Intip Keseruan Workshop Zine Layout Design Bareng Tuty Queen x Komunitas Nganva!
Siapa di sini yang kalau punya ide random atau keresahan hidup cuma berakhir jadi draft di notes HP atau malah menguap gitu aja? Padahal, isi kepala kita itu mahal harganya!
Nah, daripada ide-ide jenius (atau overthinking tengah malam) kamu nganggur, ada satu media super seru yang bisa jadi wadah ekspresi tanpa batas: Zine.
Apa Itu Zine?
Apa Itu Zine?
Ngomongin soal zine, beberapa waktu lalu, tepatnya hari Sabtu, 16 Mei 2026, ada sebuah kolaborasi pecah yang sukses mewadahi kreativitas para kreator visual.
Kolaborasi apalagi kalau bukan Workshop Zine Layout Design yang diinisiasi oleh Tuty Queen bareng Komunitas Nganva.
- Bertempat di kafe yang super cozy, Warung Namu, BSD, workshop ini jadi ajang pembuktian kalau bikin karya cetak itu nggak seseram dan serumit yang dibayangkan!
Manifesting Ide: Ketika Kreativitas Ketemu Tools yang Tepat
Aku pernah juga buat zine manual, dan pernah ditulis juga di sini, sejarah dan kenapa sampai ada benda estetik mungil ini.
Bagi sebagian orang, mendengar kata "desain publikasi" atau "cetak buku" langsung bikin dahi berkerut. Tapi di workshop kemarin, mitos itu langsung dipatahkan.
Minva (panggilan akrab admin Nganva) bareng Tuty Queen sukses memandu peserta untuk unlock skill baru dari nol. Modalnya? Cuma laptop atau bahkan tablet, dan software sejuta umat yang pastinya kita semua punya: Canva.
Minva (panggilan akrab admin Nganva) bareng Tuty Queen sukses memandu peserta untuk unlock skill baru dari nol. Modalnya? Cuma laptop atau bahkan tablet, dan software sejuta umat yang pastinya kita semua punya: Canva.
![]() |
| Mbak Tuty Queen - founder Komunitas Nganva sekaligus blogger dan Canvassador |
![]() |
| peserta menyimak |
![]() |
| Bu Ketua Komunitas Nganva, Caroline Adenan yang juga seorang trader, blogger, influencer, desainer |
Workshop intensif satu hari ini benar-benar padat daging. Pesertanya juga beragam, ada yang dari blogger, perwakilan UMKM dan peserta yang hadir dari advestising di sosial media.
Kupas Tuntas Proses Kreatif: Dari Konsep Sampai Siap Cetak
Bikin zine itu bukan cuma asal tempel gambar dan tulisan, ya. Ada estetika dan logika di baliknya. Di workshop kemarin, prosesnya dibedah menjadi beberapa poin utama yang krusial:
- Pematangan Konsep:
Di sesi awal, peserta diajak buat menentukan core message dari zine yang mau dibuat. Mau bikin zine puisi, jurnal visual, review kuliner lokal, sampai zine berisi opini kritis, semua dibebaskan!
- Penerapan Grid (Layout System):
Ini dia sisi teknisnya. Biar zine kita enak dibaca dan nggak berantakan, penggunaan grid itu wajib. Peserta diajak memahami cara membagi halaman di Canva supaya komposisi visualnya seimbang antara teks dan gambar.
- Tipografi yang Berkarakter:
Memilih font itu mirip kayak milih baju; kalau salah kostum, pesannya jadi nggak nyampe. Peserta diedukasi cara pairing font yang estetik tapi tetap punya tingkat keterbacaan (readability) yang tinggi.
- Final Pre-Press (Siap Cetak):
Nah, ini yang paling sering bikin blunder. Desain di layar bagus, pas dicetak malah kepotong atau warnanya kusam. Kemarin, diajarkan cara setting bleed, margin, dan ekspor file ke format PDF Print berkualitas tinggi agar siap masuk mesin cetak tanpa drama.
Sisi Teknis Dikit, Yuk!
>> Kenapa sih setting margin dan bleed itu penting banget di zine?
Bayangkan zine itu seperti kue lapis yang pinggirannya mau dirapikan pakai pisau. Kalau kamu menaruh teks terlalu mepet ke pinggir tanpa safety zone (margin), pas kertasnya dipotong (trimming), tulisan kamu bisa ikut bablas terpotong. Sad banget, kan?
Bayangkan zine itu seperti kue lapis yang pinggirannya mau dirapikan pakai pisau. Kalau kamu menaruh teks terlalu mepet ke pinggir tanpa safety zone (margin), pas kertasnya dipotong (trimming), tulisan kamu bisa ikut bablas terpotong. Sad banget, kan?
Kalau boleh bikin analogi, zine itu seperti mainan Play-Doh. Berbeda dengan majalah komersial atau buku indie yang punya banyak aturan industri yang kaku, zine adalah media yang sangat demokratis. Nggak ada aturan baku yang mendikte kamu harus sekaku apa. Kamu bebas mengekspresikan diri secara objektif, kritis, bahkan se-puitis mungkin.
Keseruan workshop kemarin makin lengkap karena peserta nggak pulang dengan tangan kosong. Dengan investasi yang sangat terjangkau (apalagi yang dapat tiket Early Bird cuma Rp 85.000!), fasilitas yang didapat ugal-ugalan:
Hasilnya? Satu hari yang produktif banget. Datang membawa kepala penuh ide random, pulang-pulang sudah menentang zine fisik karya sendiri yang siap dipamerkan atau digandakan. Effortless tapi ngena banget!
Keseruan workshop kemarin makin lengkap karena peserta nggak pulang dengan tangan kosong. Dengan investasi yang sangat terjangkau (apalagi yang dapat tiket Early Bird cuma Rp 85.000!), fasilitas yang didapat ugal-ugalan:
- Zine Kit buat langsung praktik eksekusi fisik.
- Goodie bag gemas dari para sponsor, teh premium Oolong Tea, @sen.and.c @drinkarchi, @sekar_indonesia
- Amunisi anti-ngantuk berupa free coffee & snack dari Warung Namu yang bikin proses brainstorming makin lancar jaya.
Hasilnya? Satu hari yang produktif banget. Datang membawa kepala penuh ide random, pulang-pulang sudah menentang zine fisik karya sendiri yang siap dipamerkan atau digandakan. Effortless tapi ngena banget!
Jangan Cuma Jadi Konsumen Konten, Jadilah Kreator!
- Workshop Zine Layout Design bersama Tuty Queen dan Komunitas Nganva kemarin membuktikan bahwa batasan antara "nggak bisa desain" dan "punya karya cetak sendiri" itu sebenarnya tipis banget.
Kadang kita cuma butuh ekosistem yang suportif, mentor yang tepat, dan tools yang bersahabat kayak Canva untuk memulai.
Zine adalah bukti fisik bahwa suara, visual, dan pemikiran kamu itu nyata dan layak untuk didokumentasikan. Jangan biarkan ide kamu terkubur di algoritma media sosial yang umurnya cuma hitungan detik!
Nah, sekarang giliran kamu yang cerita! Siapa di sini yang kemarin ikutan seru-seruan di Warung Namu, BSD?
Zine bertema apa yang berhasil kamu bikin? Atau buat kamu yang belum sempat ikutan, kalau dikasih kesempatan bikin zine sendiri, tema unik apa yang pengen banget kamu angkat?












Seru banget bisa workshop bikin Zine dengan teman-teman yang pengin terus kreatif dan produktif. Next kita bikin lagi batch 2 ya...
BalasHapusyeaaay.. aku langsung kepikiran buku anak ala zine lucu kali yah
HapusSeru sekali workshopnya, Mbak Tanti! Saya justru baru mengenal zine lebih dekat lewat tulisan ini. Ternyata bisa menjadi media kreatif untuk menuangkan ide dan cerita ya. Jadi tertarik untuk belajar membuatnya juga suatu saat nanti.
BalasHapusAaa senang banget kalau tulisanku bisa bikin jadi makin kenal sama zine ^__^
HapusAku juga awalnya nggak nyangka kalau media sederhana kayak zine ternyata bisa jadi tempat yang bebas banget buat menuangkan cerita, keresahan, gambar, sampai hal-hal random yang kadang susah dijelasin lewat media lain
Yang seru, bikin zine tuh nggak harus “jago” dulu. Justru feel personal dan proses eksplorasinya itu yang bikin menarik. Semoga suatu saat Mbak juga jadi bikin zine versi Mbak sendiri yaa, pasti seru banget buat dibaca
Wah seru banget, Mbak. Aku tuh juga suka banget workshop semacam ini karena jadi lebih termotivasi untuk berkarya, melahirkan ide-ide baru, sehingga bertambah usia semakin produktif.
BalasHapusIya Mbak, aku juga ngerasain hal yang sama
HapusKadang dari workshop begitu malah ketemu energi baru dan insight yang sebelumnya nggak kepikiran. Serunya lagi bisa ketemu orang-orang yang satu frekuensi, jadi makin semangat buat terus berkarya.
Aku tuh percaya, bertambah usia bukan berarti kreativitas ikut menurun, justru pengalaman hidup bikin ide dan sudut pandang kita makin kaya ya, Mbak
Dulu waktu masih mahasiswa suka gabut dan bikin-bikin zine. Eh baca ini jadi throwback ke masa lalu deh. Semangat kreasinya.
BalasHapusWah iya yaa, zine tuh punya vibes yang khas banget
HapusKadang bikinnya modal gabut, kopi, dan begadang, tapi sekarang malah jadi kenangan yang hangat banget kalau diingat. Seneng deh kalau tulisan ini bisa bikin throwback ke masa-masa kreatif waktu kuliah
Semoga semangat bikin karya-karya kecil yang menyenangkan itu nggak pernah hilang yaa. Siapa tahu nanti malah pengen bikin zine lagi hihi
Ini bisa untuk bikin komik gak sih?
BalasHapusSaya jadi inget ajakan dosen FSRD ITB, Tita Larasati untuk bikin komik yang bisa banget untuk healing
Isinya bisa harapan, impian dll
Masalahnya: saya gak bisa ngegambar!
Dengan canva dan zine, impian saya bisa terwujud ya?
Bisa bangettt!
HapusJustru sekarang zamannya “gak bisa gambar” bukan alasan buat berhenti berkarya. Dengan Canva + format zine, ide healing dalam bentuk komik atau visual journaling jadi jauh lebih accessible. Tinggal mainin template, foto, doodle simpel, tempel kata-kata harapan atau mimpi, udah bisa jadi karya yang personal banget.
Dan honestly, kadang komik healing itu bukan soal gambar yang perfect ala komikus profesional, tapi soal cerita yang relate dan jujur. Bahkan coretan stickman pun bisa terasa ngena kalau emosinya sampai ..
Kayaknya ajakan Bu Tita Larasati itu visionary juga ya. Karena proses bikin komik/zine bisa jadi medium ngobrol sama diri sendiri. Semacam terapi versi kreatif anak seni ya ambu
So yes, impiannya sangat bisa terwujud. Pelan-pelan aja. Kadang karya paling meaningful lahir bukan dari skill paling dewa, tapi dari keberanian buat mulai .. akukok jadi pengen bikin juga!
Semakin digali semakin banyak kreativitas menggunakan Canva. Proses Zine ini juga cukup diminati, dan konsepnya pun lebih efisien misalnya untuk bikin scrapbook atau mungkin tabel jurnal yang menarik
BalasHapusJadi ingat waktu jadi PR dan kerja bareng dengan Advertising Agency untuk bikin STORY BOARD iklan. Kalau dulu pakai papan besar dengan lembaran story yang dihadirkan satu persatu, sekarang sudah lebih modern ya. Bisa lewat lipatan kertas yang bisa diprint kecil-kecil dan dibagikan. Ah, sayang waktu itu gak bisa ikut karena sudah ada acara keluarga. Kapan sempat mau coba sendiri. Penasaran banget.
BalasHapusPenhalaman yang seru banget pastinya.
BalasHapusZine ini jadi bisa bikin booklet mirip bonusan dari majalah di era lawas ya..
Mbak Tuty Queen pernah ngadain workshop online ga sih? Pengen ikutan juga lho