Demi Egg Tart ke Hong Kong: Panduan Budget Hemat Sekeluarga
"Gila, ini sih renyahnya kebangetan! "Kres"-nya dapet, custard-nya lumer banget di mulut," celetuk salah satu anakku sambil merem-melek menikmati gigitan pertama egg tart di piring porselen.
Sore itu di meja makan rumah kami di Tangerang, sepiring egg tart atau pastéis de nata hangat hasil berburu dari salah satu gerai di Gading Serpong sukses bikin suasana langsung riuh. Sepoci teh panas dan dua cangkir latte hangat jadi saksi betapa kue mangkuk mungil berselimut karamel custard ini bisa menyihir satu rumah.
"Papa tahu nggak? Egg tart paling juara di dunia itu katanya ada di Hong Kong. Berpuluh-puluh bakery legendaris di sana punya resep rahasia yang beda banget!" sahutku memancing... (uhuk... modus)
Pak Suami yang lagi menyeruput latte-nya langsung melirik curiga. "Kode keras nih? Inget, tabungan kita lagi pas-pasan, loh Maaaaa. Mau kulineran ke luar negeri naik apa? Naik sapu terbang?"
Anak-anak langsung tertawa riuh. Tapi ya namanya juga emak-emak
Travel Blogger, pantang mundur sebelum perang!
Buatku, keuangan terbatas bukan alasan buat memadamkan hobi kulineran. Justru di situlah seni dan tantangannya: bagaimana caranya berburu 10 egg tart terenak di dunia tanpa bikin dompet menjerit hysteris!
"Tenang, Paaaa... prinsip kita kan tetap: budget minim, eksplorasi maksimal! Kita susun itinerary hemat, cari penginapan yang ramah di kantong, dan berburu kuliner lokal ke Hong Kong!" jawabku mantap sambil menyunggingkan senyum kemenangan.
Singkat cerita, kesepakatan meja makan sore itu resmi membulatkan tekad kami sekeluarga buat terbang ke Hong Kong demi sebuah misi suci: berburu egg tart legendaris!
Egg Tart si Manis Pencipta Sejarah Rasa
Sebelumnya, kita kenalan dulu dengan egg tart, yang dikenal sebagai dan tat (蛋挞) dalam bahasa Kantonis. Ternyata, egg tart ini memiliki sejarah yang menarik karena ia berasal dari perpaduan budaya Barat dan Timur. Check this out!
Jadi, egg tart ini awalnya adalah perpaduan dari custard, yaitu tart tradisional Inggris dan pastéis de nata dari Portugal. Custard terbuat dari adonan pastry yang diisi dengan custard (campuran telur, susu, dan gula).
Kukutip dari asthesparrowflies (https://asthesparrowflies.com/celebrating-pasteis-de-nata-in-lisbon/) kue ini diciptakan sebelum abad ke-18 oleh para biarawan Katolik di Biara Jerónimos di Belem, tepat di luar Lisbon (oleh karena itu Belem sering disebut sebagai tempat kelahiran pasteis de nata).
Ini karena biara-biara sering menggunakan banyak putih telur untuk mengeraskan pakaian, sehingga kuning telur dapat digunakan untuk membuat kue dan roti manis. Egg Tart Masuk ke Asia Timur
Pada abad ke-19, dengan ditutupnya biara-biara setelah Revolusi Liberal, para biarawan memutuskan untuk mulai menjual pasteis de nata mereka di pabrik gula terdekat. Ketika Biara Jeronimos ditutup selamanya, mereka menjual resep mereka ke pabrik ini.
Pemilik pabrik ini membuka Pasteis de Belem pada tahun 1837, dan sejak itu pabrik tersebut berada di jantung kota Belem.
Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, kolonial Inggris dan Portugis seperti kita tahu berekspansi hingga ke Asia, kue ini menjadi cemilan yang femes di Macau dan Hongkong. Resepnya dimodifikasi dengan bahan-bahan lokal dan selera khas Kantonis.
Sejak tahun 1920 hingga 1940, kafe bergaya Hong Kong, yang disebut cha chaan teng, mulai menyajikan egg tart sebagai camilan pendamping teh susu.
Sebelumnya, kita kenalan dulu dengan egg tart, yang dikenal sebagai dan tat (蛋挞) dalam bahasa Kantonis. Ternyata, egg tart ini memiliki sejarah yang menarik karena ia berasal dari perpaduan budaya Barat dan Timur. Check this out!
Jadi, egg tart ini awalnya adalah perpaduan dari custard, yaitu tart tradisional Inggris dan pastéis de nata dari Portugal. Custard terbuat dari adonan pastry yang diisi dengan custard (campuran telur, susu, dan gula).
Kukutip dari asthesparrowflies (https://asthesparrowflies.com/celebrating-pasteis-de-nata-in-lisbon/) kue ini diciptakan sebelum abad ke-18 oleh para biarawan Katolik di Biara Jerónimos di Belem, tepat di luar Lisbon (oleh karena itu Belem sering disebut sebagai tempat kelahiran pasteis de nata).
Ini karena biara-biara sering menggunakan banyak putih telur untuk mengeraskan pakaian, sehingga kuning telur dapat digunakan untuk membuat kue dan roti manis.
Egg Tart Masuk ke Asia Timur
Pada abad ke-19, dengan ditutupnya biara-biara setelah Revolusi Liberal, para biarawan memutuskan untuk mulai menjual pasteis de nata mereka di pabrik gula terdekat. Ketika Biara Jeronimos ditutup selamanya, mereka menjual resep mereka ke pabrik ini.
Pemilik pabrik ini membuka Pasteis de Belem pada tahun 1837, dan sejak itu pabrik tersebut berada di jantung kota Belem.
Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, kolonial Inggris dan Portugis seperti kita tahu berekspansi hingga ke Asia, kue ini menjadi cemilan yang femes di Macau dan Hongkong. Resepnya dimodifikasi dengan bahan-bahan lokal dan selera khas Kantonis.
Sejak tahun 1920 hingga 1940, kafe bergaya Hong Kong, yang disebut cha chaan teng, mulai menyajikan egg tart sebagai camilan pendamping teh susu.
Berapa yaa Biaya ke Hongkong sekeluarga?
Dengan tekad bulat aku pun membuka celengan- menghitung kebutuhan untuk 5 orang traveling ke Hongkong - yang dijuluki Kota Mutiara dari Timur - dan mendiskusikannya dengan Pak Suami. Nah ini prakiraan budgetku.
- Tiket pesawat
Karena paspor udah oke sejak jauh-jauh hari, maka aku tinggal menghitung harga tiket pesawat PP dari Indonesia ke Hong Kong. Dengan harga berkisar di angka antara Rp5 juta – Rp 8 juta per orang.
Untunglah udah ada aplikasi berburu tiket yang bikin aku ngga pusing hunting tiket berbulan-bulan sebelumnya, untuk war tiket!
- Akomodasi
Karena berdasarkan pengalaman traveling biaya menginap di hotel bintang 3–4 berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp 3 juta per malam, dibantu temanku yang seorang eks TKI Hongkong, aku memutuskan memilih penginapan dengan konsep apartemen.
Selain lebih hemat, juga lebih bebas menggunakan fasilitas di apartemen, termasuk makan!
- Makanan
Makan dan jajan itu tidak murah, jelas!
Biaya makan di restoran di Hong Kong berkisar antara HKD 50 – HKD 100 (Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribuan), dan kalau jalan-jalan dengan anak-anak, jelas street food itu menu wajib!
Jadi untuk mensiasatinya, kami memutuskan masing-masing akan membawa beberapa bungkus mie instan dan saus pedas (wajib!) serta bumbu sachet, serta googling toko bahan makanan terdekat. Ini penting, karena tidak semua restoran itu menyediakan masakan halal, ya teman!
Oya karena Hongkong kota yang super sibuk, bisa dipastikan hampir semua tempat makan itu penuh. Nah daripada makan di restoran populer yang didominasi turis, mendingan eksplore warung lokal atau pasar makanan seperti Temple Street Night Market dan Dai Pai Dongs.
Aku paling suka makan cakwe (berukuran sangat besar) dimsum, wonton noodles, char siu, egg waffles, dan tentu saja ke pastry yang menyajikan egg tart!
Baca juga pengalaman aku jalan-jalan di sini nih,
Dengan tekad bulat aku pun membuka celengan- menghitung kebutuhan untuk 5 orang traveling ke Hongkong - yang dijuluki Kota Mutiara dari Timur - dan mendiskusikannya dengan Pak Suami. Nah ini prakiraan budgetku.
- Tiket pesawat
Untunglah udah ada aplikasi berburu tiket yang bikin aku ngga pusing hunting tiket berbulan-bulan sebelumnya, untuk war tiket!
- Akomodasi
Selain lebih hemat, juga lebih bebas menggunakan fasilitas di apartemen, termasuk makan!
- Makanan
Biaya makan di restoran di Hong Kong berkisar antara HKD 50 – HKD 100 (Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribuan), dan kalau jalan-jalan dengan anak-anak, jelas street food itu menu wajib!
Jadi untuk mensiasatinya, kami memutuskan masing-masing akan membawa beberapa bungkus mie instan dan saus pedas (wajib!) serta bumbu sachet, serta googling toko bahan makanan terdekat. Ini penting, karena tidak semua restoran itu menyediakan masakan halal, ya teman!
Aku paling suka makan cakwe (berukuran sangat besar) dimsum, wonton noodles, char siu, egg waffles, dan tentu saja ke pastry yang menyajikan egg tart!
Baca juga pengalaman aku jalan-jalan di sini nih,
Bukan Sekedar Pergi : Perjalanan-Perjalanan yang Mengubah Hidupku
- Transportasi
Thank God, seperti kota besar lainnya, walau biaya hidup tinggi tapi sistem transportasi umum di Hongkong sudah sangat efisien.
Pemerintah menyediakan MTR atau mass transit railway yaitu kereta atau metro Hong Kong. Jadi MTR ini -yang panjang relnya mencapai 218 km dan melewati 155 stasiun- dapat menjelajah hampir semua kota di Hong Kong dan sudah ada sejak 1979, loh.. kebayang betapa ketinggalannya kita dengan Trans Jakarta dan MRT yang sekarang yaaa!
Tarif naik kendaraan ini adalah 3,6 HKD sekali naik. Namun, aku memilih membeli tiket terusan sebesar 22 HKD. Untunglah si MTR mulai beroperasi jam 06.00—00.00 jadi kalau mau cari sarapan sampe pulang kemalaman aman.
Untuk bepergian di dalam kota, kita bisa mencoba pengalaman unik naik trem Ding-ding, selain murah meriah (sekitar 6 ribu hingga 45 ribuan), trem ini jadi alternatif salah satu cara terbaik untuk menikmati pemandangan kota Hong Kong tanpa terburu-buru. Rute trem ding ding membentang lebih dari 13 kilometer dan menghubungkan beberapa distrik utama di Hong Kong Island, seperti Shau Kei Wan, Causeway Bay, Wan Chai, dan Kennedy Town.
Kepepet pake taksi?
Walau tidak disarankan karena mahal, tarif awal berkisar antara HKD 27 hingga HKD 30 (sekitar Rp54.000 hingga Rp60.000) untuk jarak pendek, dan tarif tambahan akan dikenakan per kilometer.
Singkat cerita, kesepakatan (halu) meja makan sore itu resmi membulatkan tekad kami sekeluarga buat terbang ke Hong Kong demi sebuah misi suci: berburu egg tart legendaris!- Transportasi
Kepepet pake taksi?
Walau tidak disarankan karena mahal, tarif awal berkisar antara HKD 27 hingga HKD 30 (sekitar Rp54.000 hingga Rp60.000) untuk jarak pendek, dan tarif tambahan akan dikenakan per kilometer.







Komentar
Posting Komentar
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA BLOG NENG TANTI (^_^)