.

Sialnya, kebanyakan orang berpotensi tertipu justru karena "orang dalem" misal sodara, teman dekat, bahkan ortu sendiri!

Oh ya, semua bisnis dengan Skema Piramida atau Skema Ponzi, disusupi sebuah ideologi yang loyalitasnya tinggi. Misalnya foto dengan seragam, dress code tertentu, dan pake "kode jari" yang identik dengan bisnis ini.


Atas dasar itu, masyarakat perlu mengetahui ciri-ciri skema ponzi agar terhindar dari kerugian.

Berikut ciri-cirinya:

  • Menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat dan tanpa risiko
  • Proses bisnis investasi yang tidak jelas
  • Produk investasi biasanya milik luar negeri
  • Staf Penjualan mendapatkan komisi dalam merekrut orang
  • Pada saat investor ingin menarik investasi malah diiming-imingi investasi dengan bunga yang lebih tinggi
  • Mengundang calon investor dengan menggunakan tokoh masyarakat dan tokoh agama sebagai figur
  • Pengembalian macet di tengah-tengah.

Jaman now, kayaknya sudah banyak yang edukasi, jadi ngga mungkin dong ada money game dalam bentuk MLM - skema piramida - skema Ponzi lagi?

Eiiits.. nanti dulu. Mari kita perhatikan fenomena selanjutnya.. 

KOK ENAK YA, MAINAN SAHAM DARI RUMAH, CUAN MENGALIR? 

Beberapa tahun belakangan ini,
setelah aplikasi merajai ponsel, dan literasi keuangan seolah sudah menjangkau semua lapisan masyarakat, maka fenomena yang berkembang adalah penitipan dana forex. 

Penitipan dana forex yang terkenal scammer ini di tahun 2018, namanya MIA - Fintech FX, dan GCG (Guardian Capital Group) Asia Indonesia. 
Kasus dugaan penipuan ini berawal dari adanya seminar-seminar tentang MIA yang dilakukan oleh terlapor di beberapa kota di Indonesia seperti di Bali, DKI Jakarta, dan Medan. 

Dalam memperkenalkan perusahaannya, JC mengklaim perusahaan mereka sebagai broker forex yang sangat berpengalaman dan memiliki izin sebagai broker forex di Australia, dan dapat menghasilkan keuntungan sekitar 15 persen per bulan dari nilai investasi yang disetorkan.

Kasus Broker Valas Sunton Capital

Satu lagi yang sedang viral.

Jagad trading valuta asing (valas) alias forex (foreign exchange) geger setelah sejumlah pengguna media sosial mengunggah soal banyaknya nasabah yang mengalami kerugian atas dugaan penipuan investasi broker valas Sunton Capital (SuntonFX).

Salah satunya yang membongkar dugaan penipuan ini ialah musisi dan pianis Ananda Sukarlan di akun Twitternya, @anandasukarlan.

Sunton Capital disebut mengiming-imingi profit yang cukup besar, di kisaran 5% sampai dengan 20%. Sunton Capital juga dinilai sudah masuk kategori money game dan ponzi.

"Turut prihatin untuk para korban... Next time harus tahu lah bedanya money game, investment bodong sama software atau robot beneran. Kalau beneran itu profitnya ga bisa segede itu dan ga selalu untung," cuit Ananda, dikutip CNBC Indonesia, Selasa (19/10/2021).
"Duh makanya udah deh jangan invest di money games apa ponzi gini. Akhirnya semua duit jadi 0 . Cari cuan malah nangis."

Dia mengisahkan, pada 14 Oktober 2021 lalu pukul 21.27 saat trading terjadi, SuntonFX melakukan margin call di mana grafik dimanipulasi total.

Margin call adalah sistem peringatan yang menunjukkan bahwa dana akun trading sudah tidak mencukupi untuk membuka posisi trading.

"Nah, ketika itu terjadi, biasanya tahap selanjutnya 
broker kabur dan semua layanan tidak bisa diakses," cuit Ananda.

"Tweehearts, aku ikut sedih untuk kalian yang sudah
tertipu "investment" Sunton #suntoncapital . 
Dimengerti sih, iming-iming profit gede banget, 
padahal ini money game, 
ya ikut aja padahal hidup jadi ga tenang, 
mantengin terus, takut kabur sebelum kalian ambil duit pokoknya. 
A thread ---," cuit Ananda.

"Terus Instagramnya juga hilang, 
dan https://suntonfx.id langsung gembok IG nya. 
Dulu janjinya profit 5-20% sehari. 
Itu gimana mungkin coba? 
Dikasih enak dulu beberapa bulan, 
begitu masuk bulan "kesekian", sistem "maintanance". 
Tapi tetep bisa deposit, bahkan dikasih bonus 10%!"

"Nah makanya, kalau mau invest, pastikan perusahaannya jelas: foundernya dan directorsnya siapa-siapa aja, gedung-gedung & kantornya di mana," cuit Ananda lagi.
Netizen lainnya, @JordieYonatan, menyebut, "Rest In Peace Sunton Capital. Sejak pandemi, hype investasi meningkat drastis. Mulai dari saham, crypto, forex, hingga dunia perobotan. Saya ga menjelekan, tp kita belajar aja dari kasus-kasus yang ada. Ada yang sampe kehilangan miliaran loh di kasus ini. #SuntonCapital #BreakingNews," cuitnya.

Tak lama berselang, akun Instagram SuntonFX juga menghilang. Dalam pengumumannya di laman Facebook, Sunton Capital Indonesia bahkan menyatakan sejak 1 Juni 2021 sampai dengan 14 Oktober, Sunton Capital Ltd adalah scam dan sudah berakhir.

Berdasarkan informasi yang beredar, Sunton Capital adalah broker forex asing yang berasal dari Inggris.

Cara kerja SuntonFX mirip dengan broker pada umumnya. Sebelum melakukan trading, nasabah diminta melakukan deposit minimal US$ 50.

Selanjutnya, manajer investasi akan mengarahkan nasabah untuk melakukan transaksi jual atau beli berdasarkan waktu yang telah ditentukan.

Namun kini, broker tersebut sedang dalam masalah dan banyak nasabah di Indonesia yang dirugikan.

Situs resminya https://suntonfx.id tak bisa diakses lagi, hanya tertulis "Halaman ini merupakan halaman bawaan. Silakan upload konten website Anda."

Sementara itu CNBC Indonesia mengirimkan direct message ke Instagram suntonfx.id pun belum berbalas.

Di Akun Telegram ada Sunton Capital Group dengan member hingga 11.215.

Dalam akun Telegram tersebut, dijanjikan profit investasi 40-50-60% dari modal yang diinvestasikan.

"Misalkan kk join plan basic 2juta. Pencairan mopit setiap hari sampai 1 minggu
  • Hari ke 1=800.000
  • Hari ke 2=800.000
  • Hari ke 3=800.000
  • Hari ke 4=800.000
  • Hari ke 5=800.000
  • Hari ke 6=800.000
  • Hari ke 7=800.000+modal kk 2.000.000."

"Jadi total keseluruhan dalam 1 minggu beserta modal kk.. 7.600.000 kk 1 minggu Pencairan : Per hari 40% mulai hari ke 1-7 dapat 800rb hasil profit setiap hari @Sunton_Capital_ID," tulis akun Telegram tersebut.

Dikutip dari CNBC Indonesia yang mengonfirmasi lebih lanjut mengenai kasus ini kepada Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam L. Tobing.
"Kegiatan Sunton Capital tidak ada izin di Indonesia sehingga ilegal," tegas Tongam.
Modus penipuan melalui entitas investasi itu modusnya akan selalu sama, di antaranya dia mengadakan seminar-seminar di hotel yang mewah, di tempat-tempat yang mewah dengan mengundang tokoh pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan yang terpenting di menawarkan bonus!

"Bonus itu bisa seperti barang-barang mewah, kapal pesiar, mobil, bonus keuntungan yang akan didapatkan. itu yang membuat masyarakat tergugah dan menempatkan dananya untuk investasi,"

Nah kalau sudah begini, siapa yang rugi?

Well ..

bicara mengenai investasi, tak semuanya scammer pasti. Tapi, jika terlalu mudah, terlalu cepat, bahkan menjanjikan kekayaan dalam waktu singkat, sebaiknya berhati-hati!

34 comments

  1. wah menarik sekali sharing nya, terimakasih. bisa buat belajar nih siapa tahu nanti tertarik terjun ke dunia investasi saham

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiiin inget ya pilih yang perusahaannya "beneran" ada

      Delete
  2. Nah setuju nih literasi ini harus terus disebarkan..mendapat kekeyaan instan tuh kayaknya banyak diyakini orang ya terutama masyarakat kita nih..padahal agama aja mengajarkan kekayaan barokah ya kitanya ikut kerja keras dan cerdas . Contoh Cerdas misalkan jika investasikan uang harus dilihat legalitas perusahaannya jangan asal setor uang aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. betuuul... enak sih kaya mendadak tapi kalo buntutnya berhutang hiiiy

      Delete
  3. Kalau udah urusan investasi perusahaan begini sih memang jangan cuma tergiur bisa meraup keuntungan dalam tempo cepat. Pelajari dan teliti lagi sih ya

    ReplyDelete
  4. Sebetulnya bisnis apapun bagus, Asalkan paham
    Bahkan jualan pisang goreng gak bisa instant, harus dipelajari dan dipahami Kemungkinan gagal /rugi /dagangan gak laku

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener ambu tapi ini lebih banyak scammer nya sih

      Delete
  5. Saya nggak pernah ngerti main beginian Mbak, hihihi, tapi dulu mantan suami main. Pernah sih diajarin.
    Memang menarik ya kalau pas beli rendah trus bisa jual tinggi. Tapi memang kalau rugi, duit juga bisa sampai habis. Makanya harus berhati-hati banget ya? Kalau bot yang terpercaya apa tuh Mbak? Aman nggak sih pakai bot?

    ReplyDelete
  6. Mak Tanti selamat pagi,cerita investasi bodong sudah banyak dialami sekelilingku.Ya teman,saudara tetangga.Mereka tuh awalnya merayu aku dengan berbagai cara apalagi penampilan mereka kerennnn...abis.Mereka malah promosi penampilan dengan barang branded hasil investasi.Aku bilang gak punya uang mereka saranin untuk berhutang,gila ya (hutang gue udah banyak mau ditumpuk lagi ha...ha...ha),alhasil mereka cuma ngedumel saja.Kudu hati-hati en selektif ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. aiiiih kisah sedih yang akan terus terulang!

      BUkan teman yang "menjerumuskan" tapi malah sodara

      Delete
  7. Terima kasih melalui tulisan ini membekali keamanan keuangan dalam berinvestasi aman, ilmu dan pengetahuan melalui tulisannini membantu memberikan pemahaman yang aman

    ReplyDelete
  8. makasih sharing-nya mbk aku sering menolak ajakan acara seminar di hotel dengan janji2 beginian, selain emang enggak sesuai dengan isi hatiku, enggak ada yang jagain anak2 hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah iya alasan yang tepat, dan diselamatkan Allah

      Delete
  9. Mbak, pengingat banget buatku ini...duh bener deh, iming-imingnya investasi tipe ini tuh selangit. Dan setuju enggak semua investasi berskema Ponzi, maka mesti hati-ati dan lebih teliti. Jika ternyata terlalu mudah, cepat dan menjanjikan keuntungan dalam waktu singkat...udah meragukan itu pasti

    ReplyDelete
    Replies
    1. bangeeetttt
      aku tuh berhitung di awal aja, dengan kurun waktu 3 bulan akan dapat ratusan juta, ya aku kok bego banget percayaaaaa

      Delete
  10. Intinya, kalo investasi itu menjanjikan keuntungan berlipat dalam waktu singkat, saya langsung menghindarinya.

    Saat masih di kantor lama, saya diajakin teman untuk ikut investasi seperti ini, langsung saya tolak dan coba menjelaskan padanya bahwa itu skema ponzi namun dia gak percaya, ya udah sepertinya sampe sekarang dia masih menjalani bisnis ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak, untung mbak Ira hati hati ya, tolak aja halus

      Delete
  11. Ah... ini benee banget Mbak.
    Aku sebel dg iklan-iklan investasi yang menjanjikan uang besar dengan kurun waktu cepat. Ga ada yang seperti itu. Kalau pun ada, yakin lah modalnya ga kecil apalagi main saham-sahaman.

    Skema ponzi ini sebenarnya gampang sibaca akan tetapi banyak orang yang ga faham.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiks dan itu terjadi di aku,
      untung yang keluar modal bukan aku tapi upline, kasihan juga sih

      Delete
  12. Nah ini, masih banyak orang enggak paham dengan skema Ponzi. Tetap banyak yang terjebak menunjukkan kalau orang-orang yang pengen dapat banyak uang dalam waktu singkat serta mudah itu ada mbak.

    ReplyDelete
  13. Jujur aja penademi bikin aku terjebak bisnis investasi dan ga mau lagi, pengen yg halal, jelas n berkah aja ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaaaa terjebak emang ga enak, jalan keluarnya ternyata lebih terjal curam berliku berbatu tajam

      Delete
  14. Memang benar ya mba, pada saat ditawari investasi harus ditelusuri dulu skemanya. Jika terlalu menggiurkan juga patut diwaspadai ya. Bukan suudzon hanya lebih antisipasi juga. Artikel ini bermanfaat sekali untuk saya yang awam masalah skema POnzi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya saya juga awam sebenernya tapi terjebak dan akhirnya saya berpikir harus ada hikmahnya di balik ini

      Delete
  15. aku yg bener2 awam sama dunia saham dan semestanya sedikit punya gambaran tentangnya.

    Walau masih takut2 buat nyemplung tapi artikel ini adalah bekal kalu mau memulai sih..

    ReplyDelete
  16. Pas baca judulnya, pikiranku auto traveling kak.

    Kaya instan?

    Hehe... Nyangkanya malah kayak yang viral pake magic magic gitu. Ternyata bukan ya

    ReplyDelete
  17. Dulu inget gara-gara aplikasi apa gitu yang menawarkan keuntungan banyak dan cepat. Akhirya cari-cari info sampai ketemu dengan skema ponzi. Makin banyak info ini biar orang lebih hati-hati untuk berinvestasi.

    ReplyDelete
  18. Tanteee... Ada untungnya juga ya "ngga terlalu kepinginan" kayak Arin. Mau beli-beli aja mikir berkali-kali, apalagi untuk investasi yang belum tau hasilnya beneran apa engga.

    Suka banget sama remindernya: Kalau kita tidak belajar cara yang benar, maka dunia akan ngajarin kita cara yang salah."

    Seperti ibadah, yang kita harus tau dulu ilmunya, mencari kekayaan pun harus cari ilmunya dulu biar ngga tersesat.

    ReplyDelete
  19. Masih belum begitu paham sama dunia per - saham - an nih, makasih ilmunya nih. Harus belajar pelan - pelan soalnya saya awam banget hehehe.

    ReplyDelete

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA BLOG NENG TANTI (^_^)