WORKSHOP KOMUNITAS NGANVA, KENALI FITUR CANVA DRAW
Banyak orang minder duluan kalau dengar kata “gambar.”
Sebelum mulai, aku mau bilang satu hal: "Doodle itu bukan soal jago gambar. Doodle itu soal berani bikin garis.”
Workshop dimulai dengan pertanyaan template ku.. hahaha
- Siapa yang ngerasa nggak bisa gambar?
- Siapa yang terakhir gambar pas SD?
Jujur ya, kalau dengar kata gambar atau illustration, banyak orang langsung mundur pelan-pelan.
“Waduh, saya nggak bisa gambar.”
“Saya terakhir gambar pas SD.”
“Saya garis lurus aja miring.”
Kalimat-kalimat seperti itu hampir selalu muncul saat saya ngobrol dengan orang-orang yang ingin belajar dunia kreatif.
Padahal, menurut saya, kreativitas itu bukan cuma milik mereka yang “berbakat menggambar.”
Kreativitas itu milik semua orang.
Dan salah satu cara paling menyenangkan untuk masuk ke dunia visual adalah lewat doodle.
Belum lama ini saya berkesempatan mengisi workshop Nge-Doodle dengan Canva. Workshop ini dibuat untuk siapa saja, terutama pemula, yang ingin mulai belajar doodle tanpa merasa terintimidasi.
Karena faktanya, doodle itu jauh lebih sederhana daripada yang banyak orang bayangkan.
Sebenarnya, Apa Itu Doodle?
Kalau dijelaskan dengan sederhana, doodle adalah gambar spontan yang dibuat dengan bebas.
Tidak harus rumit.
Tidak harus realistis.
Dan yang paling penting…
Tidak harus perfect.
Doodle bisa sesederhana:
- garis kecil
- lingkaran
- bintang
- awan
- bunga
- muka lucu
- secangkir kopi
Saat bosan di rapat.
Saat coret-coret di buku.
Atau saat tangan iseng bikin bentuk random di kertas.
Itu semua adalah doodle.
Yang menarik, justru keindahan doodle sering ada pada kesederhanaannya.
Garis yang sedikit shaky?
Tidak masalah.
Lingkaran yang tidak bulat sempurna?
Masih aman.
Karena dalam dunia doodle, imperfect justru bisa jadi karakter.
Nah ini penting banget.
Kenalan dengan Drawing Tools di Canva
Whiteboard atau Blank Canvas di Canva itu adalah desain yang kita pilih
Tools Menu Draw : pen - marker - highlighter - eraser
plus menu tambahan berupa color untuk pilihan warna dan thickness untuk pengaturan tebal tipisnya.
Tools utama:
1. Pen
Garis tegas, cenderung tipis dan sharp
2. Marker
Lebih bold, cocok untuk buat pinggiran
3. Highlighter
Transparan jadi bisa untuk menandai teks
4. Eraser
Menghapus dengan satu kali klik di satu garis atau coretan yang kita buat
Apa saja sih, yang dipelajari saat workshop?
Selama ini banyak orang mengenal Canva hanya sebagai tools desain. Kita membayangkan Canva hanya untuk bikin: poster, presentasi, konten Instagram,atau undangan.Padahal Canva punya fitur yang sangat menarik untuk eksplorasi kreativitas.
Salah satunya adalah tools untuk doodling - orat oret yang bisa kita jadikan elemen pribadi, personal, bahkan untuk yang bukan pembeli Canva premium.
Menarik, kan? Dengan Canva, kita bisa mulai dari nol.
Bahkan untuk orang yang merasa tidak bisa menggambar sama sekali.
Pada saat workshop dengan aplikasi meeting online Google Meet, peserta mulai dari milih desainnya (mau presentasi, atau instastory) terus menggunakan tools -nya, milih bentukan dan bikin garis basic, sampai elemen doodle yang tinggal kita eksplor.
Dan ini yang membuat workshop kemarin terasa menyenangkan, semua peserta share hasil yang mereka buat, loh! Suasananya jadi menyenangkan dan santai.
Peserta mulai sadar bahwa menggambar tidak selalu serumit yang dibayangkan.
![]() |
| Karya Putu Nadia - peserta termuda |
Doodle Jadi Sticker Pack yang Menarik buat Cari Cuan!
Nah, bagian ini jadi salah satu sesi favorit peserta workshop.
Kami membahas bagaimana doodle sederhana bisa berkembang menjadi sticker pack yang lucu dan bahkan punya nilai jual.
Misalnya dengan tema:
- Mom’s Life
- Coffee Time
- Cat Lovers
- Daily Mood
- Studygram
Bayangkan sticker berisi:
- mom with messy bun
- coffee mug
- laundry day
- chaos mode
- busy mom
- capek tapi happy
Inilah kekuatan doodle.
Benda atau aktivitas biasa bisa berubah jadi sesuatu yang menarik secara visual.
Salah satu hal yang paling kusuka setiap workshop adalah melihat perubahan mindset peserta.
Di awal banyak yang berkata:
“Saya nggak bisa gambar.”
Di akhir mulai muncul kalimat:
“Oh ternyata saya bisa ya.”
Buatku, itu priceless. Karena kadang hambatan terbesar bukan kurangnya skill, tapi rasa takut untuk mulai berkarya. Padahal kreativitas sering tumbuh dari keberanian mencoba.
Dari satu garis kecil.
Satu coretan sederhana.
Satu doodle pertama.
Dan siapa tahu…
Doodle kecil yang hari ini dibuat di Canva, besok bisa berkembang menjadi karya, personal branding atau bahkan produk digital yang menghasilkan.
Karena dunia kreatif selalu punya ruang untuk hal-hal sederhana yang dibuat dengan hati.






Aku penasaran pengen nyoba lagi di tablet dan menggambar dengan stylush.pen. Selama ini tablet cuma dipake buat nonton film atau video (astaga hahaha). Masih penasaran juga dengan "copy art" itu Tan. Kemarin belom berhasil. Beneran dah pengen nyobain.
BalasHapusSama ada satu yang aku lihat di unggahannya Tuty. Mungkin soal copy art ini kali ya. Yang bisa mengubah tarikan garis kita menjadi lebih enak dilihat hahahaha. Ntar tak intip lagi ah unggahannya.
BTW, makasih ya sudah berbagi ilmu. Aku memang pengen jual art doodle material ini yang akan aku jadikan stiker. Penasaran pengen terus ngolah skill di area ini.
bikin lagilahhhh.. biar bisa ikutan
BalasHapusSenang bisa hadir di acara itu.
BalasHapussayang sempat terputus materinya karena aku harus pindah lokasi (aku wara wiri lagi anter anakku latihan).
udah nyoba praktek tipis2, kalau udah mantep pengen jualan juga di toko oren :)) semoga bisa kekejar at least di sisa tahun 2026 ini ^^
terima kasih untuk ilmu kerennya mba Tanti! Adain lagi ya nantiii.... :)))