Seribu Origami, Seribu Doa
| Sumber : instagram @melvinsabitul |
Linimasa media sosial bergulir di layar ponselku, dan terhenti pada sebuah video berdurasi pendek. Tanpa musik latar yang menghentak, video itu hanya menampilkan jemari seseorang yang tengah telaten melipat lembar demi lembar kertas kecil berwarna-warni, membentuk burung bangau origami.
Seketika aku jadi membayangkan prosesnya.
Kubayangkan gadis itu sedang memisahkan kertas origami dari bungkusnya, mengambil sebuah pena, pelahan berpikir dan tersenyum sambil menulis pesan di atas kertas, setelah itu melipatnya menjadi siluet burung bangau yang sayapnya mengepak ke atas...
Lalu ritual itu diulang lagi.
Dan lagi.
Sampai 999 kali.
Fragmen Luka di Balik Toples Kaca
Yang membuat dadaku mencelos adalah saat tahu dengan pasti bahwa origami-origami itu bukanlah lipatan kosong.
Di dalam perut kertas yang tersembunyi, ada goresan tinta berisi kalimat-kalimat bersahaja: “Semoga harimu menyenangkan,” “Jangan lupa makan,” “Aku bangga sama kamu.”
Sederhana, ya?Lalu aku membaca komentar warganet.
Aku berhenti cukup lama untuk scroll komen-komen mereka.
- Ada yang menulis bahwa dulu ia pernah membuat seribu bintang origami untuk mantannya. Seribu!
Kertasnya diwarnai sendiri dengan cat air, dipotong secara manual dengan penggaris, dan dimasukkan ke dalam toples kaca yang cantik. Hubungan itu berakhir mengenaskan karena sebuah pengkhianatan...
- Seorang gadis menulis dengan nada getir, ia bilang pernah melipat seribu origami serupa untuk kekasihnya, tentu dengan seribu harapan dan doa. Namun menjelang hari pernikahan sang mantan dengan orang lain, ia memilih menyulut korek api dan membakar seluruh origami beserta decomposes kenangannya hingga menjadi abu.
Kadang hidup memang absurd.
Ada orang yang diberi ketulusan luar biasa, tapi tidak tahu cara menghargainya.
Ada orang yang menerima cinta besar, tapi justru menyia-nyiakannya.
...... plot twist, right?
Seni Menghargai Potongan Hidup
Perasaan yang dititipkan di setiap lipatan, semua itu punya nilai.
Kalau kamu pernah ada di posisi itu, memberikan sesuatu dengan tulus, tapi akhirnya tidak dihargai... aku tahu rasanya pasti nggak mudah.
Sedih. Kecewa. Marah.
Bahkan mungkin sempat bertanya:
“Kenapa ya aku harus sebaik ini ke orang yang salah?”
Namun, ada satu sudut pandang objektif yang menenangkan. Saat jemari kita menggoreskan kalimat-kalimat baik di atas kertas-kertas doa itu, sejatinya doa tersebut tidak pernah salah alamat.
Energi baik tidak pernah menguap sia-sia ke udara. Ketika kamu menulis, "Semoga kamu bahagia," getaran positif itu ikut hidup dan menetap di dalam dirimu sendiri.
Doa-doa itu akan kembali pulang. Mungkin bukan lewat pintu yang sama, dan pasti bukan lewat orang yang telah membuangnya. Ia akan kembali dalam wujud takdir yang jauh lebih santun dan megah.
Langit yang Selalu Lebih Luas dari Bintang
Semoga saja ia belajar, kalau "Oh… ternyata manusia ini worth-nya cuma segitu."
Ada satu pemikiran yang terus terlintas di kepalaku.
Bagaimana kalau 1000 origami itu sebenarnya bukan akhir cerita?
Bagaimana kalau itu justru bagian dari proses menuju sesuatu yang lebih besar?
Bukan sekadar segenggam bintang-bintang kecil di dalam toples.
Tapi langit biru yang luas, lapang, teduh, tanpa batas...
Langit itulah yang kelak akan menaungi seluruh bintang-bintangmu yang sesungguhnya.
PS. Note to myself, too…
Emang ya, hidup nggak selalu ngasih kita segenggam berlian setiap hari.
Untuk si pembuat seribu origami bintang…
semoga suatu hari nanti kamu dipertemukan dengan seseorang yang nggak cuma melihat dirimu sebagai si pembuat kertas lipat atau hadiah lucu.
Tapi seseorang yang paham, bahwa di balik setiap lipatan ada doa yang kamu panjatkan, ada harapan yang kamu simpan rapat-rapat, ada cinta yang tumbuh dari hati yang sungguh-sungguh.
Gaes, yuk kita ngobrol di Kolom Komentar!
Kalian pernah nggak, berada di fase memberikan usaha terbaik (maximum effort) untuk seseorang, baik dalam bentuk perhatian, barang buatan sendiri, atau waktu, namun akhirnya harus berlapang dada karena tidak dihargai?





Komentar
Posting Komentar
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA BLOG NENG TANTI (^_^)