Tuesday, June 6, 2017

DENGAN VIOSTIN DS, BYE BYE NYERI SENDI

DENGAN VIOSTIN DS, BYE BYE NYERI SENDI
TANTI AMELIA

Ngga pernah terbayang kalau aku satu hari nanti merasakan nyeri sendi!
Nyeri sendi! 


Itu kan, penyakit manula, penyakit aki-aki dan nini-nini! Aku kan aktif olahraga, mana mungkin terkena penyakit sejenis ini!

Walau tidak pernah menyangkal kalau usia udah melipir tipis masuk setengah abad, rasa-rasanya ngga rela kalau harus berakhir menua dengan hanya duduk ‘ngelomprot’ gitu. Duh, semoga engga ya Allaah!

Tapi… apa daya, di akhir tahun 2015, aku terkena radang sendi di lutut!

Ngga usah tanya rasanya yaaa.. ini tuh lebih menyakitkan daripada putus en ditinggal kawin ama mantan !

Dalam sekejap, dunia berubah total
 L

Kalau radang sendi menyerang mana bisa berfoto seperti ini!
Foto by Ali Muakhir
Hobiku yang tadinya aerobik seminggu 3 kali, jalan atau naik sepeda keliling Gading Serpong jadi duduk-duduk saja di rumah. 

Aku takut bergerak!

Aku yang tadinya aktif antar jemput anak-anak, hobi jalan kaki pagi di hari Minggu, jadi lebih suka duduk membaca atau menggambar berjam-jam.

Aku juga jadi bergantung sepenuhnya sama suami atau karyawan bengkel motor Yamaha milikku untuk mengantar jemput anak-anak. Bayangkan, anak 4 itu bersekolah di tempat berbeda dan dengan jadwal kegiatan berbeda-beda juga. Ada yang les, ngaji, marching band dan paskibra.

Sedih? Tentu saja. aku juga jadi mudah marah, karena ketidak berdayaanku ini.

Yang paling bikin sedih adalah.. saat shalat, aku nyaris tidak bisa menekuk lutut! Kadang, untuk menekuk lutut itu aku harus pelan-pelan mengambil posisi merangkak terlebih dahulu. Hiks.. lima kali sehari loh, sholat dilakukan dengan kondisi menyedihkan seperti itu. Dan kejadian yang paling parah puncaknya di awal tahun 2016, selama sebulan penuh.

Karena takut ke dokter awalnya, aku mencoba mengobati sendiri ngilu di persendian lutut ini. Ada yang bilang konsumsi sejenis pil China, aku beli. Ada yang bilang jamu anti ngilu, aku konsumsi. Bahkan, Pakdeku memberi obat asam urat aku tenggak juga.

Pokoknya apa pun aku lakukan, supaya nyeri tidak menyerang lagi. Selain itu.. setiap bepergian, aku selalu membawa obat nyeri seperti paracetamol dosis tinggi!


Arthritis relief naturally with Dr. Brad's liquid FlexEasy supplement www.flexeasy.com
Hampir setahun aku merasakan ngilu seperti itu. Akhirnya memang ke dokter juga sih, dan mendapat dua diagnosa berbeda seperti planet Venus dan Mars.
Dokter pertama,mendiagnosa lututku mengalami osteoarthritis  dan menyarankan untuk mengoperasi tempurung lututku!

Wah! Ngajak berantem banget ya, sarannya. Karena aku takut, akhirnya aku mencari second opinion ke dokter berbeda. Dokter ini mengecek pola makan dan keseharianku.

Daaan.. ketahuan, salah satu pola hidupku yang sangat tidak sehat : minum kopi bergelas-gelas setiap hari!

Beliau menyarankan aku untuk sementara tidak mengkonsumsi kopi, dan disarankan mulai bergerak kembali tapi di air. Ngga usah berenang, tapi yang penting setiap minggu dua kali berjalan di air.


Nama kerennya nyeri atau radang sendi adalah osteoarthritis, yaitu peradangan yang terjadi di sendi, bersifat kronis dan progresif disertai dengan kerusakan tulang rawan sendi berupa disintegrasi (pecah) dan perlunakan progresif permukaan sendi dengan pertumbuhan tulang rawan sendi (osteofit) di tepi tulang.

Radang sendi biasanya menyerang persendian di daerah pinggul; lutut dan bahu.

Obviously, nyeri di persendian ini tidak boleh dianggap sepele, dan hanya meminum obat pereda nyeri seperti yang aku lakukan!

Itu akibatnya bisa ke ginjal, tanpa mengurangi sedikit pun sumber penyakitnya. Bahaya! Jangan ditiru ya, teman..

Nah, pak dokter kedua, akhirnya menyarankan aku untuk cek kadar gula dan kolesterol terlebih dahulu. Sesudah itu semua dideteksi normal, akhirnya dokter meresepkan obat anti inflamasi, dan vitamin tulang. Sesudah itu, dokter menyarankan untuk mengkonsumsi Viostin DS (Double Strength) jika terjadi peradangan lagi.


Faktor penyebab radang sendi
Faktor-faktor penyebab radang sendi antara lain
• Kelebihan berat badan
• usia semakin tua
• Terjadi cedera
• Sendi yang tidak benar terbentuk
• Sebuah cacat genetik pada tulang rawan sendi
• Menekankan pada sendi tertentu saat bekerja atau olahraga

Benarkah radang sendi tak dapat diobati?
Dari CNN, kuketahui saat seminar, salah satu dokter spesialis ortopedi dan traumatology  Rumah Sakit Jakarta Adrian W. Tarigan mengatakan osteoarthrits (OA)  bisa disertai dengan pembentukan tulang dan tulang rawan baru pada tepi sendi (osteofit) dan terjadi fibrosis kapsul sendi.

Ia juga menambahkan kalau sekali menderita OA seseorang tidak bisa sembuh dan harus mengonsumsi obat seumur hidupnya.

Data Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat, di Indonesia, penyakit sendi jumlahnya cukup tinggi dan terus meningkat.  Di tahun 2007 prevalensi penyakit sendi mencapai 30 persen. Artinya satu dari tiga orang di Indonesia menderita penyakit sendi.

Di tahun 2012, Kementerian Kesehatan berhasil memetakan jumlah penderita OA. Hasilnya, sekitar 11,5 persen lebih orang Indonesia menderita OA. Artinya, sekitar satu dari 10 orang menderita OA.  Adrian menyebutkan ada beberapa faktor yang memebankan seseorang menderita OA. Mulai dari usia, sampai riwayat hidup.

Suplemen rawan sendi Viostin DS dan khasiatnya
·         Viostin DS adalah suplemen rawan sendi yang kandungan glukosamin 500 mg dan kondroitin dalam jumlah 400 mg sehingga lebih efektif mempercepat pembentukan tulang rawan sendi. 

·         Viostin DS bersifat double strength (berkekuatan ganda) sehingga bermanfaat untuk mengatasi nyeri sendi, yang diakibatkan oleh penipisan atau rusaknya tulang rawan di sendi.

·         Glukosamin yang terdapat pada suplemen dibuat dari cangkang kerang yang ditambah dengan bahan-bahan lainnya seperti tulang rawan ikan, kondrotin sulfat dan methylsufonylmethane (MSM) 


·        Viostin DS ini berkhasiat untuk mengurangi nyeri, sekaligus membantu pembentukan tulang baru dan memproduksi cairan sinovial untuk pelumas sendi-sendi yang aus.

·         Kandungan glucosamine dan kroitin pada VIOSTIN DS berasal dari sumber terbaik. Dan karena memiliki kandungan yang cukup besar sehingga akan lebih cepat dan efektif dalam menstimulasi pembentukan tulang rawan sendi. VIOSTIN DS juga tidak meningkatkan kadar gula darah dan resistensi insulin. 
·         Viostin DS aman bagi penderita diabetes yang juga memiliki keluhan pada sendi masih aman mengkonsumsi VIOSTIN DS. 

Apa yang sebaiknya kita lakukan jika radang sendi menyerang?
  • Istirahat sejenak, usahakan dalam posisi yang benar-benar rileks, luruskan sendi yang terasa nyeri.
  • Aku biasa memberikan obat gosok seperti minyak kayu putih atau balsem, untuk mengurangi radang. Jika memungkinkan, sebaiknya dikompres dengan air hangat. Secepatnya mengkonsumsi suplemen nutrisi sendi, agar sakit tidak berlanjut.
  • Biasakan meminum teh jahe ditambah serai yang direbus dan didinginkan, untuk mencegah nyeri sendi datang lagi.

Harga dan cara mengkonsumsi Viostin DS
Viostin DS bisa dikonsumsi 3 x sehari dalam 3 bulan (jangka waktu pendek) untuk penderita dengan usia 35 tahun ke atas.

Di apotek seperti Century atau Guardian, harganya IDR  210K per dus atau jika kita membeli dalam bentuk kaplet, tersedia di seluruh mini market Indonesia. Per kaplet seharga IDR 35K.

Dengan adanya pengetahuan yang baik tentang radang sendi, dan Viostin DS, aku jadi tak takut lagi beraktifitas dan…… menua! 

Kamu, bagaimana?

8 comments:

  1. Nyeri sendiri sekarang udah jadi penyakit terkini, alias udah menyerang anak2 muda, soalnya gaya hidup sekarang dengan segalanya mudah jadi malas bergerak ya. Untung aku di rumah ga ada ART, jadi sehat :D

    Ini kayaknya bisa aku referensikan buat mamaku nih..

    ReplyDelete
  2. saya kadang suka merasakan persendian kaku sampai jalan punsakit, harus nyoba viostin DS nih

    ReplyDelete
  3. Kalau aku di tumit mak. Padahal kita masih remaja kan ya? Kok bisa sendinya udah sakit2 gini ya?

    ReplyDelete
  4. Wah, kelebihan berat badan teryata memang menyebbakan nyeri sendi juga ya mba :(
    Untung ada suplemen Viostin ya mba

    ReplyDelete
  5. Nah, belom nyoba loncat-loncat kayak di foto itu. Jangan-jangan aku udah gak bisa gara-gara sendi yang leklok. Tapi udah gak khawatir sih, ada Viostin DS yang bisa diandalkan. Dulu mah ya, pake minyak gosok sampe bau. :))))

    ReplyDelete
  6. Di rumah aku juga sediain obat gosok, salep penghilang nyeri, sampe koyo hehehhe tapi memang viostin DS ini ampuh sembuhin nyeri sendi

    ReplyDelete
  7. Century ini cuma mau jual Viostin DS 1 dus. Kurang baik kalau orang baru mau pertama kali menggunakan Viostin.

    Saya mendapatkannya di Apotek K24, mereka mau jual 1 strip saja.

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^

Jika ada pertanyaan pribadi silakan ke email amelia_tanti@yahoo.com