Cara Jadi Font Creator: Profesi Baru di Era Digital


Jujur deh, berapa banyak dari kita yang pernah kepikiran kalau font bisa jadi profesi?
Padahal saat ini banyak orang akrab dengan font setiap hari.
Saat bikin presentasi, mendesain konten Instagram, nulis artikel.
Bahkan saat chatting!

Pilihan font kita tuh berkisar di : Trebuchet, Arial, Times New Roman, Poppins, Montserrat, Helvetica, atau Comic Sans (yes, font yang sering jadi bahan perdebatan 😄). 


Favoritku kalau serius ya Verdana, Poppins, Walter Turncoat tapi One Litle Font juga aku hadirkan untuk subnote, kalau pengen desain di reels atau carousel aku main dengan le Petit Cochon, Architects Daughter, Bryndan Write dan kalau yang nyeleneh Pagkaki atau Aloja.

Sedikit tips : 
Selalu atur jarak huruf dengan letter spacing (jarak antar huruf) karena di beberapa font itu terlihat terlalu rapat.


Banyak font yang kulihat,
terutama yang untuk handwriting ya, kalau dipake buat bikin caption panjang malah bikin jadi kureng...eh tapi itu aku ya.. soal selera aja ini mah. 

Buatku, mungkin kalo cuman buat ilustrasi untuk tanda tangan ala-ala oke lah.. pilihan handwriting yang keriting dan banyak itu, bisa untuk referensi kita.

Nah... btw, pernah gak sih mikir,  "Siapa sih yang bikin font-font itu?"

Di balik setiap huruf yang kita lihat di layar laptop, smartphone, banner iklan, sampai kemasan produk, ada loooh, orang-orang kreatif yang merancangnya!

Mereka disebut Font Creator atau Font Designer.

Dan yes, ini adalah salah satu profesi kreatif yang mulai semakin dilirik di era digital.

Apa Itu Font Creator?

sumber instagram @k.melatii

Secara sederhana, font creator adalah seseorang yang merancang, membuat, dan mengembangkan bentuk huruf digital. Mulai dari: A sampai Z, angka, simbol, punctuation (tanda baca) dan karakter khusus yang kita kenal di dalam keyboard kita.

    Font creator itu dituntut juga loh, harus memikirkan:
estetika, konsistensi bentuk, kenyamanan membaca, karakter visual sampe fungsinya di media. 

Karena font bukan hanya soal keren dilihat. Tapi juga harus nyaman dibaca.
Bayangin kalau semua huruf bentuknya artistik tapi bikin mata capek. Ada beberapa font yang "keliatannya bagus" tapi aku jarang liat yang make karena bikin mata lelah atau bahkan sebel... 

Beda sama beberapa contoh font di bawah ini, tetep terlihat cute padahal hurufnya terkesan di pake "sembarangan".



Font Itu Lebih Penting dari yang Kita Kira, loh gaes!

Coba bayangkan logo brand besar tanpa font yang "kuat". Rasanya pasti beda.

Font bisa membangun kesan: profesional, elegan, moderen, romantis, atau bahkan playful dan luxury!

Makanya pemilihan font itu penting banget.

Contoh simpelnya yaaa...
  • Font serif biasanya memberi kesan:
    formal, klasik, elegan.
  • Sedangkan sans serif terasa:
    clean, modern, minimalis.
  • Sementara handwriting font sering terasa:
    personal, hangat, santai atau romantis.
Artinya?
Huruf ternyata punya “suara”. Tanpa bicara pun, font sudah menyampaikan pesan.
Dan di sinilah peran font creator menjadi sangat penting.


Font Creator Itu Kerjanya Ngapain? Beda Nggak Sama Typeface? 


Sebelum terjun lebih jauh, kita lurusin dulu nih sisi teknisnya biar dapet pencerahan. Secara teori, yang sering kita sebut sebagai font (kayak Times New Roman, Arial, atau Verdana) itu nama sebenarnya adalah typeface 

Typeface adalah kesatuan gayanya, sedangkan font itu merujuk lebih spesifik pada abjad-abjadnya saja (A, B, C, dst) 

Tapi ya, karena masyarakat kita udah terlanjur lumrah dan nyaman menyebut semuanya sebagai font, makanya para pembuat karya ini sah-sah aja dikenal dengan sebutan Font Creator.

Nggak Jago Gambar? No Worries! 

Pasti ada yang mulai insecure, "Duh, tulisan tanganku aja acak-acakan, apalagi disuruh desain?" 

Tenang, ini bukan ujian masuk fakultas seni rupa. Dian Mariesta, seorang Font Creator, bercerita kalau beliau awalnya juga merasa nggak punya darah seni dan cuma bisa pakai template Canva!

Kenyataannya, pembuatan font ini tingkat kesulitannya tergolong sangat rendah dibandingkan jenis produk desain lainnya.

Analogi gampangnya: ngerjain font itu ibarat nyicil ngerjain puzzle

Kalau nulis artikel atau coding butuh keheningan total dan fokus 110%, bikin font justru sebaliknya. Kamu bisa memprosesnya sambil santai, beres-beres rumah, atau jagain anak.. Pekerjaan yang super seamless dan nggak kaku, cocok banget buat kaum multitasking.

Step-by-Step Mulai Debut Jadi Font Creator 

Lalu, gimana cara mulainya? Modalnya surprisingly simpel banget dan bisa pakai barang yang ada di rumah:
  • Manual ke Kertas: Ambil secarik kertas, pulpen, spidol, krayon, atau brush. Tulis abjad A-Z (huruf kapital & huruf kecil) lengkap dengan angka sesuai dengan gayamu
  • Digitalisasi: Scan atau foto tulisan manualmu tadi dengan resolusi yang tinggi biar nggak pecah
  • Tracing: Masukkan hasil fotonya ke software seperti Adobe Illustrator buat dirapikan
  • Eksekusi Akhir: Gunakan bantuan aplikasi pihak ketiga khusus pembuat font buat merangkai hurufnya. Pilihannya banyak, mulai dari yang gratis sampai yang berbayar

Opsi lainnya, kalau kamu punya tablet, kamu bahkan bisa skip kertas dan langsung nulis digital di sana

Kalau font kamu udah jadi, kamu tinggal memasarkannya ke berbagai marketplace khusus aset digital atau menjualnya secara mandiri di website pribadimu.

Kesimpulannyaa..  

Profesi Font Creator ini ngasih kita perspektif baru yang tajam bahwa aset digital itu bentuknya sangat luas. 

Nggak harus jago desain super rumit buat mulai dapet cuan di era sekarang. Modal utamanya cuma kemauan untuk belajar software pendukung dan konsisten ngerjain prosesnya sedikit demi sedikit.

Gimana, tertarik buat coba bikin font dari coretan tanganmu sendiri? Atau kamu malah udah pernah nyemplung jualan aset digital jenis lain? 

Ceritain kalo dah berhasil bikinnya ya.. I’d love to read them!

Komentar

Postingan Populer