TIGA ELEMEN PENTING DALAM MENULIS

Jika kamu mencari kedamaian, diamlah. Jika kamu mencari kebijaksanaan, diamlah. Jika kamu mencari cinta, jadilah dirimu sendiri.” - Becca Lee

    Sama seperti dalam elemen dasar penulisan fiksi, tulisan nonfiksi naratif (termasuk di dalamnya tulisan perjalanan naratif) yang bagus disangga oleh tiga kaki, yaitu karakter, tindakan, dan adegan.

    Menjadikan seseorang yang ditemui di perjalanan sebagai bintang utama dalam tulisan perjalanan naratif adalah salah satu teknik kreatif yang bisa digunakan. 

Yes, karena manusia adalah ladang cerita.

    Manusia adalah makhluk yang secara alami merupakan ladang cerita. Lewat kontak antarmanusia, kita belajar banyak hal. Ada banyak manusia yang menginspirasi, yang membuat kita mengenal atau mengenang sebuah tempat atau bahkan memberi pengaruh pada diri kita.

    Pengen tau caraku belajar menambahkan tiga elemen itu? Lessgooooo!

Bertemu Aizah di Singapore



    Aku mengenal sosok Aizah, seorang ibu, istri, dan juga seorang pekerja sosial yang aktif di komunitasnya. Kehidupan Aizah dipenuhi dengan pengalaman yang kaya, dari perjalanan spiritual hingga tantangan sehari-hari yang dihadapinya sebagai seorang wanita berhijab di masyarakat yang majemuk.

    Senyumnya yang lembut masih membekas di ingatan, "Indonesia, right?" 
sapanya ketika pagi itu aku mencari sarapan nasi lemak dan roti kaya toast yang biasanya di-bundling dengan secangkir kopi hitam, di seberang hotel dekat Bugis Street.

    Aku mengangguk. Karena antrian cukup panjang, dan aku malas mencari tempat lain, kami pun bercakap-cakap. 

    Pucuk dicinta ulam pun tiba!

    Aizah ternyata bekerja di Woodlands Regional Library terletak di dekat stasiun MRT Woodlands. Dilansir dari laman Timeout, walaupun perpustakaan ini bukan berskala nasional namun Woodlands Regional Library memiliki bangunan yang besar dan luas dimana di dalamnya menampung ratusan ribu buku.

    Perpustakaan ini lebih berfokus kepada anak-anak dengan desain ruangan yang lebih interaktif. Woodlands Regional Library mengoleksi ribuan karya sastra untuk anak-anak dengan judul buku-buku langka yang diterbitkan di tahun 1900an.

    Aizah mempersilakan aku singgah ke tempatnya bekerja, dan karena penasaran aku segera mengiyakan. Kami berjanji akan bertemu esok siang untuk lunch di dekat sana. 

    Aku menatap kagum saat berkeliling. Perpustakaan Woodland memang sangat ideal untuk anak, karena di beberapa spot terdapat kursi-kursi yang nyaman, dan didesain dengan warna-warni menarik.





Sumber gambar : Woodland Library

    Ketika aku tiba - sengaja lebih cepat supaya bisa berkeliling melihat sekitar - tak sengaja aku  melihat Aizah. Dengan cekatan ia sedang membantu beberapa anak yang mencari buku. Ia mengarahkan anak-anak itu (beberapa mengenakan kerudung) ke sebuah lorong yang berisi buku-buku cerita islami. Aizah terlihat sangat paham dengan pekerjaannya.

    Ketika melihatku, ia melambai, mempersilakan aku berkeliling sebelum ia rehat makan siang.

Mendapat Sahabat Baru dari Negeri Jiran


    Ketika lunch di sebuah kedai - karena Aizah hanya mendapat waktu break satu setengah jam, Aizah bercerita banyak tentang pekerjaannya. Ia sangat senang bekerja di Woodland karena di sini semua orang saling menghargai. 

    Selain bekerja di perpustakaan, Aizah ternyata terlibat dalam beberapa aktivitas seperti pengkajian remaja, sering menggalang dana untuk korban bencana bahkan sampai negara tetangga. Ia juga aktif dalam kegiatan amal, serta menjadi mentor bagi remaja-remaja putri di lingkungannya.

    Yes definitely, hidup di dalam kota majemuk - saat menjalani pekerjaan sosialnya, Aizah menghadapi berbagai tantangan. Dia harus menghadapi stigma dan stereotip tentang wanita berhijab, serta berjuang melawan ketidakadilan sosial. 

    Aizah tak gentar, karena menurutnya di jaman now rintangan-rintangannya tak datang dari luar namun juga dari dalam. Misalnya saja, ia pernah menemui anak remaja dengan kondisi orangtua yang keduanya harus bekerja hingga larut malam, sehingga anak merasa terpinggirkan. Anak itu dengan mudah mencari kesenangan dengan melakukan hal yang tak sepantasnya, karena kemudahan akses internet.


    Itu sebabnya Aizah merasa bahagia bekerja di perpustakaan Woodland, karena bisa bertemu dengan banyak anak-anak, memandu mereka menemukan buku yang tepat juga sesuai usianya. Sesekali, mereka juga mengadakan acara read aloud, untuk menanamkan nilai-nilai kepada anak-anak.

    Ah, tak terasa pertemuan kami yang hanya sebentar itu berakhir sudah. Kami berjanji akan saling bertukar kabar, mana tau satu saat akan jumpa lagi jika aku mendapat kesempatan ke Singapore atau Aizah ke Indonesia!

    Melalui karakter, tindakan, dan cerita-cerita Aizah ini aku mendapat tulisan nonfiksi naratif tentang seorang wanita muda dengan semangat yang tinggi, ingin membagikan nilai-nilai islami di tengah tantangan kehidupan kota metropolitan, menghargai keberagaman dengan masyarakat yang majemuk.

Sampai jumpa lagi Aizah!
    
Gambar ilustrasi dibuat oleh Penulis - untuk coloring book 

38 komentar

  1. keliatannya nyaman ya mba perpustakaannya, aku kalo ke sana mungkin bisa betah sih berlama-lama untuk baca berbagai jenis buku

    BalasHapus
    Balasan
    1. perpustakaan untuk anak memang lebih nyaman yaa Aie

      Hapus
  2. Aaaa suka bangeett perpustakaannya nyaman, bikin betah...anak-anak kalau dibawa ke sini bakal lupa deh sama gadget. Dan saya suka cara menulis Mbak Tanti, daebak! Kalau gambarnya nggak usah ditanya lah ya, juwaraakk banget.

    BalasHapus
  3. senang banget ya Mbak, kalau ketemu dengan sahabat seperti itu bikin adem suasana dan kita jadi semangat untuk bisa berkarya sesuai dengan kemampuan kita ya.
    gambarnya cantik-cantik semua Mbak, jadi pengen mewarnai nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya bisa berteman dengan yang sehati. nah tungguin ya kalau coloring book nya jadi aku ijin promosi yaaa

      Hapus
    2. yeaaayy, asik banget nih bakalan ada coloring book cerita ini ya Mbak? Moga bisa pinang juga nanti coloring booknya.
      sukses terus Mbak, lancar-lancar projek coloringnya :)

      Hapus
  4. Salamin sama Azizah, Ciiii. Coba aku ikut lunch pasti larut juga nyimak ceritany

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuhuuu Efi iya nih pasti kita semangat cerita cerita bareng

      Hapus
  5. Cantik sekali ilustrasinya Mbak. Karakternya pun sangat cantik. Itu gambarnya pakai aplikasi atau manual Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih banyak mbak Gieska. Pakai manual dulu orar oret lalu ditrace ulang pakai paint

      baru saya tambahkan background dan element dibantu canva mbak, baru diedit untuk finishing

      Hapus
  6. Ilustrasinya bagus banget mbak, karakter Aizah kelihatan cantik ya sesuai dengan alur ceritanya. Rasanya nggak sabar ingin nunggu kelanjutan cerita Aizah nih mbak.

    BalasHapus
  7. Kenap sih mak Tanti selalu cakep banget ih ilustrasinya. Seru banget ini cerita Aizah dan pendukung gambarnya pun membuat kita jadi membayangkan sosoknya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah ituuuu .. kenapa yuaaaa
      ya kalo gambar ya dicantik-cantikin sih Chi hahahaaaa

      Hapus
  8. Gambar ilustrasinya bagus banget, udh setara di buku ank yg sering kujumpai di toko buku besar.
    Perjumpaan yg berkesan ya, ketemu org yg baik saling bertukar cerita memperluas pertemanan

    BalasHapus
    Balasan
    1. ooow tersanjung daku, semoga terkabul bisa nangkring di tobuk besar aamiiin

      Hapus
  9. Masya Allah, apakah orang Malaysia pada seramah Azizah? Rasanya semakin pengen main ke negeri jiran itu. Pengen punya teman orang sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kebetulan jiran yang kumaksud yang S'pore mbak Ida, tak bolehkah disebut negeri jiran juga?

      Hapus
    2. di Kementerian Pelancongan kan mereka ramah ramah dan friendly semua mbak, waktu ada event Eat Travel Doodle aku dijamu oleh mereka

      Hapus
  10. Dari foto-fotonya saja aku sudah bisa merasakan gimana nyamannya perpustakaan tersebut. Berharap semoga di Indonesia, terutama di daerah ya (bukan di kota) semakin banyak perpustakaan yang ramah anak biar anak-anak semakin gemar membaca. Oiya, coloring book-nya udah terbit mbak? Kepingin beli di mana ya?

    BalasHapus
  11. Nonfiksi naratif berarti storytelling ya Mbak?

    Tantangan banget.


    Biasanya aku nulis non fiksi agak kaku. Kalau pake naratif gini jadi bagus ya

    BalasHapus
  12. Tadi pas awal baca kirain ini cerpen (fiksi) ternyata non fiksi naratif. Kalau tulisan feature kan ada narasinya juga ya?

    BalasHapus
  13. Dengan suasana perpustakaan yg nyaman gitu anak anak pasti tambah suka baca di perpustakaan.. btw karakter Azizah ini nyata yak

    BalasHapus
  14. Perpusnya besar banget dan tampak nyaman bikin pengunjungnya pasti betah

    BalasHapus
  15. Ka Tantiii.. kalau coloring booknya terbit, aku uda bisa punya gambaran beberapa ilustrasinya diambil dari blog yaah...

    Aku pernah berkenalan salah satu alumnus ITB, ka Tanti.. dan karakternya mirip seperti Aizah.
    Orangnya sibuk dengan hal-hal yag menurutku sederhana, karena ia sebenernya bisa punya karir yang lebih besar dari itu. Tapi ia mencintai dunia lingkungan hidup dan bekerja sebagai volunteer.

    Kebayang-bayang aja sama Aizah di kisahnya ka Tanti nih jadinyaa..

    BalasHapus
  16. Alhamdulillah rezeki banget Makneng, cari sarapan eh dapat sahabat baru yang menginspirasi banget.. perpustakaannya bagus bangeeet..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah..
      memang suka dapet pengalaman baruuu, teman baru dan tempat yang menginspirasi.
      Triple kill sekaligus, ka Tanti.

      Barakallahu fiik~

      Hapus
  17. cakep banget perpustakaan dan gambarnya juga, rasanya disini aku kawan aku banyak karakternya kaya aizah...btw jadi kepo colouring booksnya apa per episode yaa? ada tema terntentu

    BalasHapus
  18. Beruntung jika bisa punya atau ketemu sahabat yang paham atau justru sefrekuensi dengan kita
    Atau kasi pelajaran baru ke kita
    Anyway bagus banget sih ilustrasi gambarnya
    Gatel pengen mewarnai nih

    BalasHapus
  19. Kece badai nih ilustrasi desain fotonya mbak Tanti. Asik ya mbak punya teman baru, banyak insight yang didapatkan. Ini yang menarik, " karena di sini semua orang saling menghargai.". Budaya ini perlu juga diterapkan di Indonesia ketika bekerja. Terkadang, rasa nyaman itu terusik ketika ada teman toxic yang tidak menghargai

    BalasHapus
  20. Lewat cerita ini jadi mudah menggambarkan ketiga elemen tersebut, ya, Kak. Saya perlu baca-baca lagi terkait ini karena masih penasaran dengan nonfiksi naratif. Btw, gambarnya keren banget, Kakak.

    BalasHapus
  21. Senang ya ketemu seseorang yang inspiratif. Apalagi seorang muslimah. Bisa menambah pertemanan dan kenalan yang membawa nilai positif, pastinya berharga banget sebagai relasi

    BalasHapus
  22. Masha Allah Mak neng aku salfok sama gambar2nya bagus amat Mak. Mak neng emang jagonya, tulisan jg enak alurnya

    BalasHapus
  23. Wah baru tahu ada perpustakaan di Woodland. Tempatnya cozy banget tuh buat anak-anak. Jadi bisa ada pilihan buat bocil selain jalan-jalan ke tempat wisata di Singapura ya.

    Ilustrasinya bagus banget mbak buat coloring book. Jadi pengen punya deh coloring book ya.

    BalasHapus
  24. wah tulisan can ilustrasinya sama-sama cakep. pengen deh saya belajar menulis dengan gaya naratif gini karena enak banget dibacanya

    BalasHapus
  25. perpustakaannya terlihat nyaman. saya kalo datang kesini kayaknya bakalan lupa waktu, hehehe

    btwbertemu dengan yang sehati itu memang anugerah yaa soalnya sekarang ini jarang banget bisa sekali ketemu langsung klik dan akrab

    BalasHapus
  26. Cakep banget mba ilustrasinya dan keliatannya perpustakaannya nyaman sekali untuk ngerjain tugas ya, jadi pengen cobain ke perpustakaannya

    BalasHapus

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA BLOG NENG TANTI (^_^)