Sunday, April 6, 2014

TERNYATA DIA BUKAN BANGSAWAN!

Kenalan sama 'si tebe'
Kalau ini bangsawan asli -_-'
    Biasanya kalau kita berkenalan dengan seorang bergelar TB., kita langsung dengan mudahnya menebak bahwa yang bersangkutan itu seorang keturunan bangsawan dari Banten. Soalnya di satu daerah, TB itu singkatan dari Tubagus. Lha iyaa.. soalnya almarhum Bapakku juga bergelar Tubagus (yah terpaksa buka kartu dweeh..)

      Well, kali ini saya tidak akan bicara tentang bangsawan dan gelarnya, tapi mengenai TB singkatan dari Tuberculosis alias bacillus yang berbentuk tuberkel. Di dunia kesehatan, istilah ini dikenal karena strain (jaringan) mikobakteria, umumnya Mycobacterium tuberculosis. 
Terus, kenapa tau-tau saya tertarik dengan TB ini? 
    Jadi begini, pada tahun 1992, WHO telah mencanangkan tuberkulosis sebagai Global Emergency. Nah, beberapa waktu lalu, Indonesia juga telah menjadi tuan rumah sebuah workshop yang beranggota 22 anggota South East Asia Region. 
      And you know, saudara-saudara? Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TB! Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. Not have a goosebump yet? Nih, faktanya : setiap jam ada 175 orang yang meninggal karena TB di Indonesia!

Adakah orang yang terinfeksi TB di sekitarku?
       Ternyata banyak! Karena penasaran, selama beberapa hari ini aku keluar masuk ke perkampungan di sekitar rumahku di Tangerang. Di tengah perumahan yang mewah di sekitar Gading Serpong - BSD - Paramount Serpong, ternyata... masih banyak sekali perumahan yang kondisinya memprihatinkan. Jangan tanya kalau di daerah Teluk Naga sana, ya!
Kontrakan di sekitar rumahku - diambil dari depan
Salah satu contoh rumah di Tangerang
        Saya juga riset kecil-kecilan di selembar kertas ke beberapa rumah itu, menanyakan tentang hal-hal basic (setelah googling ciri penderita, tentunya). Oya, saya juga bertanya ke Ummi -mertuaku- yang kebetulan aktif di organisasi Aisiyah memberantas TB sejak beberapa tahun yang lalu.

Apa saja yang saya tanyakan?
1. Nama dan usia 
2. Tinggi dan berat badan (ini penting banget! Karena kalau berat badan 
    kurang dan tidak naik-naik, bisa pertanda positip TB )
3. Frekwensi batuk pilek demam dalam sebulan - terutama apakah batuknya 
    kering atau tidak? Berapa lama jika batuk? Pernahkah lebih dari 3 minggu?
4. Apakah dadanya suka nyeri? Sesak napas? (Di beberapa rumah, hal ini 
    ditanggapi dengan kalimat positip, "Terutama kalo tanggung bulan, bu.." 
    hadeeeh.. -_-' )

     Begitulah, serasa bu dokter gadungan.. hehe.. Nah, dari data yang ada ternyata beberapa rumah saya curigai bapak atau anaknya terkena penyakit Tb ini. Bahkan ada yang pernah ke Puskesmas dan positip flek. Yaah, karena minim informasi atau mungkin dianggap tidak serius, mereka tidak menindak lanjuti pengobatan, padahal gratis di beberapa Rumah Sakit Umum.

     Nah, berbekal sok tau pengetahuan dari http://www.depkes.go.id/ maka Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, yaitu Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama menegaskan :

3 faktor yang menyebabkan tingginya kasus TB di Indonesia. 
1. Waktu pengobatan TB yang relatif lama (6 hingga 8 bulan) menjadi penyebab penderita sulit sembuh karena pasien biasanya berhenti berobat (drop) setelah merasa sehat meski proses pengobatan belum selesai. 

2. Masalah TB diperberat dengan adanya peningkatan infeksi HIV/AIDS yang berkembang cepat dan munculnya permasalahan TB-MDR (Multi Drugs Resistant=kebal terhadap bermacam obat). 

3. Adanya penderita TB laten, dimana penderita tidak sakit namun akibat daya tahan tubuh menurun, penyakit TB akan muncul.

Dampak penyakit TB

     Yang memprihatinkan, penyakit TB berkaitan erat dengan economic lost yaitu kehilangan pendapatan rumah tangga. Menurut WHO, seseorang yang menderita TB diperkirakan akan kehilangan pendapatan rumah tangganya sekitar 3-4 bulan. Bila meninggal, akan kehilangan pendapatan rumah tangganya sekitar 15 tahun. Woow..

     Dari sini dapat dihitung kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh TB. TB sangat erat dengan program pengentasan kemiskinan. Orang yang miskin akan menyebabkan kekurangan gizi dan penurunan daya tahan tubuh sehingga rentan tertular dan sakit TB, begitu sebaliknya orang terkena TB akan mengurangi pendapatannya, ujar Prof. Tjandra. 


Gimana sih cara penularan penyakit ini? 
      Sama saja dengan penyakit menular lain, terbanyak yaitu dari udara. Terutama jika ada penderita TB yang batuk, bersin berbicara atau meludah sehingga udara tercemar kuman Mycobacterium tuberculosis
       Kondisi ini ditambah dengan kondisi kelembaban di Indonesia -apalagi sekarang sedang musim hujan dan banjir- memperparah penyebaran penyakit batuk-pilek dan.. TB!

Mengendalikan TB dengan DOTS
       Strategi yang direkomendasikan untuk mengendalikan TB namanya DOTS yaitu Directly Observed Treatment Shortcourse


DOTS terdiri dari 5 komponen yaitu :
  1. Komitmen pemerintah untuk mempertahankan control terhadap TB; 
  2. deteksi kasus TB di antara orang-orang yang memiliki gejala-gejala melalui pemeriksaan dahak; 
  3. pengobatan teratur selama 6-8 bulan yang diawasi; 
  4. persediaan obat TB yang rutin dan tidak terputus; 
  5. sistem laporan untuk monitoring dan evaluasi perkembangan pengobatan dan program.
Masih bisakah penderita TB itu sembuh?
        Sebenernya masih ada harapan. Jika positip TB, harus berobat rutin selama 6 (enam) bulan. Lama? Kalau tidak dilanjutkan, dan satu saat kambuh, malah bisa sampai 2 (dua) tahun!
Gambar tes Mantoux dari wikipedia.com
Oya, sebelumnya dilakukan Tes Mantoux terlebih dahulu. Tes ini adalah satu dari dua tes kulit tuberkulin besar yang digunakan di seluruh dunia.


Berobat 6 bulan? Ngga ah, mahal!
       Eh, kata siapa? Nah, untuk penderita yang tidak mampu, diagnosa awal pengobatan diberikan gratis di seluruh Puskesmas, dan bagi pasien TB yang masuk dalam program, semua pengobatan ditanggung pemerintah. Demikian disampaikan oleh Dr dr. Erlina Burhan, Msc, Sp.P (K) - Ketua Pokja Directly Observed Treatment, Short-course (DOTS) dan TB-MDR RSUP Persahabatan.


Bisa gak sih, kita berjaga-jaga agar tidak ketularan?
Jawabnya : BISA. Caranya? 
Menjemur bantal guling sekaligus anak-anak ^_^
1. Karena bakteri ini berkembang paling cepat melalui udara, kita bisa 
    memanfaatkan sinar UV matahari dengan rutin menjemur kasur di panas 
    matahari minimal 3-4 kali sebulan. 
2. Jaga imunitas tubuh dengan vitamin dan makan makanan sehat, kalau bisa 
    sih jangan jajan yang berupa es pinggir jalan itu, yaa.. 
3. Jangan lupa berikan vaksin BCG pada anak.
4. Ini yang agak susah, karena rata-rata penduduk Indonesia sering meludah 
    sembarangan. Namun syukurlah di Puskesmas sekarang sudah dipasang 
    banner berbunyi himbauan ini. Tapi kalau sedang kondisi drop, ya gunakan 
    saja masker.


Tulisan ini disertakan dalam Blog Writing Competition dalam rangka Hari Tuberkulosis

Jika ada yang ingin informasi lebih jelas dapat menghubungi :
Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700, 
E-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@depkes.go.id, kontak@depkes.go.id.


Referensi :

  • www.tbindonesia.or.id
  • www.stoptbindonesia.org
  • www.depkes.go.id
  • www.pppl.kemkes.go.id
  • www.cdc.gov
  • www.who.org
  • www.kncvtbc.org

22 comments:

  1. Wuiih lengkap dan praktek langsung.

    ReplyDelete
  2. Iya mak soalnya penasaran, eh ternyata anaknya temen -yang deket sama anak-anak juga terjangkit penyakit ini!

    ReplyDelete
  3. hebattt sampai 'blusukan' segala buat cari info! jempol makkk!

    ReplyDelete
    Replies
    1. oiyaa.. namanya blusukan ya, jadi kayak Jokowaw eeh.. Jokowi aja

      Delete
  4. Saya belum blusukan, artikel saya modal nfo beberapa waku lalu. Rencananya baru mau jalan-jalan ke puskesmas untuk artikel tahap kedua. Nice info.

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih kunjungannyaa mak Ichaa.. jadi malu sama senior ^_^

      Delete
  5. Penyakit ini memang berbahaya
    Oleh karena penyukuh kesehatan harus rajin masuk kampung agar penduduk tahu apa yang harus dilakukan ya Jeng
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul pakde, kalau dilihat dari data statistik saja sih gampang. Itu posisi rumah dilihat dari depan, kalau dari belakangnya terus terang saya ngga tega.

      Terimakasih kunjungannya pakde!

      Delete
  6. blusukan ke kampung2 ya mak? hehe.. sukses ya buat lombanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah kayak petugas sensus, mbak Susan, untung ga dipentelengi :D

      Delete
  7. mantaap, TB di desa2 masih sering disepelekan, mak.. apalagi kalau orang yg tidak tahu lebih jelas soal TB ini, seringkali berakhir na'as. Sukses ngontesnya, mak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo di kampung, seringnya alasan ekonomi mak Damae, bukan hanya untuk berobat, bahkan untuk transport aja juga ga ada! Nah, kalau sudah begitu, harusnya mulai dipikirkan untuk rumah sakit keliling ya mak :(

      Delete
  8. mantep!
    tinggal ngasih penyuluhan ke warga sekitar spy pd mau memeriksakan diri ke dokter & berobat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngasih penyuluhannya ga mau sering-sering ah, mbak Nathalia... sedih deh, dan ga ketelen tu makanan :(

      Delete
  9. Wah salut mak... sampe ngadain riset segala. Bener2 tulisan yang dipersiapkan dengan matang nih. Kerennnn...

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mak Renny, ini kan karena dekat mak, dan sepertinya aku curiga sama kondisi sekelilingnya deh
      akhirnya "blusukan".. makasih ya maak

      Delete
  10. mantaapks tulisannya, riset dan observasi langsung di lapangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi... ini kan kebetulan pernah liat mertua ngerjain riset seperti ini mak Uwien ^^
      makasih yaa kunjungannyaa

      Delete
  11. Jadi tahu TB yang lain. Yaitu gelar bansawan. :D

    Sukses ngontesnya ya, Mba. . .

    ReplyDelete
  12. Halo,
    Saya Juan Diego, pemberi pinjaman pinjaman swasta yang memberikan pinjaman kesempatan waktu hidup. Apakah Anda membutuhkan pinjaman mendesak untuk melunasi utang Anda atau Anda membutuhkan pinjaman untuk meningkatkan bisnis Anda? Anda telah ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Apakah Anda membutuhkan pinjaman konsolidasi atau hipotek? mencari lebih karena kami berada di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda sesuatu dari masa lalu. Kami meminjamkan dana kepada individu yang membutuhkan bantuan keuangan, yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, untuk berinvestasi di bisnis pada tingkat 2%. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberitahu Anda bahwa kami memberikan bantuan yang handal dan penerima dan akan bersedia untuk menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini melalui email di: (diegosaintloans@outlook.com)

    ReplyDelete
  13. Halo,
    Saya Bishop T.D Jakes, pemberi pinjaman pinjaman swasta yang memberikan pinjaman kesempatan waktu hidup. Apakah Anda membutuhkan pinjaman mendesak untuk melunasi utang Anda atau Anda membutuhkan pinjaman untuk meningkatkan bisnis Anda? Anda telah ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Apakah Anda membutuhkan pinjaman konsolidasi atau hipotek? mencari lebih karena kami berada di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda sesuatu dari masa lalu. Kami meminjamkan dana kepada individu yang membutuhkan bantuan keuangan, yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, untuk berinvestasi di bisnis pada tingkat 2%. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberitahu Anda bahwa kami memberikan bantuan yang handal dan penerima dan akan bersedia untuk menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini melalui email di:
    (bishopjakesloancompany@gmail.com)

    ReplyDelete
  14. Anda dipersilakan untuk JULIAN CLARK PINJAMAN PERUSAHAAN. Kami sedang memberikan pinjaman untuk setiap bagian dari dunia pada tingkat bunga 3%. Jika tertarik, kontak Mr Julian Clark dengan alamat email dibawah Email: julianclarkcompany@gmail.com.

    Salam
    J_C Lender.
    Facebook: julian clark

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^