Anakku Jago Gambar, Sebaiknya Diarahkan Ke Mana?


    "Pagi mbak Tanti, apa kabar?"

Sapaan pagi dari salah seorang sahabat, terbaca di whatsapp. Setelah bertukar kabar, Evie langsung mengutarakan maksud dan tujuannya. "Mbak, ini Vio keponakanku jago gambar banget loh, nih mbak aku kirim ya gambar-gambarnya. Sebaiknya diarahkan ke mana, ya?"


    Yes, banyak orangtua yang tahu bahwa anak dilengkapi dengan bakat gambar yang luar biasa. Saat mereka tumbuh kembang,  jika terlihat bahwa si kecil asyik menghabiskan waktu dengan kertas dan pensil atau  banyak mengekspresikan perasaannya melalui gambar, bisa jadi anak berbakat menggambar.

    Berbeda dengan sekolah formal, menggambar, menari, menyanyi, perupa, main musik tak memiliki jalur yang jelas di Indonesia. Bakat masih dianggap sebagai hobi yang menunjang, padahal di masa yang akan datang, terbukti dengan hobi yang mereka miliki malah menjadi profesi yang menjanjikan!

Apa Yang Harus Orangtua Lakukan Saat Menyadari Anak Berbakat Menggambar?

Ketika mengetahui anak berbakat menggambar, tentu saja orangtua harus menyediakan fasilitas yang memadai. Mulai dari kertas gambar, kanvas, pensil, pensil warna, kuas, hingga cat warna.

    Mahal, Bun?

    Saat ini ada beberapa brand yang memberikan alternatif bahan baku murah, sehingga bisa mem-bundling kebutuhan anak. Jika di kota, bisa mencarinya di beberapa toko buku terkemuka, toko penyedia peralatan lukis dan gambar seperti Artland dan Toko Perapatan. Jika dirasa masih mahal, saat ini toko penyedia berbagai perlengkapan seperti Miniso, Nice So, KKV bahkan menjual beberapa item dengan harga affordable.

    Untuk anak berusia dibawah 5 tahun, berikan pensil warna dan crayon lilin serta kertas coklat (bisa dibeli selembar 5 ribu, kalau dipotong potong bisa jadi kertas ukuran buku gambar kecil sebanyak 50 lembar! 

Rekomendasi Tempat Menggambar Usia 4-8 Tahun 

Harga Kursus :
Start from IDR 50 K/ hour - IDR 500 K/ session (2-3 hours)

  • Ganara art studio ( Rumah Wijaya dan Plaza Indonesia Jakarta, Nipah Makassar )

  • Kutakatik ( Pondok Indah - Jakarta Selatan )

  • Ohayo Drawing School ( Tangerang, Jakarta, Semarang, Manado )

  • Superprof ( Tangerang )

  • Senirupadesain ( Jakarta )

  • Orca Art Lab ( Bandung )

  • Wepuka ( Jakarta )

  • Ichi Art Tuition ( Medan )

  • Galleryart ( Bandung )

  • Kanvasilmu ( Bogor )


Kelebihan Mengikuti Kursus?

  1. Agar kemampuan anak semakin terasah, dan mengenal tak hanya satu metoda tapi berbagai metode gambar. 
  2. Anak diajarkan cara mengatur waktu untuk menyelesaikan sebuah gambar.
  3. Anak sering diajak menjelajahi obyek baru
  4. Anak diberi proyek - tema sehingga terasah dan fokus
  5. Dalam kursus, anak akan bertemu dengan teman-teman baru yang juga berbakat menggambar. Ini akan menjadi motivasinya untuk terus menekuni bakatnya sekaligus mengajarnya untuk bersosialisasi dengan lingkungan baru.
  6. Pameran bersama, mengasah keberanian dan mengapresiasi bakat anak

Did you think of what you're going to do when you're grown up? 

Dan.. ini dia sederet rekomendasi profesi khusus untuk si yang punya bakat menggambar. Let's see if one of them is your dream job in the future.


1. Pelukis

    Untuk menjadi seorang pelukis, diperlukan imajinasi tinggi agar dapat menghasilkan karya lukis dengan nilai seni yang tinggi pula. Basuki Abdullah dan Affandi Koesoema adalah dua tokoh pelukis Indonesia yang karya lukisnya bernilai jual sangat tinggi.

    Only after reaching the maestro level like Basuki Abdullah or Affandi Koesoema did, will your parents never have to worry about you. Meskipun demikian, dibalik keahlian menuangkan imajinasi dan ekspresi diri tersebut, seorang pelukis sebenarnya berkesempatan untuk menginspirasi banyak orang.


2. Fashion Designer

    Untuk menjadi fashion designer atau perancang busana, diperlukan keahlian menggambar ide-ide karya busana. Tak hanya menggambar, fashion designer juga terlibat dalam pembuatan pola baju, pemilihan bahan kain, proses jahit, hingga peragaan busana di atas catwalk.

    Profesi inipun memerlukan kepekaan terhadap tren mode yang terus berubah. Fashion industry today is in fact not exclusively for women only. Everyone can be a fashion designer regardless of your gender.


3. Ilustrator

       Suka buku-buku dengan gambar atau ilustrasi yang menarik? Nah, orang dibalik ilustrasi cerita tersebut adalah ilustrator. Tak hanya pada buku, ilustrator juga menuangkan karyanya pada majalah maupun media cetak lainnya. And yes, that means illustrators work for publishing companies. At least, you should expect a more regular paycheck for working as an illustrator rather than a painter.


4. Komikus

    Selain ilustrator, komikus juga merupakan salah satu profesi yang memerlukan keahlian menggambar dalam industri penerbitan. Pada perusahaan besar, misalnya Image, DC, atau Marvel, komikus dapat menerima gaji per halaman karyanya atau menjadi bagian dari tim desainer untuk merampungkan suatu project.

    Jika ilustrator harus dapat menerjemahkan kata kedalam ilustrasinya, komikus harus memiliki ide ceritanya sendiri untuk kemudian digambar. Now, do you have them both?


5. Animator

    Profesi animator mirip dengan ilustrator. Hanya saja, karya animator biasanya berupa karya digital tiga dimensi – misalnya mengubah karakter dua dimensi komik menjadi tiga dimensi pada film.

    Dengan bantuan teknologi, animator dapat membuat game, kartun, iklan, video musik, efek khusus untuk film, termasuk komik. Untuk itu, seorang animator bekerjasama dengan penulis hingga programmer.


6. Desainer Grafis

    Sedikit berbeda, pekerjaan desainer grafis lebih banyak berkaitan dengan desain yang secara umum digunakan pada majalah, buku, brosur iklan, surat kabar, situs web, banner, bungkus produk, kaos, atau yang lain. Desainnya sendiri cenderung dibuat sesuai dengan permintaan klien atau perusahaan.

    Dengan kreativitasnya, desainer grafis dapat menciptakan tata letak yang menarik sehingga suatu produk atau sebuah iklan menjadi menarik. Desainer grafis tak cukup lihai membuat ilustrasi di atas kertas saja, tetapi dibutuhkan pula kemahiran bekerja dengan berbagai software seperti Photoshop atau Adobe Illustrator.


7. Arsitek

    Menjadi seorang arsitek berarti harus bisa membuat goresan-goresan pena yang baik. Pada dasarnya, pekerjaan arsitek memang mendesain bangunan, yang biasanya disesuaikan dengan keinginan klien.

    Among all other professions above, architect is generally considered a well paid job. Arsitek juga harus menguasai teknik konstruksi dan matematis – tak cukup hanya skill menggambar saja.


8. Desainer Teknik

    Profesi yang satu ini memiliki ragam pekerjaan yang cukup banyak. Rancangan pemasangan kabel listrik, diagram rangkaian peralatan elektronik, rancangan pipa industri berat, maupun desain jaringan pipa pabrik kilang adalah beberapa contoh pekerjaan desainer teknik.

    A highly detailed plan is very much expected in this field of job. Untuk itu, seorang desainer teknik harus bisa bekerja dengan CADD maupun kertas dan pensil.


9. Game Designer

    Game designer bertugas mendesain berbagai aspek visual sebuah game. Jadi seorang game designer yang akan meng-create kota, bangunan hingga karakter!

    Game adalah salah satu bidang yang berkembang pesat saat ini. Pastinya, game designer adalah salah satu profesi yang potensial dimasa depan, dan bekerjasama dengan QA tester, penata suara, programmer, maupun produser.


10. Interior Designer

   Sesuai dengan nama profesinya, gambar yang dibuat oleh seorang interior designer berupa denah ruang – termasuk keindahan bentuknya, warna perabotnya, hingga bahan dasarnya.

    And what profession that you've always wanted? 

28 komentar

  1. Ternyata banyak juga ya profesi yang bisa dipilih bagi orang yang suka menggambar

    BalasHapus
  2. Memang benar nih, ketika menyadari anaknya mempunyai bakat memang seharusnya didukung ya

    BalasHapus
  3. Wah ternyata ada ya kursus menggambar dengan harga terjangkau. Terima kasih informasinya

    BalasHapus
  4. Banyak banget nih ya kelebihan yang bisa didapatkan ketika mengikuti kursus menggambar ini

    BalasHapus
  5. Keren banget nih, Kak kalau anaknya jago gambar hihi. Soalnya saya saja sudah besar gambarnya masih jelek huhu

    BalasHapus
  6. Anakku Mak Tanti, yang no 2, alhamdulillah ada bakat di bidang visual, salah satunya gambar dan mewarnai, alhamdulillah kalau ikut lomba selalu dapat juara, katanya memang mau jadi arsitek karena memang suka juga sama matematika, mudah-mudahan anaknya bisa ngembangin bakatnya sampai beneran jadi arsitek, amiin

    BalasHapus
  7. Sosial media bisa jadi media unjuk gigi .gunakan saja tiktok buat ajang berani unjuk gigi dengan menggambar tokoh terkenal dan yang lagi hits seperti tokoh KTT Asean atau anak anak pacu jalur

    BalasHapus
  8. ini yg sempat aku sesali krna ga masukin si sulung kursus gambar pas lagi sekolah. lulus sma anaknya tiba2 pengen masuk senirupa. setelah 2 kali ditolak, alhamdulillah akhirnya tahun ketiga berhasil juga tembus ke kampus impiannya. andai dulu kursus, mungkin pas lulus langsung diterima :D

    BalasHapus
  9. Bapak aku dulu kang ngukur tanah, di kertas kalkir mba. 😁 ini si kakak mau ke arah komikus tapi moodyan euy. . Kkv aman di kantong, betah lama di sana ujungnya ke kutek hadeh anak2. Aku sendiri sekarang disuruh gambar truk hino, escudo, truk bagong 😆😆😆 sama anak lanang, ampun. Alhamdulillah ada yucup

    BalasHapus
  10. Anakku kayaknya bakat kerjanya yg no 5 dan 9. Tapi mba tanti.. Pernah baca di twitternya seorang pelukis, lupa namanya. Beliau bilang anak usia SD sebaiknya jangan dikursuskan gbr dulu. Krn nanti pola gambar anak bukan lagi ekspreai dr diri dia melainkan ekspresi sang guru. Kecuali gurunya yang masih membebaskan anak utk berekspresi kratif.

    BalasHapus
  11. Memang sangat disarankan ketika tau bakat anak di gambar ini mengikutkan kursus yaa, kak Tanti.
    Soalnya beneran keliatan banget bedanya, menggambar dengan bimbingan seorang guru atau hanya otodidak.

    Dan uniknya, kak Tanti.. kedua anakku juga suka gambar.
    Hanya aja medianya bisa beda.
    Kakak lebih seneng gambar di atas kertas. Sedangkan adeknya lebih mahir menggambar di HP or tablet.

    Kalok gambar bisa satset gituu..
    MashaAllaa~

    Cita-cita banget pengen mendukung hobi anak secara totalitas.
    Karena aku taunya seni itu penyeimbang otak kiri yaa...

    BalasHapus
  12. Banyak juga profesi khusus untuk yang punya bakat menggambar, ya, Mak. Sebagai orang tua kita memang sebaiknya mendukung dan mengasah kemampuan anak supaya bisa berkembang dan menekuni profesi sesuai skill-nya.

    BalasHapus
  13. Talenta yg baik kudu diarahkan dgn cihuy ya mba. jangan sampai bakat terabaikan ya. trus ntar ngang ngooongg, aduh sayaaang bgt. karena ada sejumlah case kyk gt di kluarga besarku

    BalasHapus
  14. Waaa.. makasih mbak tanti infonya. ini bisa banget buat masukan di materi bimbingan belajar mapel BK yang aku ampu. karena kebetulan, banyak siswa bimbinganku yang suka menggambar

    BalasHapus
  15. jadi memang diarahkan untuk mengikuti pelatihan atau kursus ya mba supaya bakatnya bisa terbentuk lebih baik lagi

    BalasHapus
  16. Cakep banget lagi gambar-gambarnya deh mbak, sekarang tuh sudah mulai banyak juga kelas dan sekolah gambar ya. di Tangerang Selatan juga ada deh tapi aku lupa namanya. WAkakakaaa...

    BalasHapus
  17. Dunia seni itu indah ya. Termasuk gambar. Aku selalu salud lihat mereka yang jago gambar, apalagi masih anak-anak. Dengan diarahkan sesuai bakat mudah-mudahan mereka bisa berkarya sesuai dengan passionnya

    BalasHapus
  18. Suka banget kalau lihat anak-anak yang suka menggambar, apalagi kemampuan gambarnya sudah terbilang "jago". Memang harus diarahkan sejak dini, ya. Agar ke depannya bisa bersaing di bidang yang memang diminati dan disukainya.

    BalasHapus
  19. sbg orang yg gapgam alias gagap gambar, aku selalu kagum dnegan keahlian satu ini. Bisa'an gitu yaaa...menuangkan ide di kepala dalam bentuk gambar. Suka ngiri hahaha..etapi kemudian sadar, tiap orang kan dikasih talenta masing2 yaa..ya udah lurus lagi daaah. Ndilalah anak2ku kok ya nggak ada yg bakat nggambar lho. Padahal, kalau ada bakat nggambar aku mau banget mendukung dan memfasilitasi (sejauh kemampuan tentunya). Ya tetap syukuri sih, pasti dia punya bakat lain hehehe.

    BalasHapus
  20. Makasih bunda cantik kok ya pass banget sih anakku Ichi sukaa gambar dan emang lagi galau milih jurusan. Persiapan ya meski baru 3 SMP tapi bentar lg SMA

    BalasHapus
  21. Nah anakku perempuan tuh mba.. jago banget gambar, tapi pas ditanya cita2 gak jadi yg sudah disebut. Diatas..cuma hobi aja bun..katanya.. boleh juga nih nti sesekali suruh lihat2 tempat kursus ya ...barangkali Jadi nanti kepikiran bisa jadi Interior Designer

    BalasHapus
  22. Keahlian menggambar ternyata nggak cuma dibutuhkan untuk menjadi pelukis dan ilustrator saja, banyak profesi lain yang membutuhkan kemampuan menggambar

    BalasHapus
  23. Thank youuu rekomendasi buat menyalurkan bakat menggambar dan seni. Kami pernah coba ikutan workshop Ganara Art, kebetulan pas ada pameran. Trus pernah juga mendengar di daerah BSD atau BXC yah ada Studio Kotak Katik, ini yang mengampu homeschooler.

    BalasHapus
  24. Anakku tuh bagus gambarnya tapi nggak pede Makneng jadi jarang mau ikut lomba menggambar, les saja ngga mau gemes deh jadinya

    BalasHapus
  25. Memberikan kesempatan kepada anak utk mengembangkan bakat nya sejak dini memang sangat dianjurkan ya mba.. Terimakasih sharing nya..pas bgt nih kmrn habis ngobrol dg sahabat yg salah satu puteranya berbakat gambar..

    BalasHapus
  26. Wow ternyata banyak juga yaa profesi bagi mereka yang suka gambar. Di tiktok, ada juga saya lihat profesi lukis luxury bag, melukis tas-tas mahal berharga puluhan hingga ratusan juta. Saya lihat, profesi ini sangat menjanjikan.

    Kalo anak punya bakat gambar sejak dini, baiknya memang harus didukung orang tua yaa agar bisa mengembangkan bakatnya

    BalasHapus
  27. Rupanya cukup banyak juga ya tempat untuk kursus menggambar. Dari usia 4 - 8 tahun. Profesi menggambar ini gak boleh dilihat sebelah mata ya. Karena dari menggambar, bisa menghasilkan karya yang luar biasa.

    BalasHapus
  28. Anakku pernah ditawarin ikut kursus tapi dia gak mau, huhuhu. Gimana ya biar dia semangat juga buat ikutan kursus gini. Walaupun emang gak harus, tapi kayak aku ngerasa bakal sayang aja, karena yang aku liat dia lumayan berbakat. Apa biar aja mengalir ya oma? Pengen japrian jadinya, ahaha.

    Pankapan aku gangguin buat nanya2 boleh yaa :D

    BalasHapus

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA BLOG NENG TANTI (^_^)