Friday, December 25, 2015

KETIKA IDEOLOGI TAK BERTEMU...

Bapak yang usianya sudah separuh baya itu terdiam. Setitik air mata jatuh dan buru-buru ia besut. Namun, tak urung akhirnya ia menangis juga. Tak disangka, sebuah lembaga yang selama ini ia tangani, berbalik menjadi satu lembaga yang menjebloskannya ke penjara. 

Walau pun putusan hakim belum final, namun toh sosok itu harus mendiami rumah tahanan Cipinang hingga ketok palu sidang putusan Tipikor. 

Korupsi adalah satu kata yang menakutkan.

Berasal dari kata korupsi {corruptio -- kata kerja corrumpere yang artinya merusak dan busuk} konotasinya sangat negatif. Secara personal, tindakan pejabat publik yang ilegal, menyalah gunakan wewenang jabatan dan lain-lain. Sejatinya, seorang pejabat publik memang tidak akan pernah melanggar sumpah jabatannya tersebut. 



Secara khusus, Jero Wacik adalah representasi penduduk Bali di kancah politik. Ia mengangkat penduduk Bali dan mengukuhkan namanya - bahwa masyarakat Bali tak hanya piawai di bidang seni dan budaya namun juga dapat menghadapi persaingan global.

Sebagai penduduk Bali, Jero Wacik bersandar pada adat istiadat. Ia dikenal sebagai orang yang menjunjung dasar penghormatan dalam tiga dimensi Sang Pencipta - alam dan sesama, dikenal juga sebagai Dharma. Laiknya Pulau Bali yang juga menjunjung spiritualisme Dharma hingga menjadi tempat yang nyaman untuk pariwisata. 

Itulah sebabnya, banyak orang merasa kecewa dan tersentak karena ia akhirnya dijerat gugatan oleh  Jaksa Penuntut Umum KPK pada SURAT DAKWAAN Nomor : DAK-35/24/09/2015.

JERO WACIK, BUKU dan FILOSOFI
Ketika menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata penerapan filosofi ini digunakan Jero Wacik. Ia juga meluncurkan buku-buku yang bercerita tentang kiprahnya selama menjabat menjadi menteri. Buku bertajuk Tujuh Tahun Membangun Kebudayaan dan Pariwisata ini bertujuan;


"Tujuan dibuatnya buku ini adalah supaya yang saya pikirkan selama menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata ada catatannya sehingga dapat diketahui oleh masyarakat," kata Jero Wacik 
ia juga dikenal sering berusaha menularkan kebiasaan tersebut kepada rekan dan koleganya. Agar membukukan kisah dan perjalanan hidup, agar kelak dapat dikenang. Tentu saja dengan pesan, agar kita sebagai pembaca mengambil pencapaian yang baik saja.

Begitu juga saat ia kemudian menjadi Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) rencananya ia akan meluncurkan buku pada tahun 2014, berisi selama tiga tahun menjabat sebagai Menteri ESDM. 


Di bagian pembuka,  Jero mengatakan dia tumbuh tanpa didampingi oleh saudara-saudara kandungnya. Ia adalah seorang anak yang beruntung lahir tanpa saudara, karena ketujuh saudaranya meninggal dunia. Menurutnya, sang Ibu bahkan sudah memasrahkan pada Ilahi agar jika pun Jero kecil ini akan diambil lagi, ia merasa biasa saja.

Tapi, Tuhan memiliki rencana lain. Jero Wacik tumbuh dan besar di dalam lingkungan pura -tidak hanya besar di rumah saja-. Ia tumbuh menjadi pribadi yang humanis dan kooperatif. Ia takut akan kehilangan teman-teman sehingga merasa perlu menjadi orang yang gampang beradapatasi dan ringan tangan membantu orang atau relasi yang kesusahan.

Sebagai suami dari seorang istri dan ayah dari 4 orang anak dan terlahir sebagai anak bungsu dari delapan bersaudara pada tanggal 24 April 1949 di Singaraja, putra putrinya juga mengikuti jejak dengan menjadi teknokrat.


PERJALANAN KARIR JERO WACIK

ITB adalah awal mula kiprah Jero Wacik. Saat masih di bangku ITB, ia sudah bekerja di beberapa perusahaan tekstil di Bandung sebagai tim peneliti, sekaligus sebagai asisten jurusan Fluid Mechanics and Thermodynamics Mechanical Enggineering. 

Ia juga aktif berorganisasi, dan berhasil menyelesaikan pendidikan di ITB pada 1973 dengan predikat Mahasiswa Teladan ITB 1973.

Lulus dari ITB, Jero langsung bekerja di PT United Tractors sebagai Asistant Services Manager (1974-1975). Kariernya terus menanjak dengan posisi jabatan mulai dari asisten (1974) hingga menjabat Goverment Sales Manager (1990).

Jero Wacik banyak memanfaatkan kesempatan ke sejumlah negara di Asia dan Eropa dalam rangka kursus dan seminar-seminar selama bekerja di United Tractors itu.  Sehingga pada tahun 1992,  Jero Wacik melihat peluang di bidang usaha jasa pariwisata

Jasa Pariwisata awal karir di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata
Dua dari tiga perusahaan yang dimiliki Jero Wacik, bergerak di bidang hotel, biro perjalanan wisata, yaitu PT Griya Batu Bersinar, dan PT Pesona Boga Suara, yang berkantor di Jakarta dan Bali. 

Sedangkan satu lagi, PT Puri Ayu, bergerak di bidang interior dan desain tekstil. Perusahaannya berkantor di Jakarta dan Bali.

Pada 19 Oktober 2004, pria lulusan Teknik Mesin ITB tahun 1974 ini dipanggil ke Cikeas oleh mantan Presiden SBY, dan dalam pertemuan sekitar delapan menit itu, Jero Wacik  dijejali pertanyaan seputar pariwisata dan budaya. 

Jero Wacik kemudian dipercaya menjabat Menneg Budaya dan Pariwisata.  Ia memiliki komitmen dalam melaksanakan tugas untuk meningkatkan kualitas industri pariwisata nasional yang sangat tinggi. Buktinya, ia menjual semua aset villa agar lebih berkonsentrasi di bidang pemerintahan.

Pembenahan pariwisata Indonesia menurut Jero juga dimulai dari pengamanan aset-aset wisata. Pemberian rasa aman saat berwisata, akan merangsang orang pergi pelesiran ke pelosok Nusantara. Tentu saja...

Untuk menggalang pihak swasta, Jero juga ikut berpromosi bersama ke luar negeri. Sedangkan, untuk menggairahkan wisatawan nusantara, dicanangkan: “Kunjungi Negerimu, Cintai Negerimu”.


Demi mengoptimalkan industri jasa pariwisata, Jero Wacik juga berkomitmen dan terbuka menerima masukan, terutama di bidang jasa kebudayaan. Hal ini diakui dan diapresiasi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla saat itu. Tak banyak Menteri yang memiliki open minded, menerima masukan dari berbagai pihak dan melaksanakannya. 

Kebijakan saat menjadi Menteri ESDM
Sebagai menteri ESDM, tentu saja banyak pertanyaan terkait ketahanan energi di Indonesia. Terutama mengenai harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia, khususnya premium. 
Pada masa Jero bertugas dan ada kebijakan pembatasan subsidi BBM, ia menyampaikan dengan tegas bahwa pembatasan BBM bersubsidi hanya digunakan oleh masyarakat kurang mampu. Masyarakat menengah ke atas tidak layak mendapatkan pasokan BBM bersubsidi.
Dibantu oleh wakil menteri -ahli dalam bidang energi dan sumber daya alam- yaitu Wijajono Partowidagdo, mereka membuat kebijakan tersebut. Sayang, Wijajono Partowidagdo meninggal saat melakukan pendakian di Gunung Tambora.
Saat menjabat Menteri ESDM, tentu saja banyak silang pendapat soal pengelolaan energi, BBM maupun listrik. Banyak stafnya yang mengatakan, Jero Wacik merupakan sosok yang komunikatif dan terbuka.
"Pak Jero orangnya sangat humanis, apa adanya, dia orang yang loyal dengan apa yang diyakininya. Kami berbeda, tapi bisa berkawan dengan baik," aku Maruara 
Sedangkan SBY berkomentar demikian,
"Pak Wacik, seorang yang memiliki fight dan spirit tinggi dalam segala cuaca. Bukan sekadar melaksanakan tugas tapi selalu ingin melaksanakan terbaik,"  
 SBY dalam sambutannya di acara peluncuran buku 'Jero Wacik di Mata 100 tokoh'.

Berpikir Positip

Yah, saat ini hanya ada pikiran positip yang bermain di benak saya. Berpikir positip agar Negeri ini bisa kembali bangkit dan terlepas dari masalah korupsi yang terus menerus.

Belajar dari sisi positip seorang Jero Wacik, terlepas dari terpaan tuduhan dan statusnya sebagai tahanan, ia mengaku selalu berpikir positif dan tidak pernah berusaha mencari kekurangan seseorang. Dia berharap cara berpikir positif itu dapat dijadikan modal masyarakat Indonesia untuk membangun tanah air.

"Berpikir positif sebagian modal hidup saya. Jadi saya selalu berusaha untuk melihat para teman dan sahabat saya dari sisi yang positif," kata pria asal Bali itu.

Testimoni dari tokoh lintas-sektor, mulai dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, alm. Ketua MPR Taufiq Kiemas, hingga Budayawan Jaya Suprana dan Putu Wijaya serta Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar yang ada di buku-buku Jero Wacik - semoga dapat menjadi kesan, pesan dan pelajaran juga ke depannya... 

11 comments:

  1. Aku nggak begitu sepak terjang Beliau, Mak, bahkan beliau masuk tahanan pun aku nggak ngikuti beritanya; soale dah capek dengan hukum di negeri ini Mak. Yang benar bisa salah, yang salah bisa benar. Bahkan, nyuplik dari seorang sastrawan magelang saat mengomentari mobil surya, di Indonesia ini orang malas mencoba berinovasi demi negara; karena bila inovasinya gagal, maka bisa jadi ia akan dianggap merugikan negara. Well, mana ada percobaan yang langsung jadi? Bukankah bolam lampu ditemukan setelah ribuan kali percobaan? I love this state, but sometimes I don't understand how her law goes on.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sebenernya ini sudut pandang baru

      Based on tulisanku sebelumnya - ingin mengenal seseorang yang dianggap kriminal - tanpa ybs tahu persis apa yang terjadi

      Delete
    2. Duh bingung mau ngejelasinnya hahahaha

      Delete
  2. Aku yang paling kudet, gak tau siapa itu Jero Wacik. :D

    Nice post buat info barunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga tadinya ga tau, terus tiba tiba rame.... >_<

      Delete
  3. Belajar dari sisi positip seorang Jero Wacik, terlepas dari terpaan tuduhan dan statusnya sebagai tahanan, ia mengaku selalu berpikir positif dan tidak pernah berusaha mencari kekurangan seseorang. Dia berharap cara berpikir positif itu dapat dijadikan modal masyarakat Indonesia untuk membangun tanah air.

    Semoga bisa positip juga

    ReplyDelete
  4. lagi naik daun ya si bapak satu ini :)

    ReplyDelete
  5. Aku salut deh sama bapak satu ini setelah baca tulisan tentang beliau. Semoga hal positifnya bisa kita ambil ya, Mak.

    ReplyDelete
  6. Nggak gitu paham sih sepak terjang Bapak ini, memang seharusnya pahami dulu benar-benar baru bisa komen. Yang penting dapat moral of the posting deh: positive thinking :)

    ReplyDelete

Thanks sudah mengunjungi blog Neng ya, sahabat ^_^