MEMBUAT DESIGN LAYOUT DENGAN IN-DESIGN


Dulu gak kepikiran bahwa mempelajari desain dengan menggunakan laptop, atau smartphone itu perlu!

Aku kepedean banget buat ilustrasi dengan hanya mengandalkan manual. Pokoke tidak mau kenalan dengan digital illustration. It is a big no for me.

Dan .. 
datanglah satu hari ketika we're all jump to the fire. Milenial membuat satu lompatan yang bikin aku terkaget-kaget. Seketika duniaku berubah. Semua anak yang tadinya bakal aku sentil kalo pegang gadget kelamaan, malah sekarang kubekali dengan smartphone masing-masing.

Nah, salah satu yang sekarang dibutuhkan antara lain desain dengan menggunakan canva dan Adobe InDesign.

Adobe InDesign adalah salah satu aplikasi dari Adobe yang hype karena beberapa penyelenggara lomba menulis, sekarang ga mau repot-repot menyediakan layouter! Mahal, bo!

Yes, Canva masih merajai, tapi dengan menggunakan Adobe InDesign kita bisa berkreasi menggunakan fitur-fitur dalam InDesign, untuk melayout teks, majalah, koran, buku, poster dan segala bentuk keperluan cetak yang menggunakan lebih banyak text di dalamnya. 

Untuk keperluan itulah maka fitur pengaturan/layout lebih di utamakan daripada fitur grafis lainnya.

Ya karena aku pun baruuuu aja kenalan sama InDesign, so kita coba bikin layout sederhana menggunakan Adobe InDesign. Bismillaaaaah.....

Step awal, tentu saja download InDesign! Ya kali, ga didonlot, ujug-ujug terus ada di laptop atau hapemu....

Ingat, siapkan password FB dan buka dengan menggunakan G-mail. Nanti akan ada kode yang dikirim by email atau SMS.

Langkah awal.

  • Buka File dan : open New Document (ctrl+N) 
  • Atur ukuran kertas/ bidang kerja yang kamu perlukan. 

Secara default, InDesign menampilkan ukuran dalam satuan “picas (p0)”

Jadi,  untuk mengubah ke dalam ukuran lain cukup ketikkan ukuran tersebut lengkap dengan jenis ukurannya (mis : 32 cm), In Design akan otomatis mengubahnya ke dalam satuan p0 kembali.


Untuk mengubah semua settingan jenis ukuran

  • Klik kanan di ruler atas dan samping kanan halaman kerja, lalu pilih settingan ukuran yang diperlukan.
Nanti, semua pengaturan ukuran di InDesign akan berubah sesuai dengan jenis ukuran yang  kita pilih.

Btw, kita bisa ubah semua settingan ukuran ini ke dalam cm lagi, ya.



Mengatur layout dasar

Sebelum memasukkan tulisan, 
atur dulu layout dasar seperti pengaturan Nomor Halaman dan Peletakan Header / Footernya.

Klik menu Pages, lalu double klik di menu Master. 

Master Page adalah lembar default untuk seluruh dokumen yang dibuat, mudahnya, apapun yang  diketikkan/ input (baik tulisan, gambar maupun settingan margin) akan tampil di setiap halaman kerja.



Untuk mengatur margin (pastikan masih di dalam laman Master Page) input ukuran margin yang diinginkan. 

Non Aktifkan (klik) ikon link untuk input ukuran yang berbeda.
Kalau terbiasa menggunakan MS Word, prinsip dasarnya sama hanya berbeda penyebutan settingan margin-nya 
  • Kalau di MS Word Left dan Right maka di InDesign penyebutannya Inside dan Outside. 
  • Pada menu Columns, Number untuk menentukan jumlah baris tulisan yang ingin dibuat 
  • Guttter adalah jarak antara baris tersebut. 
  • Pada laman ini, yang digunakan 2 columns dengan jarak 1 cm.










Membuat header dan footer

  • Tuliskan saja text dengan cara klik Text (T) lalu drag untuk membuat area text nya (di InDesign, kamu harus membuat area text terlebih dahulu dengan cara mendragnya). 
  • Jika Header/Footer kamu berupa gambar, kamu dapat memasukkannya dengan cara mengcopy gambar tersebut dari Adobe Illustrator, dsb. atau Ctrl+D untuk mengambil gambar dari file di komputer.

Input Page Number

  • Masukkan text (T) dengan cara men-drag-nya, ketikan 1 huruf (huruf apapun) select huruf tersebut, klik kanan maka akan muncul menu baru, pilih Insert Special Character/Markers/Current Page Number.
  • Maka apapun huruf yang diketikkan tadi akan berubah menjadi huruf “A”. Hal ini disesuaikan dengan judul Master Page (A-Master). 
  • Copy Page Number yang telah di set tadi ke halaman sebelahnya (di dalam Master Page terdapat dua halaman Master).

  • Jika semua layout Master sudah di set, berikutnya double klik di lembar 1 (lembar kerja). Di lembar inilah kita akan melakukan input text dan gambar yang kita perlukan untuk dokumen kita.




  • Klik Text (T) lalu drag untuk membuat area teks yang diperlukan, ketik teks yang diinginkan
  • Untuk mengatur paragraph, buka Window/Type & Tables/Paragraph (Alt+Ctrl+T) dan atur paragraph yang diinginkan.
PS :
Aktifkan “Hyphenate” untuk memunculkan tanda sambung di paragraph yang terputus, atau matikan untuk menghapusnya.

  • Jika tulisan terpotong di ujung column, tanda Overset Text akan muncul. Klik tanda tersebut hingga muncul preview teks kecil di cursor.

  • Arahkan kursor tersebut ke column sebelahnya dan klik, otomatis tulisan yang terpotong akan dilanjutkan.
  • Jika ingin menambah page, klik di menu Create new page. Lanjutkan tulisan di page lanjutan ini. 

  • Page Number yang tadi kita udah setting di Master Page, sekarang muncul secara continue, begitu juga Header/Footer yang telah dibuat.

  • Sebelum file di simpan, perhatikan tanda Preflight Panel di sudut kiri bawah bar Jendela InDesign. 

  • Tanda ini akan berwarna merah jika masih ada error di dalam dokumen yang kita buat. Error disebabkan masih adanya link file yang missing di dalam file yang kita input atau adanya area text yang terpotong (overset text).

Save Document

  • Jika sudah selesai, simpan file dokumen kamu dalam format InDesign (.indd) untuk melanjutkan di kemudian hari, atau dalam format .Pdf jika sudah rampung semuanya.
  • Penyimpanan dalam format .PDF : File/Adobe PDF presets/High Quality Print.
  • Pilih destinasi penyimpanan file, klik OK. Akan muncul jendela Export Adobe PDF, klik Export dan tunggu hingga selesai.
PS
Untuk penyimpanan dalam format lain, klik File/Export (Ctrl+E) lalu pilih format yang kamu butuhkan.




Sumber:
  • http://www.desainstudio.com
  • tutorialindesign

50 comments

  1. Wah trims sharingnya yg bermanfaat sekali kak, sangat membantu kami yg masih pemula

    ReplyDelete
  2. aq banget nih selama ini asal aja kalo bikin desain gambar, paling mentok ya pakai canva aja.. makasih sharingnya ya kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. uh aku itu uuuwuwuwuwuu sama canva deh, itu yang user friendly banget buatku

      Delete
    2. Nah aku malah belum cobain canva. Kudet kan..kudet kan... Memori HP masyaallah kapan leganya ya.. haha..biar kubisa coba-coba desain minimal pake Canva gitu...

      Delete
  3. mbaaa ini menarik banget sih, nambah lagi pilihan buat bikin design layout, bisa pakai in-design. Keliatannya user friendly banget sih aplikasi in-design, mau ah pankapan cobain hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaaa ternyata untuk bisa wujudkan impian di jaman now itu mungkin dengan aplikasi ya

      Delete
    2. mba aku mau tanya lagi deh, penggunaannya sama kayak Canva gak sih buat fitur-fiturnya? aku tertarik sama tampilan design di atas, so aesthetic deh

      Delete
  4. Berbagai produk Adobe memang memanjakan kita yang suka buat konten artistik ya mbaa. InDesign looks cool indeed

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya jadi yang sekarang udah pada pake canva gitu terbantu dengan aplikasi yang baru

      Delete
  5. wah menarik ini mbak, bisa bikin konten yang artistik ya mbak
    sepertinya juga user friendly, kapan kapan mau coba ah

    ReplyDelete
  6. wah ... baca postingan kakak tanti nambah ilmu nih ... adobe design layout, kelihatan-nya sih ... user friendly banget aplikasi nya. coba ah .. mau belajar

    ReplyDelete
  7. Cakep banget ya pake In Design ya kak..Suka dengan layout begini.. minimalis simple and clean. Bikinnya juga gak terlalu rumit ya kak..

    ReplyDelete
  8. Soal beginian, mak Tanti mah kereen. Aku serasa tertinggal jauh di belakang hehehe
    Perkenalanku dengan Canva saja masih belum jauh. Meski bagiku yang merasa NOL BESAR soal design, sudah kemajuan sih hehehe. Teknologi memang sangat membantu kita. Entah akan seperti apa teknologi jauuh di masa depan.

    ReplyDelete
  9. Waaah adobe design layout..
    Ini kudu dipraktekan kalo pas membutuhkan layout ya Makneng.
    Aku bookmark, suatu saat kelaaak ku butuh.
    Makasih makneng, nambah insight lagi niih

    ReplyDelete
  10. jadi inget masa2 jadi wartawan di media cetak. kadang suka nyamperin tim desainnya, mrk pakainya in desain.
    kalau saya pernah bikin untuk cetak ukuran A4 pakai publisher

    ReplyDelete
  11. So far masih Canva, tapi lihat catatan Mba Tanti ini jadi pengen belajar juga Adobe InDesign. Mungkin yg kerja di media cetak or media online paling cocok pakai ini ya mba. Lebih meringankan kerjaan.

    ReplyDelete
  12. Wah ini yang saya cari
    Kemarin belajar Canva ternyata ilmu saya masih seuprit
    Eh sekarang ditambah inDesign, perlu dicoba dulu ya Mbak?
    Izin linknya saya bookmark ya?

    ReplyDelete
  13. Ini gratis juga kah mbak? saya sekarang lebih sering make canva :D. Memang ya.. gak selamanya main gadget buat anak itu gak baik. Tergantung kegunaan juga, semoga anak anak kita bisa manfaatin gadget dengan bijak, yang positif :)

    ReplyDelete
  14. Asik, asiikk.
    Ada ilmu baru yg dibagikan Mak Neng idola kami semuaaa
    Keren nih, InDesign ya
    siap belajar dan praktikkan!

    ReplyDelete
  15. Ternyata... baru tau ada yang baru. Siap unduh aplikasinya dan praktekkan. Yuhuuu!

    ReplyDelete
  16. Ini panduan membantu untuk merapikan dokumentasi agar lebih profesional. Semua ada ilmunya.

    ReplyDelete
  17. Woaahh belum juga lulus CANVA eehh sudah ada yang menarik lainnya hahahaha. Kudu baca berulang-ulang nih Tanti supaya aku bisa mengerti. Tapi tetap pengen nyoba. Entar gangguin/tanya-tanya Tanti langsung ah hahahaha. Semoga berkenan saya kontak terus ya. Asli penisirian saya.

    ReplyDelete
  18. Selama ini aku ngandalain Canva doang buat urusan desain. Ternyata ada yang lebih cocok khususnya untuk layout ya, InDesign. Fiturnya lebih kaya, dan ini jelas cocok banget buat ilustrator. Terima kasih sharing cara pasang dan pakainya, mbak. Sangat berguna. Buat prakteknya, aku mesti baca ulang.

    ReplyDelete
  19. Aduduuu...bunda mah mohkn di hampura heula atuh doalnya blm sanggup nerapin yg bikin rieut sirah yeuh! Bsfu kgg blnrvlzngsung dr Tanti masukkin mulgiple gbr di IG. Yg ini mah ntar dululah. Ngerah sblm bertempur.

    ReplyDelete
  20. Jadi kangen otak-atik pakai Adobe lagi. Meskipun sekarang banyak aplikasi instan yang membantu. Tetap aja pengen otak-atik sendiri

    ReplyDelete
  21. layoutnya lucu lucu ya mbak..
    jadi pengen ikutan ekspiorasi juga
    pakai Adobe emang menantang, tapi seru dan hasilnya kece

    ReplyDelete
  22. Infonya menarik banget nih. Teman-teman yang suka desain tentu kerjaannya akan terbantu dengan in design ini.

    ReplyDelete
  23. Sebagai pengguna canva, aku baru tahu kalau ada fitur bisa bikin desain dengan inn design begini Mbak, terimakasih ya. Cocok banget klau mau bikin artikel lomba supaya semakin menarik dan mudah dipraktekkan ya

    ReplyDelete
  24. Mupeng deh bisa bikin design seperti yang lain, tapi enaknya pake laptop ya kak. Apalah daya lap top ku rusak, semoga bisa punya laptop lagi, bisa belajar design lebih banyak. Bukan nya gak mau pake hp, ini jempol kegedean, nulis aja typo melulu ��.

    ReplyDelete
  25. Lomba GLN Kemdikbud kudu pakai in design ini nih Makneng, ikut nggak lombanya Makneng, asyik bisa nulis dan ilustrasi sendiri kalau dirimuu

    ReplyDelete
  26. ah makasih ilmunya mba tanti, selama ini cuma tahu canva aja. ku langsung download dan cobain free trialnya

    ReplyDelete
  27. Keren banget Mak Tanti ini aku baru tahu selama ini ya mentok hahaha jadi pengen coba trialnya dulu

    ReplyDelete
  28. Bookmark dulu ah, ntar pelajarin dikit2. Jaga2 kalau pas nggak bisa pakai Canva. hehehe. Sejauh ini masih ngandalin canva banget sih. Itu jg hasilnya masih gitu2 doang. YG perlu diasah tu sebenarnya kreativitasku sih mak..

    ReplyDelete
  29. Anak pegang gadget ada manfaatnya juga yaa, Maaakk. Jangan maraa-maaraaa. Hahaha. Btw, kalau Canva sih kita pernah belajar bareng yaa, Maak. Kalau InDesign, ini perlu ikut kelas lagi. Hahaha

    ReplyDelete
  30. Wah keren banget selama ini aku taunya Canva dan untuk adobe taunya ligh room hehehe... lengkap banget penjelasan Mbak Tanti tinggal langsung praktik aja niy. Semoga aku juga bisa banyak belajar tentang In Design maklum emak-emak selalu aja alesan banyak kerjaan rumah dll... terima kasih banyak mbak Tanti atas informasinya.

    ReplyDelete
  31. Wah aku dulu juga layout majalah kantor pakai in-Design. Cuma aku sudah lupa caranya dan tidak terintall lagi di laptop jadi nggak pernah pakai lagi. Sekarang desain majalah aku pakai Canva soalnya bisa dipakai di smartphone. Pakai inDesign memang tetap paling mantap sih. Terima kasih kak Tanti sharing-nya.

    Salam hangat kak Tanti
    @dewi_puspa

    ReplyDelete
  32. Baru tahu InDesign ini, Mbak. Biasa pake Canva ajaa hehehe. Kalau liat tutorialnya sih kayanya cukup mudah buat pemula, ya. Nanti mau nyoba ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suami kapan hari sudah info sih mengenai ini
      Anehnya saya belum buka buka
      Terbius sama Canva hahaha

      Delete
  33. makk aku save postingannya ya. kudu sambil praktek step by step. maklum rada gaptek nih hihihi. makasi infonya yaa :*

    ReplyDelete
  34. Aku forward ke Pascal aja ya mbak postingannya, dia yang lagi belajar, nanti mamaknya yangh minta bikinin aja hehee

    ReplyDelete
  35. Jd keinget masa2 suka layout buletin duluuuu. Eh tapi msh layout sederhana sih soalnya gak jago. Kalau indesign ini katanya lbh gampang pengoperasiannya ya? Walau ya bagiku tetep aja sulit kalau gak ada yg ngajarin sih hehe
    Terus terang skrng lbh banyak ngdalin canva hehe

    ReplyDelete
  36. Indesign bisa pakai HP jugakah?
    Suka banget sama design yang cantik-cantik, suka...dan ingin mencoba. Tapi ini sangat membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi yaa..

    ReplyDelete
  37. Wah Adobe Indesign. Jadi inget masa aku kerja kantoran dulu. Tiap hari mainannya ini. Terakhir pake Indesign CS3. Huhu kangen. Dulu belajar banyak sama para designer. Kudet sekarang :)))

    ReplyDelete
  38. Dulu pengen banget anakku jago infografis karena dia suka banget menggambar dan menggunakan aplikasi cuma akhirnya enggak jadi deh mengenalkannya Semoga anakku yang lainnya juga ada yang jago seperti seperti ini

    ReplyDelete
  39. Aku juga kepincut Mak sama In Design... mau belajar... sudah download dan diminta login.. tapi setiap login gagal terus... cloudnya minta update... :)

    ReplyDelete
  40. Daebaaaaaak
    Tutorialnya lengkap banget. Pas pula aku lagi butuh info kayak gini. Pengen bikin-bikin desain yang cakep

    ReplyDelete
  41. Aku pernah coba yang adobe biasa itupun ga maksimal tapi klo dilihat fitur2nya mirip dengan photoshop
    kini utk design dan art digitalisisi semakin memberi kemudahan dan kian bisa mengeksplore keterampilan

    ReplyDelete
  42. Mbak, selama ini saya pakai Canva yang hasilnya yah gitu doang :(
    In Design, nanti nyobalah.
    Makaish banyak sharingnya ya, Mbak ^_^

    ReplyDelete
  43. Aku taunya Canva aja nih itupun juga jarang dipake tapi kayaknya harus belajar juga nih operasiin aplikasi editing gini biar gampang juga pakenya.

    ReplyDelete

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA BLOG NENG TANTI (^_^)