PAHLAWAN BAKIAK EDISI "MINTA TOLONG TAPI KOK GITU?"

Hai dunia!
Warning : tulisan ini mengandung curhat, 
so sebelum baca, bisa kok sambil setel ini, biar tetap ceriaaa!


"Pagi mbak Neng"

"Pagiii.."

"Mbak, ini tolong di like dan subscribe dong, aku butuh banget untuk laporan ke instansi," sapa temanku pagi itu.

Karena mas ini -sebut saja dia Daun Terong- kukenal sangat dekat sebagai seorang yang berpengaruh di sebuah kampus, maka langsung saja kuiyakan.

Usai like dan subscribe, dan mengerti banget -as an influencer yang hidupnya berkubang di jaringan- bahwa si mas Daun Terong ini pasti sedang butuh like, komen dan subscribe, kalau tidak,  mana mungkin dia minta tolong, aku share dong link beliau di beberapa grup WhatsApp.

Aku kembali DM di instagram "Daun Terong, done yooo... Butuh berapa subscriber lagi? Nanti kubantu," kataku menawarkan diri, sebagai orang yang (sok) berkarakter baik.

"Yaa tapi aku butuhnya hanya fans organik,"

.....

"Oooh..."

kriiik... kriiik... 

Baiklah. Jempolku yang tadinya berniat share link di instastory langsung berhenti. Aku masuk lagi ke beberapa grup, dan link yang tadi ku-share kuhapus. 

Kok, mbak Neng jahat?

The power of asking help

Well yeah.
Aku mungkin gak sebaik yang kalian pikirkan. Ada ego juga di situ bermain, saat mengatakan bahwa dia hanya minta yang organik.

Buatku yang berkecimpung di dunia medsos, kalimat itu rada gimana yaaa... 

Seolah mengatakan, "Followers lo kan fake, mbak?" 

Iya, iyaaa kamu tidak eksplisit bilang gitu, tapi .. tapi... 

The power to give



Alhamdulillah sih, aku saat itu mengelus dada (sendiri bukan dada si dia apalagi dadamu....) Aku sih tulus yaa nolong, seandainya perbuatanku yang "hanya like - komen - subscribe" itu dianggap sebuah pertolongan. 

Untuk yang tidak berkecimpung di sosmed, memang becandaan kind of yang lagi viral seperti;

"Ih, janda yaaa?" 

atau 

"Kakek kakek bau tanah, sepertinya siap dimakamkan,"

ada yang lebih sadis...

"Dasar bencong," ke Princess Seruni!

yaaa pokoke kalimat-kalimat seperti itu, seolah dianggap lucu! Saling timpal hingga bikin ngakak. Ketahuilah teman, buat sebagian itu lucu, buat sebagian itu tu garing!

Eh ga ada hubungannya ya. Oke back to the topic

Saat ini, aku tahu dan bahkan kenal sebagian kecil selebgram, youtubers, tiktokers dll yang followers berjibun dan likes-nya segudang. Ya itu karena dari link pertemanan di beberapa komunitas.

So far, kami saling support jika ada kerjaan, dan saling support saat ada job yang butuh likes dan komen. Tapi pada saat minta tolong ya dengan humble aja gituh!

Gak pernah tu, ada selebgram di satu grup WA yang bilang, "Kamu bantu like, share, comment tapi cuman ke followers organikmu, yaaa," ahay!

Minta tolong apa gimana, nih?

Buat kamu, (iyaaa kamu!) yang hidupnya tidak bergantung pada dunia maya, tidak peduli pada jumlah followers - tidak mau tahu tentang like - comment dan subscribes, kan udah tau aku hidup di situ ya?

Kami ini, bertungkus lumus naikin followers, memang. 

Malahan di awal karier, kami juga jadi fakir likes dan comment. Dan itu bukan perkara gampang teman!

Itu semua harus di-maintain dengan baik dan benar. Kami ini (yang diduga punya fake followers itu) harus berhubungan baik, menjaga attitude bersosial media juga.

Selain itu kami juga harus menjaga kekompakan di grup WA - tele - fanpage - twitter - youtube dan tiktok, blog dan entah apalagi. 

PS. 

Bahkan nih yaaa, di dunia kami yang followersnya sebagian diduga fake itu, jumlah komen aja kudu sesuai dan kudu relate sama yang dibaca!

Nih coba baca di sebuah grup WA - di sini kami diminta untuk berkomentar kreatif - tidak pelit kata (ya minimal 10 kata lah gitu jadi komennya gak cuman : "hebat" "keren" "infonya menarik" dst) 

Nah ini terjadi saat saling support itu berlangsung - dan ada beberapa yang komennya minim kata dan tidak relatable;

"Bukan kayak kurang komen atau apa ya, 
tapi kalau ikut list baiknya memang support sesuai aturan.

Kita santai tapi komit.

Sebagai blogger juga mestinya kita kreatif sih 
mengolah komen menjadi kalimat yang isinya kaya ๐Ÿ˜๐Ÿ™

(Katerina S - travelerien)

See what I mean?
Jumlah kata, kesesuaian antara komen dengan konten - itu juga harus diusahakan!

Ada brand, agency, founders juga yang menyamar sebagai followers loh! Untuk apa? Gunanya untuk memantau attitude si pejuang receh di sosmed ini

So kalo misal lain kali minta tolong, dan udah dilakukan, cukup bilang aja "Terimakasih," gitu, karena dia udah mau repot-repot bantu share.

Buat si pahlawan bakiak

Daaaan... untuk kamu yang pernah dimintain tolong seseorang - terus yang ditolong bikin hati bergelora ajakin joged dangdut...

Kalo mau nolong, nolonglah seperlunya aja. 

Jangan kayak aku yang lebay. Melenceng dari jalur, kecakepan nolong berlebihan. Orang itu cuman minta air minum segelas, ga usah dikasih segalon... hahahaa.. itu pahlawan bakiak namanya!

Tau kan, pahlawan bakiak?

Mari kita baca definisinya. 

Definisi pahlawan, yaitu orang yang berjuang secara luar biasa kepada nusa dan bangsa untuk merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.

Definisi pahlawan bakiak, yaitu orang yang berjuang tapi tidak dimintain pertolongannya, dan bahkan sok tahu dan memajukan diri sendiri untuk berjuang padahal kancah peperangannya udah penuh dan tidak butuh tambahan pejuang!

Baiklah, 
postingan kali ini cukup sebagai curhatan doang yaaa, no baper baper club hihihi... intermezo sesekali perlu loh, kan udah kebanyakan nulis tentang job *eh gimana...

Akhirul kata,  mari kita ikutan becandaan ala bapak-bapak kek gini...


Sekian.

54 comments

  1. Langsung terpaku ya mbak ๐Ÿ˜

    Bisa-bisanya bilang gitu ke Mbak Tanti ๐Ÿ˜“

    ReplyDelete
  2. Suka sakit hati sama yang kayak gini sumpah, di saat dia berkata kek gitu kayak mematahkan semangat kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi minta tolong tapi kok... sekaligus me....

      pas dicek jumlah subscriber baru 50an,
      dan jumlah followersnya di IG ga sampe 1K juga sih :(

      Delete
  3. entu org minta tolong koq pake syarat apalagi dia yang menolong? bisa jadi banyakkk syarattt ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahahahahaaaa... kenal kan ama yang karakternya kek gitu Nobitaaaa

      Delete
  4. Hehe lumayan bikin gemes juga ya mbak. Mungkin kalau aku bakal kujawab. Kalau mau yg organik banyak tuh bayar aja ke jasa like, follower, dll. Kalo dari aku bantu yang terpenting justru maintenance kalo konten gitu2 aja bisa2 pergi yg tadinya like dan subscribe๐Ÿคฃ

    ReplyDelete
    Replies
    1. gemoooy mbak Dian he he heee gapapa ya mbak sesekali aku ngomel gini!

      Delete
    2. Haha iya mbak. Ini masih mending ngomel di blog. Kalau aku mungkin udah ngomel ke orang nya langsung kayak yang aku tulis di atas. Aku suruh orangnya memperbaiki konten dia. Hehe

      Delete
  5. weleeh..kok ya ada yg bilang gitu.. Lha butuh apa ndak si sebenernya..kok nyakitin ati. eh..maaf mbaa..aku ikutan gemes haha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan Daun Terong ini bilangnya "fans" loh mbak, which is beliau GA NGERTI BLAS!

      Delete
  6. It's okee...dunia medsos sangat luas lebih dari yang kita bayangkan. Apapun bisa terjadi hanya dengan jempol ๐Ÿ˜€

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul mbake, apapun bisa terjadi
      kadang memang ga disadari sih, salah benernya

      Delete
  7. OMOOOO, aku melongoooo baca curcolan ini mbaa
    ya ampun kok ada sih, orang yg respon komennya gitu amat?
    Tapi ya memang respon doi yg se-spontan (tanpa UHUUYY) itu, menandakan karakter aslinya ya.

    Kayaknya blio gemar suudzon ama orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Adaaaa .. tapi gini loh, Daun Terong ini ga cuman sekali ini aja yang ngomongnya rada rada, so curhatan ini adalah semacam titik kulminasi sehingga akhirnya ditulis :(

      Delete
  8. Hahhahaaa..Ngakaak..Cukup Iwan saja yang fales ya Maaakneng
    Curhatan sudah diterima, dan aku ngikik sendiri, omaygod emang lucu2 menggemaskan kelakuan pejuang like, komen dan sibscribe ini, apalah kita yang disangkanya follower fake hahahaaa. Sumpah ngakak bacanyaa dan banyanginMakneng misung2 menggerutu.

    Selalu diajarkan untuk membantu secukupnya, sewajarnya, tidak berlebihan, itu yang ku pegang sampe saat ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas mak deg gitu, langsung tuh teh nchie aku bikin drama di kepala hihihi

      Delete
  9. Alhamdulillah kak kalo udah kebanyakan job... heheh Tapi emang perlu sih postingan yang non job, isi curcolan atau bebas lah gak pake kata kunci apa2 haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hyaaah maksudnya tulisan di blog ini kan job mulu tuh

      Delete
  10. Aku kalau ngeliat temen blogger butuh komen atau view bukat kerjaannya baik itu di blog atau di IG, tanpa dia minta juga kadang udah kasih like duluan hahaha ๐Ÿ˜‚. Soalnya aku tahu dia lagi kerja. Jadi cuma pengen bantu aja mempermudah kerjaan temen. Udah gitu aja hihihi ๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia bun
      Karena kita sama sama ada di "situ" jadi terbiasa saling support ya

      Delete
  11. Aku ngakak sama pasien yang terkena gejala rindu dibawa ke I See You aja, hehe pahlawan bakiak niatnya menolong tanpa pamrih tapi memang ga diperlukan, bisa-bisanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkkwk piye toh malah baca meme-meme gemes becandaan ala bapack bapack ituuuh

      Delete
  12. Duh masih speechless sama yang minta like and subscribe, tapi mau dibantu sebarin malah nolak patah hati udah kalau aku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihii aku sih udah illfeel duluan makanya langsung .. oooh ooowww

      pelajaran berharga buatkyuuuh

      Delete
  13. Gak bisa berhenti ngakak baca ini, apalagi sesi bapack dokter yang mau bawa pasien dengan gejala rindu ke I see you ... ke hatinya kali, yak.

    ReplyDelete
  14. Sebenernya ini siapa yang salah sih padahal niatnya baik mau bantuin share eh malah maunya yang organik dikira sampah apa speechless.

    ReplyDelete
  15. Wah si bapak mau bawa pasien dengan gejala rindu ke I see you dibilang gombalnya alay, tapi lucu sih dasar pahlawan bakiak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih becandaan ala bapack bapack sungguh oooh tydaaack!

      Delete
  16. minta tolong bersyarat nih namanya, hehehe. Yah mau gimana lagi, kalo gak kejadian kayak gini, yah kita kan tidak tahu ya. memang kadang niat menolong pun harus dikondiskan juga supaya gak balik jadi makan hati, hehehe

    ReplyDelete
  17. baca ini aku teringat saat pertama bikin akun instagram di tahun 2013, sehari bisa post banyak foto dengan beragam hashtag populer, ikutan lomba foto biar banyak yang like dan dapat hadiah shawl cantik, belum lagi ikutan sponsor giveaway supaya nambah followers hahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. kagum emang sama semangatnya Aie ini! Iya ku pernah loh ikutan menjadi peserta workshop kenapa dirimu bisa post dengan like bejibun itu

      Delete
  18. Sebagai blogger juga mestinya kita kreatif sih
    mengolah komen menjadi kalimat yang isinya kaya.

    Aku setuju sama kalimat ini juga, Mak.
    Ngasih komen di blog ajah, meskipun maunya cuma "Bagus, Gan", ya harus diolah jadi kalimat panjang supaya komennya juga nggak dianggap spam..

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheheheh "Bagus gan!" iya nih sama "Informasinya menarik, terimakasih"

      Delete
  19. Oh, bisa-bisanyaa ngomong kayak gitu Makneng, mending nggak usah dibantuin hehe kita mah senang banget kalau ada yang bantuk share, like dan komentar, memang perjuangan di medsos hanya blogger kayak kita yang mengerti hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kuingin tenggelam saking maluuuu deh, belagak kayak bisa naikin likes dia!

      Delete
  20. Kadang tanpa diminta kalaupun pas lagi buka medsos, tau itu postingan kerjaan..biasanya aku komen, minimal komen sesuai dengan postingan. Saling suport gitu mak...

    ReplyDelete
  21. Ya ampun mak, baiknya kebangetan hahah, orang minta air segelas dikasih segalon, sama galonnya ngak mak...kan galon mahal juga hahaha. Tapi memang sih ada beberapa yang kayak gini, minta tolong via japri untuk view pv blog, meskipun aku tahu ngak personal tapi aku view bahkan aku komen...tapi...tapi setelah aku balas done ya mbak dia menghilang. Sebenarnya aku ngak berharap ucapan terima kasih tapi agak gimana gituh...ya sudahlah mungkin dia sibuk.

    ReplyDelete
  22. walah kok responnya gitu ya mbak
    padahal mbak Tanti sudah mau bantuin ya
    ah memang niat baik nggak selalu disambut dengan baik ya mbak

    ReplyDelete
  23. Drama yg cukup membuat kita berfikir keseharian pun banyak kejadian seperti ini.

    ReplyDelete
  24. setuju sama tulisanmu Mbak, nolong seperlunya saja dan yaaa... kalau bercanda sih mbokya hati-hati. etapi sejak ada kata baper, orang bercanda jadi kelewatan ding ya... hahaha...

    ReplyDelete
  25. Hahaha, ini relate banget ya dengan kehidupan kita. Wkwkwkwk, aku sering banget nih yang begini. Tadinya kepengen nolong. Like, komen, dan skirikit (hahaha) dengan akun-akunku. Aku punya 5 akun. Eh dianya begitu juga, kepengen yang organik. Lha itu 5 akun punya aku semua kok. Bukan fake. Akhirnya malah dongkol. Hahaha. Sekarang seperlunya aja deh. :))))

    ReplyDelete
  26. wkwkwkkw beguitulah mbak
    bisa bertahan di antara banyak banget influencer aja udah berasa bersyukur
    sedih banget kadang ratenya sama rate kita beda jauh hiks
    tapi kalau di pikir-pikir masih bersyukur bisa bertaahan masih

    ReplyDelete
  27. wkwkw..aku serius loh baca sampai habis. Tulisannya kayak karakter orangnya yang suka warna-warni dan kreatif. renyah, ngalor-ngidul, komikal, agak ngaco wkwkwkkwk. Ya, ya, gimana ya? Mungkin si daun jengkol eh daun terong itu (Bayangin daun terong gue gagal paham, itu daun berbulu ama berduri, betul gak sih?) mungkin nih ya...si daun terong maunya orang subs like dia tuh yang beneran dia kenal kali, Mak. Bukan suruhan..eh tolong lo like yaaa, subs ya. Tapi pada kenyataannya dia belum pantas dapat yang subs like berdasarkan orang suka karya dia haahahahahaha eh..pegimana ya

    ReplyDelete
  28. daun terongnyaaaa hehehe... beneran gemeeesh deh aku mbaaa Tanti. Semoga aku ngga gitu yooo... akasih curcolnya udah mengingatkan hehehe

    ReplyDelete
  29. Kakaaaa...banyakin konten yang begini donk...donk...
    Serius, ini insightful banget buat aku.
    Aku sering banget baper sama temen yang "meragukanku" karena aku fake.

    Oke bhaiqlah..
    No debate.

    **padahal dalam hati mau bilang "Biarin weeekk...tapi kan aku maintenance follower aku. Naik-turun mah...wajar ateuh... Dilan aja meski bilang cinta sama Milea, bisa ninggalin dengan alasan absurd, apalagi cuma follower di sosmed."

    **nah...
    Komennya mulai gak nyambung.

    Beneran aku juga sebel bin kezel kalok ada yang ngomong begitu, kak.


    Gegera postingan ini, aku jadi bisa meluapkan apa yang aku rasain.
    Maaf kalau kurang berkenan.
    Huehuu...

    ReplyDelete
  30. Curhatnya sudah saya simak mbak, semoga sudah lega ya.

    Biasanya kalau ada yang curhat, saya dengerin aja sambil manggut-manggut. Tapi karena disini disediain kolom komentar, saya boleh kasih tanggapan dong ya

    Mas Daun Terong rugi banget, punya teman sebaik mbak Tanti tapi malah dibikin sakit hati.

    ReplyDelete
  31. Kalau aku paling gemes sama orang yang minta tolong, nanya, saat udah dibantu bilang terima kasih aja ngga. Bukannya pamrih, tapi sebagai manusia berakal kita harus punya manner.

    ReplyDelete
  32. hiihhi curhatnya mantul banget mak Neng. Jadi inget, aku juga pernah dimintai tolong dan seneng aja sih, karena tentu saja sesama blogger atau tukang share informasi produk(baca job) sangat membantu banget kalau temen temen kita juga membantu like share and komen. kadang juga yang gak kenal tiba tiba dm, ya gapapa, mungkin dia suka dikomenin sama saya. alhamdulillah.

    ReplyDelete
  33. Curhatan yang faedah banget nih Mom. Kalau aku yang dijawab gitu (hanya butuh komen organik) pasti deh aku langsung baper, huhuhu. Kayaknya aku harus belajar tangguh kayak Mom Tanti deh.
    Duh, aku baca tulisan ini sambil menahan gemas. Bisa-bisanya bilang kayak gitu, hahaha.
    Lha terus ngapain juga dia minta bantuan like komen? Kalau organik mah gak usah minta tolong tunggu aja komen datang sendiri. Hihihi

    ReplyDelete
  34. wkkk asli curhatan kaya gw banget gitu lho, orang minta air segelas gw beri segalon terus dia protes pengennya air sirop bukan air putih....wkkk, yang minta tolongnya pengen dijedotin palanya wkkk

    ReplyDelete

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA BLOG NENG TANTI (^_^)