Sgraffito, Seni Menggores untuk Mengungkap Warna

Pernah nggak sih, kamu berdiri di depan sebuah lukisan di galeri, terus pas mendekat, matamu langsung tertuju ke garis-garis unik yang kelihatan 'berbeda'? 

Garisnya bukan cuma hasil usapan kuas, tapi kayak guratan halus yang sengaja "dirobek" untuk memunculkan warna tersembunyi di baliknya. Rasanya magis banget, kayak lukisan itu punya rahasia yang sengaja dibocorkan sedikit demi sedikit ke penikmatnya.

Jujur, sebagai seorang working mom yang aktivitas sehari-harinya padat, momen memperhatikan detail seni seperti ini jadi bentuk self healing yang menyenangkan banget!

Nah, rasa penasaran itu membawaku berkenalan sama satu teknik seni yang estetik dan satisfying banget: Sgraffito.

Kalau sebagian besar teknik melukis fokus pada menambahkan warna—seperti menggoreskan pensil atau menorehkan cat—sgraffito justru sebaliknya. Teknik ini mengandalkan proses mengikis atau mengurangi lapisan atas untuk memperlihatkan warna yang tersembunyi di bawahnya.

Apa Arti Sgraffito?

Secara etimologi, kata sgraffito berasal dari bahasa Italia, sgraffiare, yang artinya “menggores” atau “mengikis”.

Konsep dasarnya simpel tapi jenius. Kamu cuma perlu menyiapkan dua atau lebih lapisan warna yang berbeda. Setelah lapisan paling atas dioleskan, kamu tinggal menggoresnya pakai alat khusus sebelum lapisannya benar-benar mengering.

Kontras warna inilah yang bikin sgraffito kelihatan hidup. Garis yang muncul bukan sekadar cat baru, melainkan hasil dari proses "menyingkap" misteri di bawahnya. Menurut National Portrait Gallery, sgraffito memang dikenal sebagai teknik mengikis garis pada lapisan atas cat (atau bahkan pelapisan emas!) demi menampilkan warna kontras di baliknya.

Jejak Sejarah Sgraffito: Dari Keramik Kuno hingga Fasad Eropa

Sgraffito ini bukan barang baru di dunia seni rupa. Teknik ini punya sejarah panjang, terutama dalam seni keramik dan arsitektur dekoratif.

  • Keramik Nishapur (Abad ke-10): The Metropolitan Museum of Art mendokumentasikan salah satu peninggalan bersejarah paling populer, yaitu keramik sgraffito dari Nishapur, Iran. Pengrajin zaman dulu menggores lapisan slip (tanah liat cair) putih untuk memperlihatkan warna asli tanah liat di bawahnya sebelum dibakar dan diberi glasir.

  • Arsitektur Renaisans: Di Eropa, khususnya Italia masa Renaisans, sgraffito dipakai untuk menghias fasad bangunan. Lapisan plester dinding dengan warna berbeda dikikis sedemikian rupa untuk membentuk ornamen geometris dan figur yang megah.

Cara Eksperimen Teknik Sgraffito untuk Pemula

Buat kamu yang pengin coba hands-on bikin karya sgraffito di rumah, baik pakai cat akrilik maupun cat minyak, ini langkah-langkah simpel yang bisa kamu ikuti:

  1. Siapkan Media Lukis: Pakai kanvas, papan lukis, atau kertas gambar tebal yang tahan goresan.

  2. Bikin Lapisan Warna Pertama (Base): Aplikasikan warna dasar. Bisa satu warna bold, gradasi, atau multicolor. Biarkan lapisan ini mengering sempurna!

  3. Tutup dengan Lapisan Warna Kedua: Timpa warna dasar tadi dengan warna kedua yang kontras (misal: warna dasar kuning terang ditimpa warna hitam atau navy).

  4. Waktunya Menggores! Sebelum lapisan atas kering sepenuhnya, gunakan alat seperti ujung kuas bekas, tusuk gigi, stik bambu, atau palette knife untuk mulai menggambar.

  5. Finishing & Detail: Rapikan pola visualmu, lalu beri varnish atau pelapis jika diperlukan agar catnya awet.

4 Inspirasi Penggunaan Sgraffito dalam Karya Seni

Teknik ini fleksibel banget dan bisa dipakai di berbagai genre lukisan:

  • Detail Lukisan Potret: Sir Peter Paul Rubens pernah memanfaatkannya untuk memberi aksen detail dekoratif yang halus pada pakaian atau tekstur rambut.

  • Tekstur Alam yang Hidup: Cocok banget buat bikin urat daun, serat kayu, batuan, sampai rerimbunan rumput.

  • Lukisan Abstrak Berlapis: Memberi kesan dimensi dan narasi bahwa lukisan tersebut punya "sejarah" proses kreatif di balik tiap lapisannya.

  • Seni Kriya & Keramik: Seperti contoh mangkuk bersejarah dari Nishapur, teknik ini bikin permukaan keramik terasa bertekstur dan otentik.

Hal yang Wajib Diperhatikan

Biar eksperimenmu enggak gagal, kunci utamanya ada di kontrol waktu dan tekanan tangan.

Kalau pakai cat akrilik, kamu harus gerak cepat karena akrilik gampang kering. Sementara kalau pakai cat minyak, kamu punya window time lebih lama, tapi harus hati-hati agar sapuan goresan tidak terlalu becek. Selain itu, pastikan kombinasi warna atas dan bawah punya kontras yang pas biar hasilnya pop-up!

Ketika Mengurangi Justru Menghasilkan Seni

Sgraffito mengajarkan satu hal filosofis yang menarik dalam berkarya: menciptakan seni enggak selalu tentang menambahkan sesuatu. Kadang, keindahan justru lahir saat kita berani mengikis, membuka, dan melepaskan apa yang tertutup di permukaan.

Setiap goresan spontan pada kanvas memberi ruang bagi warna lama untuk bersinar kembali. Menurutmu gimana? Jadi penasaran pengin coba corat-coret kanvas pakai teknik ini di akhir pekan? Yuk, bagikan pendapat atau pengalaman senimu di kolom komentar!

Komentar

  1. Jadi teringat waktu kecil pernah mainan krayon yang ditimpa warna hitam terus digores pakai jarum, ternyata itu versi sederhana dari teknik Sgraffito, ya. Sgraffito ini memang kelihatan satisfying banget pas menggores lapisan atasnya untuk munculin warna dasar. Filosofi 'mengurangi untuk menghasilkan seni' di akhir tulisan bikin mikir juga.

    BalasHapus
  2. Ternyata teknik yang dulu sering kita lakukan waktu kecil dengan krayon dan warna hitam itu punya nama keren: Sgraffito! Menarik banget karena ternyata teknik menggores ini punya sejarah panjang dalam seni keramik dan arsitektur. Dan aku suka banget bagian filosofinya: kadang keindahan justru muncul ketika kita berani mengikis sesuatu. Jadi penasaran pengin coba juga!

    BalasHapus
  3. wah baru tahu tentang teknik sgraffito ini tapi kayaknya kita sudah cukup sering ya, mbak melihat hasilnya cuma nggak tahu namanya. pastinya untuk bisa menghasilkan karya seperti ini diperlukan ketelitian dan ketelatenan nih agar lukisan yang keluar itu bisa presisi dan warnanya jadi cantik

    BalasHapus
  4. Diingat-ingat lagi, dan blank, sama sekali belum punya pengalaman melihat karya seni sgraffito ini. Sebagai metode seni lukis, saya baru mendengar dan membacanya hari ini. Unik, dan seninya dapat banget ya. Hasilnya juga benar-benar nyeni banget. Dan seperti ditulis teh Mechta, beneran lihat perpaduan warnanya dari hasil goresan kaya ekstase gitu ya....

    BalasHapus
  5. wow..wow...saya sampai buka YouTube dan IG untuk ngelihat proses Sgraffito dan hasilnya
    ternyata sekeren itu ya?
    Seperti misalnya keramik, dulu saya selalu nemenin anak yang belajar keramik
    tentu saja hasilnya yang standar ya
    karena itu sering bingung dengan beberapa keramik yang amaze
    dan sekarang baru paham bahwa itu merupakan hasil teknik Sgraffito
    Tenkyu Mbak Tanti, tulisannya informatif banget

    BalasHapus
  6. Cantik sekali hasil lukisannya Sgraffito. Saya pernah melihat hasil karya lukisan seperti ini. Saya pikir sama saja dengan lukisan biasa pada umumnya. Ternyata memiliki nama khusus yang berbeda.bertambah lagi pengetahuan saya setelah membaca tulisan ini. Terima kasih Kak Tanti...very inspiring artikelnya.

    BalasHapus
  7. Happy banget baca artikelnya. Jadi dapat ilmu baru terkait Sgraffito. Bukan hanya pengertian dan teori tetapi jadi tau sejarah dan tujuan seni tersebut. Rupanya selalu ada teknik menarik dalam sebuah karya seni. Jujur, penasaran pengen cobain sih. Ada studio khususnya nggak?

    BalasHapus
  8. Pastinya gak membosankan menikmati karya yang dituangkan dengan teknik sgraffito ini soalnya bisa memerhatikan garis dan lekuk yang tak biasa. Menjura sama senimannya. Kapan kita rame2 bikin Mba, Yuk

    BalasHapus
  9. aku sukaaaa banget seni yang satu ini, aku pikir namanya engraving, hehe. aku gak ngulik lagi tentang jenis seni yang satu ini. pengen nyobain tapi kok kayak yang susah gitu yaaa, udah ciut sebelum nyoba. pengennya ikutan kursusnya kalau ada.. hasilnya emang bagus - bagus yaaa, bisa bikin stempel sendiri juga pake teknik ini.

    Banyak ilustrator yang juga pakai teknik ini, jadi hasilnya mirip dengan karya mereka cuman pakai teknik yang beda, lucu banget!!

    BalasHapus
  10. Masyaallah kalo liat keramik seperti ini senang sekali deh.. Aku jadi tau nama kerennya, Sgraffito. Aku pernah liat karya begini tapi sekadar tau aja. Dan setelah membaca artikel ini aku jadi ingat karya itu lagi, bikin aku makin speechless karena kagum bgt bisa cantik2 gitu😍

    BalasHapus

Posting Komentar

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA BLOG NENG TANTI (^_^)

Postingan Populer